Hi Urbie’s! di tengah sorotan dunia yang terus tertuju pada konflik Gaza, Angelina Jolie kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu figur publik yang tak hanya bersuara, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Aktris Hollywood sekaligus aktivis kemanusiaan itu baru-baru ini mengunjungi Rafah, kawasan perbatasan yang menjadi pintu utama masuknya bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Kunjungan Jolie ini dilaporkan oleh Indozone dan sejumlah media internasional, termasuk AFP, pada Minggu (4/1/2026). Setibanya di Rafah, Jolie langsung menyapa para relawan Bulan Sabit Merah serta sopir truk bantuan yang selama berbulan-bulan berada di garis depan distribusi kemanusiaan.
Bertemu Relawan di Rafah, Gaza Garis Depan Kemanusiaan
Datang bersama delegasi resmi dari Amerika Serikat, Angelina Jolie menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya kepada para relawan yang terus bekerja dalam kondisi penuh tekanan. Dalam perbincangan singkat namun penuh makna, para relawan menyampaikan fakta pahit bahwa ribuan truk bantuan kemanusiaan hingga kini masih tertahan di area perbatasan dan belum dapat memasuki wilayah Gaza.
Situasi tersebut menjadi gambaran nyata betapa kompleksnya jalur bantuan bagi warga sipil Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan. Rafah, yang seharusnya menjadi jalur kehidupan, justru berubah menjadi titik krusial yang sarat tantangan politik, keamanan, dan logistik.
Menyaksikan Dampak Konflik dari Dekat
Menurut laporan media lokal yang dikutip AFP, pemeran film Mr & Mrs Smith ini datang ke Rafah bukan sekadar kunjungan simbolis. Jolie ingin melihat langsung kondisi warga Palestina yang terluka dan telah dievakuasi ke Mesir, sekaligus memantau proses penyaluran bantuan ke Gaza yang masih tersendat.
Kunjungan ini mempertegas posisi Jolie sebagai sosok yang konsisten mengadvokasi isu pengungsi, korban perang, dan akses kemanusiaanâ€â€peran yang telah ia jalani selama lebih dari dua dekade, baik sebagai Utusan Khusus PBB maupun sebagai aktivis independen.
“Pembatasan Ini Menghambat Bantuan yang Sangat Dibutuhkan”
Dalam sebuah pernyataan terbuka, Angelina Jolie mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi di lapangan. Ia menyoroti betapa beratnya perjuangan organisasi kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan di tengah berbagai pembatasan.
“Saya bicara dengan badan-badan kemanusiaan yang bekerja keras untuk melakukan yang terbaik dalam mengatasi pembatasan dan tantangan dalam mengirimkan bantuan yang diperlukan Gaza,” ujar Jolie.
Pernyataan ini menjadi refleksi dari realitas yang dihadapi para pekerja kemanusiaan: kebutuhan yang sangat besar di satu sisi, namun akses yang terbatas di sisi lain.
Baca Juga:
- The Housemaid (2025): Saat Pelakor dan Istri Bersatu dalam Thriller Psikologis yang Bikin Merinding
- Harga Logam Mulia Dunia Terkoreksi Tajam: Emas, Perak, hingga Platinum Dihantam Aksi Ambil Untung
- ChatGPT Kena Pajak! OpenAI Resmi Dipungut PPN oleh DJP
Seruan Tegas untuk Menjaga Gencatan Senjata
Tak berhenti di situ, Jolie juga menyampaikan seruan tegas kepada komunitas internasional. Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan saat ini sudah sangat jelas dan tidak bisa ditunda.
“Yang perlu dilakukan sekarang jelas, gencatan senjata harus dipertahankan, akses harus dijaga, aman, dan segera ditingkatkan agar bantuan, bahan bakar, dan perlengkapan medis penting dapat bergerak dengan cepat dan konsisten,” lanjutnya.
Seruan ini menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak akan efektif tanpa stabilitas keamanan dan komitmen politik untuk melindungi jalur distribusi.
Dialog dengan Bulan Sabit Merah dan Organisasi Lokal di Rafah
Selama berada di Rafah dan Mesir, Jolie juga menyempatkan diri bertemu dengan pekerja kemanusiaan dari Bulan Sabit Merah Mesir serta sejumlah organisasi lokal. Pertemuan tersebut membahas upaya konkret untuk meningkatkan skala dan kecepatan bantuan ke Gaza, termasuk tantangan di lapangan yang sering luput dari perhatian publik global.
Diskusi ini memperlihatkan pendekatan Jolie yang tidak hanya empatik, tetapi juga strategisâ€â€mendengarkan langsung kebutuhan para pelaku kemanusiaan yang bekerja di bawah tekanan ekstrem.
Bertemu Keluarga Pengungsi Palestina dan Sudan
Dalam kunjungan tersebut, Angelina Jolie juga meluangkan waktu untuk bertemu dengan keluarga pengungsi Palestina dan Sudan yang saat ini berada di Mesir. Pertemuan ini berlangsung secara tertutup dan penuh empati, memperlihatkan sisi personal Jolie yang selama ini dikenal dekat dengan isu pengungsi global.
Bagi para keluarga pengungsi, kehadiran seorang figur dunia seperti Jolie menjadi simbol bahwa penderitaan mereka tidak sepenuhnya luput dari perhatian dunia.
Konsistensi Angelina Jolie di Isu Kemanusiaan
Urbie’s, kunjungan Angelina Jolie ke Rafah kembali menegaskan satu hal: di tengah gemerlap dunia hiburan, masih ada figur publik yang memilih berdiri di sisi kemanusiaan, bahkan ketika isu tersebut penuh risiko dan kontroversi.
Di saat konflik terus memakan korban sipil, suara seperti Jolie menjadi pengingat bahwa krisis ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tentang manusia, keluarga, dan masa depan yang terancam. Rafah mungkin hanya satu titik di peta, tetapi bagi banyak orang, ia adalah garis tipis antara harapan dan keputusasaan.








