Home Highlight Indonesia Resmi Miliki Hotel di Mekah untuk Jemaah Haji 2027

Indonesia Resmi Miliki Hotel di Mekah untuk Jemaah Haji 2027

72
0
ilustrasi Indonesia Resmi Miliki Hotel di Mekah untuk Jemaah Haji 2027 - sumber foto Google
ilustrasi Indonesia Resmi Miliki Hotel di Mekah untuk Jemaah Haji 2027 - sumber foto Google

Hi Urbie’s, Indonesia kembali mencatatkan sejarah penting di panggung internasional. Untuk pertama kalinya, pemerintah Indonesia resmi memiliki hotel di Mekah, Arab Saudi. Hotel ini ditargetkan mulai digunakan pada musim haji 2027 dan menjadi bagian dari proyek besar pembangunan Kampung Haji Indonesia di kawasan Tahrir, Mekah. Langkah strategis ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga simbol kuat diplomasi Indonesia di level global.

Kabar bersejarah ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil memenangkan proses bidding sehingga resmi memiliki aset berupa hotel di Kota Suci. Pencapaian ini disebut sebagai tonggak baru karena sebelumnya kepemilikan aset oleh negara asing di Arab Saudi tidak memungkinkan secara regulasi.

Menurut Prasetyo, perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi menjadi kabar baik bagi Indonesia, khususnya bagi umat Islam. Untuk pertama kalinya, sebuah negara asing diizinkan memiliki aset di wilayah tersebut. Ia menilai keputusan ini sebagai hadiah besar bagi bangsa Indonesia sekaligus bukti hubungan diplomatik yang semakin kuat antara Indonesia dan Arab Saudi.

Pengumuman keberhasilan ini sebelumnya disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam forum retret kabinet. Pemerintah pun memberikan apresiasi atas peran besar diplomasi yang dijalankan, termasuk dukungan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, sehingga Indonesia mampu mengamankan proyek strategis tersebut.

Hotel milik Indonesia ini ditargetkan mulai beroperasi pada musim haji 2027. Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan bahwa lokasi hotel berada di kawasan Tahrir, salah satu area strategis di Mekah. Saat ini, kawasan tersebut masih dalam tahap survei oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai bagian dari persiapan pengembangan Kampung Haji Indonesia.

Baca Juga:

Rosan Roeslani juga menjelaskan bahwa proyek Kampung Haji Indonesia direncanakan mulai dibangun pada kuartal keempat 2026. Danantara Indonesia telah menyiapkan dana sebesar US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun untuk pengembangan kawasan tersebut. Dana ini akan digunakan untuk membangun 13 tower hotel lengkap dengan pusat perbelanjaan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia.

Selain rencana pembangunan tower baru, Indonesia juga telah mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel ini memiliki tiga tower dengan total 1.461 kamar dan mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji. Tidak hanya itu, Indonesia juga membeli lahan seluas 5 hektare di depan area Novotel yang akan dikembangkan menjadi hotel baru dan pusat perbelanjaan modern.

Dengan tambahan 13 tower baru, kapasitas akomodasi diproyeksikan meningkat secara signifikan. Jumlah kamar diperkirakan mencapai 6.025 unit yang mampu menampung sekitar 23 ribu jemaah haji Indonesia. Angka ini menjadi solusi konkret atas tantangan akomodasi yang selama ini dihadapi jemaah, terutama saat puncak musim haji.

Proyek ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia. Kepemilikan hotel sendiri juga membuka peluang efisiensi biaya dan pengelolaan yang lebih terarah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

Bagi Urbie’s, langkah ini menunjukkan bagaimana diplomasi, investasi, dan kepentingan umat dapat berjalan beriringan. Indonesia tidak hanya hadir sebagai tamu di Tanah Suci, tetapi kini juga sebagai pemilik aset strategis yang membawa manfaat jangka panjang bagi jemaah dan negara.