Home Entertainment Momen di Fender Flagship Tokyo, Ken L’Arc~en~Ciel Keluarkan Gitar Signature Ken Stratocaster

Momen di Fender Flagship Tokyo, Ken L’Arc~en~Ciel Keluarkan Gitar Signature Ken Stratocaster

182
0
Ken L’Arc~en~Ciel Keluarkan Gitar Signature Ken Stratocaster - sumber foto FenderNews
Ken L’Arc~en~Ciel Keluarkan Gitar Signature Ken Stratocaster - sumber foto FenderNews
Urbanvibes

Hi Urbie’s, bagi penggemar musik rock Jepang, nama Ken L’Arc~en~Ciel bukan sekadar gitaris—ia adalah ikon. Pada November 2025, aura tersebut terasa begitu nyata dalam sebuah acara meet & greet eksklusif di Fender Flagship Tokyo, yang hanya bisa diikuti oleh segelintir orang terpilih: para pembeli Fender Custom Shop™ “Ken Stratocaster Paisley Fantasy.”

Acara ini bukan sekadar temu sapa. Ia menjadi perayaan personal atas musik, instrumen, dan hubungan emosional antara seorang musisi legendaris dengan para penggemarnya.

Gitar Signature sebagai Simbol Perjalanan 30 Tahun

Model Ken Stratocaster® Paisley Fantasy bukan gitar biasa. Instrumen ini mulai menerima pesanan pada 2022 sebagai bagian dari perayaan 30 tahun terbentuknya L’Arc~en~Ciel—band yang menjadi fondasi rock Jepang modern. Bersama model buatan Jepang lainnya, Ken Stratocaster Experiment #1, gitar ini menjadi artefak penting dalam perjalanan karier Ken.

Tak heran, para pemiliknya memandang gitar ini bukan hanya sebagai alat musik, melainkan representasi identitas dan sejarah.

Sembilan Orang, Satu Pengalaman Tak Terulang

Meet & greet kedua ini diadakan khusus untuk sembilan orang yang berhasil memperoleh model tersebut pada 2024. Sejak awal kedatangan, suasana terasa intim dan penuh antisipasi. Para peserta datang bergiliran sesuai jadwal, dengan ekspresi gugup yang sulit disembunyikan.

Perasaan itu sepenuhnya manusiawi. Bagaimanapun, mereka akan menghabiskan waktu langsung dengan sosok yang selama ini hanya mereka lihat di panggung besar dan layar konser.

Saat Ken Berdiri Tepat di Depan Mereka

Momen paling mendebarkan terjadi ketika para peserta memasuki ruangan, masing-masing dengan hati-hati membawa gitar Ken Stratocaster Paisley Fantasy yang baru mereka beli. Di hadapan mereka, Ken sudah berdiri—nyata, hangat, dan tersenyum.

Menyadari kegugupan para peserta, Ken dengan ramah mengajak mereka duduk lebih dekat. Gestur sederhana ini langsung mencairkan suasana, mengubah ketegangan menjadi percakapan yang akrab.

Obrolan Jujur Seputar Musik dan Detail Teknis

Setelah perkenalan singkat, obrolan mengalir dengan penuh antusiasme. Para peserta berbagi alasan mengapa mereka memilih gitar ini dan apa makna personalnya. Pertanyaan yang muncul pun tidak basa-basi, melainkan sangat teknis dan spesifik.

Mulai dari, “Mengapa pickup tengah diturunkan?” hingga permintaan, “Tolong ajari saya memainkan bagian ini dari lagu tertentu.” Ken menjawab semuanya dengan sabar, seolah sedang berbincang dengan sesama musisi, bukan penggemar semata.

Baca Juga:

Musik Hidup di Ruangan Kecil

Puncak pengalaman terjadi ketika Ken menghubungkan gitarnya ke amplifier dan mulai bermain tepat di depan mereka. Tidak ada jarak panggung, tidak ada sorotan lampu besar—hanya musik yang mengalir langsung dari tangan sang gitaris.

Ruangan kecil itu mendadak dipenuhi energi dan kegembiraan. Bagi para peserta, ini bukan sekadar mendengar permainan gitar Ken, tetapi merasakan musiknya dari jarak sedekat mungkin.

Tanda Tangan yang Mengubah Gitar Jadi Kenangan Abadi

Di akhir sesi, Ken melakukan sesuatu yang membuat momen ini semakin tak terlupakan: menandatangani gitar tersebut secara langsung. Tanda tangan yang diberikan di depan mata pemiliknya sendiri mengubah instrumen itu menjadi artefak personal yang tak tergantikan.

Bagi para peserta, gitar ini kini bukan hanya Fender Custom Shop—ia adalah kenangan hidup.

Perpisahan yang Berat, Senyum yang Tertinggal

Acara ditutup dengan jabat tangan satu per satu. Ken mengucapkan salam perpisahan dengan hangat, sementara para peserta meninggalkan ruangan dengan perasaan campur aduk: berat karena harus berpisah, namun bahagia karena baru saja mengalami sesuatu yang sangat langka.

Meet & greet kedua ini pun berakhir, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Lebih dari Sekadar Acara Promosi

Urbie’s, acara ini membuktikan bahwa di balik dunia industri musik yang besar, masih ada ruang untuk hubungan manusiawi dan intim. Fender dan Ken tidak sekadar mempromosikan gitar, tetapi merayakan cerita, emosi, dan perjalanan musikal yang dibangun selama puluhan tahun.

Di Fender Flagship Tokyo, pada suatu hari di November 2025, musik tidak hanya dimainkan—ia dirayakan, dirasakan, dan diingat selamanya.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here