Hi Urbie’s!, dunia Pokémon kembali mencetak sejarahâ€â€kali ini bukan lewat game atau anime, melainkan lewat museum. Field Museum Chicago resmi mengumumkan bahwa Pokémon Fossil Museum Exhibition akan melakukan debut perdananya di Amerika Utara mulai 22 Mei 2026 hingga 11 April 2027. Pameran ini menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan dunia fiksi Pokémon dengan ilmu paleontologi nyata, menjadikannya salah satu pameran paling ambisius yang pernah ada.
Bayangkan berdiri di hadapan SUE the T. rex, fosil Tyrannosaurus rex legendaris milik Field Museum, lalu membandingkannya langsung dengan Pokémon fosil seperti Tyrantrum dan Archeops. Di sinilah sains dan imajinasi bertemuâ€â€bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai dua dunia yang saling melengkapi.
Kolaborasi Unik Pokémon dan Ilmu Pengetahuan
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Museum Nasional Alam dan Sains Jepang dan The Pokémon Company, yang sebelumnya telah sukses digelar di Jepang. Namun Chicago menjadi kota pertama di luar Asia yang menghadirkan pameran ini secara internasional, sekaligus menandai momen penting bagi penggemar Pokémon di Amerika Utara.
Konsepnya sederhana namun memikat: memperlakukan Pokémon seolah-olah mereka adalah makhluk prasejarah sungguhan. Setiap Pokémon fosil dipresentasikan layaknya spesimen museumâ€â€lengkap dengan interpretasi ilmiah, replika, instalasi visual, dan narasi edukatif. Hasilnya adalah pengalaman imersif yang bukan hanya menghibur, tetapi juga membuka rasa ingin tahu tentang evolusi, fosil, dan sejarah kehidupan di Bumi.

Excavator Pikachu hingga Ilmuwan Asli Field Museum
Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah kehadiran Excavator Pikachu, ikon Pokémon yang tampil sebagai arkeolog kecil penuh rasa ingin tahu. Pengunjung juga akan “bertemu” dengan para Pokémon Professor, serta tiga ilmuwan nyata dari Field Museum: Arjan Mann, Akiko Shinya, dan Jingmai O’Connor.
Ketiganya ditampilkan sebagai bagian dari pameran untuk menjelaskan penelitian mereka, memperkenalkan alat-alat ekskavasi fosil, serta berbagi pengalaman bekerja di lapangan dan di balik layar museum. Pendekatan ini membuat ilmu pengetahuan terasa lebih dekat, personal, dan mudah dipahamiâ€â€terutama bagi generasi muda.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat alat penggalian dan persiapan fosil sungguhan, model Pokémon favorit penggemar, serta soundscape imersif yang membawa suasana seolah menjelajah masa prasejarah Pokémon.
Baca Juga:
- Waspada Super Flu! Rano Karno Ingatkan Warga Jakarta Tetap Jaga Kesehatan
- Inilah 5 Cara Memilih Ikan Segar dipasar untuk Pemula
- JKT48 Tegas Lawan Penyalahgunaan AI, Tegaskan Idol Bukan Objek dan Rasa Aman Tak Bisa Ditawar
Field Museum, Rumah yang Tepat untuk Pokémon Fosil
Dipilihnya Field Museum sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Terletak di tepi ikonik Danau Michigan, museum ini dibuka untuk publik pada 1921, namun akarnya sudah ada sejak World’s Columbian Exposition 1893 di Chicago. Saat itu, lebih dari 65.000 artefak dipamerkan di “White City” dan menjadi cikal bakal koleksi museum.
Nama Field Museum sendiri diambil dari Marshall Field, dermawan yang menyumbangkan US$1 juta demi terwujudnya museum permanen. Sejak resmi berdiri pada 1894, koleksi museum ini telah berkembang menjadi hampir 40 juta artefak dan spesimen, menjadikannya salah satu museum sejarah alam terbesar di dunia.
Hingga kini, misi Field Museum terus berkembangâ€â€mulai dari riset ilmiah, konservasi ekosistem, dokumentasi spesies baru, hingga edukasi lintas budaya. Kehadiran Pokémon Fossil Museum Exhibition menjadi bukti bahwa museum juga bisa menjadi ruang kreatif yang relevan dengan budaya pop modern.
Lebih dari Sekadar Pameran Hiburan
Meski dikemas sebagai hiburan, pameran ini memiliki nilai edukatif yang kuat. Pengunjung diajak memahami bagaimana ilmuwan mempelajari fosil, bagaimana interpretasi ilmiah dibangun, dan bagaimana imajinasi bisa menjadi pintu masuk untuk mencintai sains.
Kolaborasi ini juga menunjukkan bagaimana dunia fiksi dapat menjadi medium efektif untuk edukasi, tanpa menghilangkan esensi ilmiah. Pokémon bukan sekadar karakter, tetapi jembatan antara generasi muda dan ilmu pengetahuan.
Wajib Masuk Bucket List 2026
Urbie’s!, jika kamu penggemar Pokémon, pencinta museum, atau sekadar penikmat pengalaman unik, Pokémon Fossil Museum Exhibition di Field Museum Chicago jelas wajib masuk bucket list 2026. Ini bukan hanya tentang nostalgia, tetapi tentang bagaimana cerita, sains, dan imajinasi bisa bersatu dalam satu ruang pamer.
Satu hal yang pasti: di Chicago nanti, Pokémon bukan hanya hidup di layarâ€â€mereka “bangkit” dari fosil.








