Hi Urbie’s! Setiap awal tahun di Jepang selalu punya satu tontonan yang ditunggu-tunggu: program spesial “GeinÃ…Âjin Kakuzuke Check”, sebuah ajang adu selera yang mempertemukan hiburan, kemewahan, dan ketajaman insting para selebritas. Namun di antara banyak bintang yang datang dan pergi, satu nama kembali mencuri perhatian publik dengan konsistensi yang nyaris mustahilâ€â€GACKT.
Musisi asal Jepang ini kembali tampil di edisi Tahun Baru 2025 dan sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai ikon selera tinggi. Dalam penampilannya kali ini, GACKT sukses menjawab seluruh tantangan dengan benar, memperpanjang rekor pribadinya menjadi puluhan kemenangan sempurna berturut-turut sejak pertama kali tampil di acara tersebut. Sebuah pencapaian yang membuatnya nyaris identik dengan kata “tak terkalahkan”.
Acara Legendaris, Konsep yang Ikonik
Dipandu oleh Masatoshi Hamada dari duo legendaris Downtown, GeinÃ…Âjin Kakuzuke Check menantang para selebritas untuk membedakan barang atau pengalaman kelas atas dengan versi standar atau imitasi. Kategorinya beragam: mulai dari wine mahal, pertunjukan musik, hidangan kelas dunia, karya seni, hingga budaya tradisional Jepang.
Aturannya sederhana tapi kejam. Jawaban benar akan mengangkat status pesertaâ€â€dari “kelas satu” hingga elit. Namun satu kesalahan saja bisa membuat mereka terdegradasi secara memalukan, bahkan berakhir dengan label ekstrem: “no value to show” atau “tak layak dipamerkan”.
Di sinilah GACKT selalu tampil seperti pemain catur yang membaca langkah lawan jauh ke depan.
Kepekaan Selera yang Nyaris Mistis
Sejak awal episode, GACKT langsung menunjukkan kelasnya. Dalam segmen wine, ia dengan yakin membedakan wine kelas satu seharga ¥1.000.000 dari wine Spanyol bernilai ¥5.000. Tak hanya memilih dengan benar, GACKT bahkan mampu mengidentifikasi varietas anggur Pinot Noir dan memprediksi label legendarisnya sebagai Chambertin Clos de Bèze.
Momen ini sontak memicu decak kagum, baik dari peserta lain maupun penonton di rumah. Bagi fans, ini bukan lagi kejutanâ€â€melainkan konfirmasi bahwa GACKT memang bermain di level berbeda.
Keunggulan itu berlanjut ke kategori lain. Ia sukses mengenali performa musik dari instrumen string bernilai tinggi, membedakannya dari versi standar. Di segmen kuliner, GACKT juga tanpa ragu memilih hidangan racikan chef berbintang Michelin, membuktikan bahwa kepekaan inderanya tak hanya terlatih, tapi terasah.
Tegang di Ikebana, Tenang di Noh
Salah satu segmen paling menegangkan datang dari kategori Ikebana. Di sini, peserta harus membedakan rangkaian bunga asli karya seniman ternama Shogo Kariyazaki dengan replika yang ternyata dibuat dari permen. Bahkan GACKT sempat terlihat raguâ€â€sebuah pemandangan langka.
Baca Juga:
- Waspada Super Flu! Rano Karno Ingatkan Warga Jakarta Tetap Jaga Kesehatan
- Inilah 5 Cara Memilih Ikan Segar dipasar untuk Pemula
- JKT48 Tegas Lawan Penyalahgunaan AI, Tegaskan Idol Bukan Objek dan Rasa Aman Tak Bisa Ditawar
Namun, alih-alih mengandalkan tebakan, ia memilih mempercayai pemahamannya terhadap gaya dan filosofi karya Kariyazaki. Keputusan itu kembali berbuah manis. Jawabannya benar, dan penonton pun kembali dibuat terpukau.
Di segmen penutup, kategori Noh, GACKT menuntaskan penampilannya dengan sempurna. Tanpa cela. Tanpa salah. Rekor pun berlanjut.
Tim Jatuh, GACKT Tetap Berdiri
Sayangnya, kesempurnaan individu GACKT tak sepenuhnya menular ke timnya. Bersama DAIGO dan Sho Kiryuin dari Golden Bomber, GACKT harus menerima kenyataan pahit di segmen sukiyaki. Kedua rekannya keliru memilih dagingâ€â€mengira daging kanguru sebagai pilihan premium, alih-alih daging sapi Tokyo berkualitas tinggi.
Kesalahan itu membuat status tim langsung anjlok ke level paling bawah. Ekspresi frustrasi GACKT pun menjadi sorotan kameraâ€â€sebuah momen yang justru menghibur penonton dan menjadi bahan obrolan di media sosial.
Lebih dari Sekadar Acara TV
Sejak debutnya di acara ini pada 2009, GACKT telah menjelma menjadi simbol konsistensi dan selera elit. Rekor kemenangan beruntunnya bukan sekadar gimmick televisi, melainkan representasi dari disiplin, pengalaman, dan ketajaman rasa yang dibangun selama bertahun-tahun.
Bagi Urbie’s, kisah GACKT di GeinÃ…Âjin Kakuzuke Check adalah pengingat bahwa konsistensi adalah bentuk kehebatan yang paling sulit ditiru. Di dunia hiburan yang serba cepat dan penuh sensasi, GACKT memilih jalur yang berbeda: tenang, presisi, dan nyaris tanpa cela.
Dan setiap Tahun Baru, ia kembaliâ€â€bukan sekadar untuk menang, tapi untuk menegaskan satu hal: kelas sejati tak pernah kebetulan.
program spesial “GeinÃ…Âjin Kakuzuke Check”, sebuah ajang adu selera yang mempertemukan hiburan, kemewahan, dan ketajaman insting para selebritas. Namun di antara banyak bintang yang datang dan pergi, satu nama kembali mencuri perhatian publik dengan konsistensi yang nyaris mustahilâ€â€GACKT.








