Home News Catatan DLH DKI: Sampah Tahun Baru 2026 di Jakarta Capai 91 Ton

Catatan DLH DKI: Sampah Tahun Baru 2026 di Jakarta Capai 91 Ton

68
0
Catatan DLH DKI: Sampah Tahun Baru 2026 di Jakarta Capai 91 Ton
ilustrasi foto: Freepik

Hi Urbie’s, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta menyisakan catatan penting soal kebersihan kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat total sampah yang dihasilkan selama perayaan pergantian tahun mencapai 91,41 ton. Angka ini memang terdengar besar, namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 132 ton, terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Penurunan volume sampah ini menjadi sinyal positif bahwa pola perayaan masyarakat mulai bergeser ke arah yang lebih sederhana dan terkendali. DLH DKI Jakarta menyebutkan, beberapa faktor utama memengaruhi berkurangnya timbulan sampah tahun ini. Salah satunya adalah pembatasan penggunaan kembang api di sejumlah titik perayaan. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak sepenuhnya mendukung juga membuat aktivitas keramaian berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Konsep perayaan Tahun Baru 2026 yang lebih sederhana turut berperan besar. Banyak warga memilih merayakan pergantian tahun di lingkungan masing-masing, rumah, atau ruang publik terdekat tanpa euforia berlebihan. Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya sampah konsumsi sekali pakai seperti plastik, kemasan makanan, dan botol minuman yang biasanya mendominasi sampah pasca perayaan besar.

Baca Juga:

Meski demikian, tantangan kebersihan tetap menjadi perhatian serius. Setelah acara pergantian tahun berakhir, ribuan petugas kebersihan langsung bergerak cepat sejak malam hingga menjelang subuh. Mereka menyisir berbagai titik pusat keramaian di Jakarta, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia, koridor Sudirman–MH Thamrin, kawasan SCBD, Monumen Nasional, hingga Lapangan Banteng. Targetnya jelas, memastikan Jakarta kembali bersih sebelum aktivitas warga dimulai keesokan paginya.

Momentum Tahun Baru 2026 ini bisa menjadi pengingat bersama bahwa perayaan tidak selalu harus identik dengan keramaian berlebihan dan produksi sampah yang masif. Kota yang bersih adalah hasil kolaborasi antara kebijakan pemerintah, kerja keras petugas lapangan, dan kesadaran warganya. Ke depan, konsistensi menjadi kunci. Edukasi publik, penegakan aturan, dan partisipasi warga perlu terus diperkuat agar penurunan sampah tidak hanya terjadi saat tahun baru, tetapi juga dalam berbagai acara besar lainnya. Dengan begitu, Jakarta tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga melangkah ke masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.