Home Lifestyle Ketika AI, Musik, dan Beauty Bertemu: Cerita di Balik “Pede Maksimal” dari...

Ketika AI, Musik, dan Beauty Bertemu: Cerita di Balik “Pede Maksimal” dari ZAP dan Project Pop

279
0
Ketika AI, Musik, dan Beauty Bertemu: Cerita di Balik “Pede Maksimal” dari ZAP dan Project Pop
Foto: Istimewa
Urbanvibes

Hai, Urbie’s. Di tengah derasnya arus standar kecantikan dan definisi “sempurna” yang kerap terasa melelahkan, ZAP kembali menegaskan posisinya sebagai brand yang tidak hanya bergerak di ranah klinik kecantikan, tetapi juga aktif merespons budaya populer dengan cara yang relevan dan progresif. Menutup tahun 2025, ZAP menghadirkan campaign terbarunya bertajuk “Pede Maksimal”, sebuah kolaborasi lintas disiplin yang menyatukan beauty, musik, dan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam satu narasi besar tentang kepercayaan diri.

Bekerja sama dengan Project Pop, grup musik lintas generasi yang dikenal lewat karya-karya penuh pesan positif, campaign ini melahirkan lagu baru berjudul “Pede Maksimal”. Lagu tersebut tidak sekadar menjadi pengiring kampanye, tetapi berfungsi sebagai medium utama untuk menyampaikan pesan bahwa percaya diri bukan soal menyeragamkan diri, melainkan tentang keberanian menerima dan merayakan keunikan masing-masing individu. Dalam lirik dan nuansanya, “Pede Maksimal” mengajak pendengar untuk merasa cukup, tanpa harus membandingkan diri dengan standar orang lain.

Chief Marketing Officer ZAP, Feriani Chung, menegaskan bahwa kampanye ini berangkat dari filosofi brand yang sejak awal konsisten dipegang. Menurutnya, ZAP ingin menegaskan bahwa percaya diri tumbuh dari rasa aman menjadi diri sendiri, bukan dari tekanan untuk memenuhi satu standar kecantikan tertentu. Setiap orang memiliki versi cantiknya masing-masing, dan peran ZAP adalah mendukung perjalanan tersebut, bukan mengubah identitas personal seseorang.

Kolaborasi ini terasa semakin kuat dengan kehadiran Project Pop yang sejak lama dikenal berani tampil apa adanya. Yosi Mokalu, salah satu personel Project Pop, menyampaikan bahwa lagu “Pede Maksimal” merupakan pengingat bahwa rasa percaya diri akan selalu relevan bagi siapa pun dan di fase kehidupan apa pun. Bagi Project Pop, kerja sama dengan ZAP menjadi ruang bertemu dua visi yang sejalan, yakni merayakan keunikan tanpa harus menjadi orang lain.

Yang membuat campaign ini semakin menarik, Urbie’s, adalah pendekatan visual yang tidak biasa. ZAP menggandeng dua AI content creator Indonesia, Brillian Fairiandi dan Dipa Utomo, untuk menghadirkan dua versi music video “Pede Maksimal” berbasis teknologi AI. Alih-alih memilih satu interpretasi visual, ZAP justru membuka ruang untuk dua sudut pandang berbeda dalam menerjemahkan pesan lagu yang sama.

Baca Juga:

Brillian Fairiandi menghadirkan visual yang lebih ekspresif dan eksploratif, dengan pendekatan yang berani dan dinamis. Sementara itu, Dipa Utomo memilih jalur yang lebih tenang, absurd, dan reflektif, menghadirkan pengalaman visual yang mengajak penonton untuk berpikir dan merasakan secara personal. Dua interpretasi ini tidak saling bersaing, melainkan saling melengkapi, memperlihatkan bahwa kepercayaan diri memang tidak pernah punya satu bentuk tunggal.

Bagi Brillian, AI adalah medium kreatif yang mampu menyampaikan pesan humanis dengan cara baru. Ia melihat teknologi bukan sebagai pengganti emosi manusia, melainkan alat untuk memperkuat cerita tentang keunikan dan rasa percaya diri. Senada dengan itu, Dipa Utomo menilai kolaborasi ini sebagai bukti bahwa teknologi dan kreativitas bisa berjalan beriringan, dengan tantangan utama bagaimana AI mampu memvisualisasikan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui format dua video klip ini, ZAP dan Project Pop menghadirkan pengalaman baru dalam kolaborasi beauty dan musik. Teknologi, seni, dan audiens bertemu dalam satu ruang kreatif yang terbuka, ringan, dan relevan dengan cara konsumsi konten generasi saat ini. Campaign ini pun menegaskan bahwa beauty tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bersinggungan erat dengan ekspresi diri, budaya digital, dan teknologi.

Lebih dari sekadar campaign, “Pede Maksimal” menjadi perpanjangan dari filosofi ZAP bahwa beauty bukan tentang mengubah siapa diri kita, melainkan tentang merawat diri agar berani tampil apa adanya. Sejalan dengan semangat tersebut, ZAP juga menghadirkan program Pede Maksimal – Year End Sale sebagai bagian dari rangkaian akhir tahun. Program ini menawarkan berbagai opsi perawatan yang dapat dipilih secara personal, menegaskan bahwa perjalanan membangun rasa percaya diri adalah keputusan individu, bukan paksaan.

Lewat kolaborasi ini, Urbie’s bisa melihat bagaimana brand kecantikan, musisi, dan kreator teknologi bisa bersatu menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat: percaya diri tidak harus sama, tidak harus sempurna, dan selalu punya banyak versi.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here