
Hi Urbie’s!, pengalaman menonton sepak bola di layar kaca tampaknya akan terasa lebih “lega” di Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara tegas melarang praktik mengecilkan layar pertandingan untuk kepentingan iklan, sebuah kebijakan yang langsung mendapat konfirmasi dari pihak TVRI sebagai pemegang hak siar di Indonesia.
Aturan ini menjadi kabar baik bagi para penikmat sepak bola yang selama ini kerap dibuat kesal oleh layar pertandingan yang tiba-tiba mengecil demi slot iklan. Di ajang sebesar Piala Dunia, FIFA ingin memastikan bahwa fokus penonton tetap sepenuhnya pada pertandingan, tanpa gangguan visual apa pun.
Konfirmasi Langsung dari TVRI
Pihak TVRI memastikan bahwa larangan tersebut merupakan bagian dari regulasi resmi FIFA untuk Piala Dunia 2026. Dengan aturan ini, stasiun televisi pemegang hak siar tidak diperbolehkan menampilkan iklan dengan cara mengecilkan layar pertandingan, termasuk dalam format picture-in-picture saat laga berlangsung.
Kebijakan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh broadcaster di dunia, tanpa pengecualian. Artinya, selama pertandingan berjalan, layar siaran harus menampilkan tayangan penuh tanpa distraksi visual komersial.
Kenapa FIFA Mengambil Sikap Tegas?
Urbie’s!, keputusan FIFA ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, praktik mengecilkan layar pertandingan untuk iklan kerap menuai keluhan penonton. Momen krusial seperti peluang gol, pelanggaran, hingga build-up serangan sering kali terlewat karena fokus penonton terpecah.
Bagi FIFA, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, tetapi produk hiburan global dengan standar pengalaman menonton yang tinggi. Setiap detik pertandingan memiliki nilai, baik secara teknis maupun emosional.
Dengan larangan ini, FIFA ingin menjaga:
- Integritas pertandingan
- Kenyamanan penonton
- Kualitas siaran global yang seragam
Dampak bagi Stasiun Televisi
Bagi stasiun televisi, aturan ini tentu membawa tantangan tersendiri. Iklan merupakan salah satu sumber pendapatan utama dalam penyiaran olahraga. Dengan tidak diperbolehkannya iklan saat pertandingan berlangsung, broadcaster harus memutar strategi penayangan iklan.
Beberapa opsi yang kemungkinan diterapkan antara lain:
- Penempatan iklan sebelum kick-off
- Iklan saat jeda babak pertama
- Iklan pasca-pertandingan
- Optimalisasi sponsor melalui grafis non-intrusif di luar momen laga
Namun apa pun strateginya, satu hal jelas: layar pertandingan tidak boleh dikompromikan.
Baca Juga:
- The Housemaid (2025): Saat Pelakor dan Istri Bersatu dalam Thriller Psikologis yang Bikin Merinding
- Harga Logam Mulia Dunia Terkoreksi Tajam: Emas, Perak, hingga Platinum Dihantam Aksi Ambil Untung
- ChatGPT Kena Pajak! OpenAI Resmi Dipungut PPN oleh DJP
Kabar Baik untuk Penonton Indonesia
Bagi penonton Tanah Air, kebijakan ini menjadi angin segar. TVRI sebagai lembaga penyiaran publik menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan FIFA demi memberikan pengalaman menonton terbaik bagi masyarakat.
Urbie’s!, ini berarti tidak ada lagi momen penting yang terpotong visual iklan. Gol, penyelamatan kiper, hingga drama menit akhir bisa dinikmati secara utuh.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan fungsi TVRI sebagai penyiar yang mengedepankan kepentingan publik, bukan semata komersial.
Piala Dunia 2026 dan Standar Baru Penyiaran
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah. Turnamen ini untuk pertama kalinya digelar di tiga negaraâ€â€Amerika Serikat, Kanada, dan Meksikoâ€â€dengan format 48 tim peserta.
Dengan skala sebesar itu, FIFA tampak ingin menetapkan standar baru dalam penyiaran olahraga, termasuk soal pengalaman visual penonton. Larangan mengecilkan layar pertandingan menjadi salah satu bentuk penegasan bahwa kualitas tontonan adalah prioritas utama.
Respons Publik dan Harapan ke Depan
Di media sosial, kebijakan ini disambut positif oleh banyak penggemar sepak bola. Tak sedikit yang berharap aturan serupa bisa diterapkan juga di kompetisi lain, baik liga domestik maupun turnamen internasional di luar FIFA.
Meski demikian, tantangan tetap adaâ€â€terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial dan kenyamanan penonton. Namun dengan aturan yang jelas, FIFA memberi sinyal kuat bahwa penonton adalah pusat dari ekosistem sepak bola modern.
Urbie’s!, Piala Dunia selalu soal lebih dari sekadar sepak bola. Ia adalah pengalaman kolektif, momen emosional, dan cerita yang ditunggu empat tahun sekali. Dengan layar penuh tanpa gangguan iklan, FIFA memastikan satu hal: setiap detik pertandingan benar-benar milik kita semua.







