Home Entertainment Santi Indri Tembus Screening Humanity, Program Dokumenter Legendaris KBS yang Tayang Sejak...

Santi Indri Tembus Screening Humanity, Program Dokumenter Legendaris KBS yang Tayang Sejak Tahun 2000

492
0
Santi Indri Tembus Screening Humanity - sumber foto Instagram Santi Indri
Santi Indri Tembus Screening Humanity - sumber foto Instagram Santi Indri
Urbanvibes

Hi Urbie’s!, pencapaian Santi Indri di Korea Selatan kembali menorehkan catatan membanggakan. Setelah sukses mencuri perhatian publik lewat ajang National Singing Contest, langkah Santi kini melaju ke level yang lebih dalam dan bermakna. Ia resmi menjadi bagian dari KBS Screening Humanity (인간극장), sebuah program dokumenter legendaris milik Korean Broadcasting System (KBS) yang telah mengudara sejak 1 Mei 2000.

Masuknya Santi Indri ke dalam Screening Humanity bukan sekadar tampil di televisi Korea. Program ini dikenal luas sebagai salah satu dokumenter paling berpengaruh di Negeri Ginseng, yang menyoroti kisah kehidupan nyata manusia biasa dengan pendekatan humanis, intim, dan penuh empati.

Apa Itu Screening Humanity?

Bagi Urbie’s yang belum familiar, Screening Humanity adalah program dokumenter harian KBS yang tayang setiap hari kerja, dari pukul 07.50 hingga 08.25 pagi waktu Korea Selatan di KBS1. Selama lebih dari dua dekade, acara ini menjadi rutinitas pagi jutaan keluarga Korea.

Alih-alih sensasi atau drama buatan, Screening Humanity mengangkat potret kehidupan nyata: keluarga, pekerja migran, lansia, pasangan lintas budaya, hingga individu yang menjalani kehidupan sederhana dengan kisah luar biasa. Program ini terkenal karena kejujurannya, tanpa naskah berlebihan, dan fokus pada nilai kemanusiaan.

Masuk ke dalam program ini berarti kisah seseorang dianggap layak didengar oleh publik Korea secara luas.

Episode “우리 며느리 유나 (Menantuku Yuna)”

Santi Indri akan tampil dalam episode berjudul “우리 며느리 유나” (Menantuku Yuna), yang dijadwalkan tayang pada 12–16 Januari, setiap pagi pukul 07.50 KST.

Judul episode ini mengisyaratkan tema keluarga dan relasi lintas budaya—topik yang sangat dekat dengan semangat Screening Humanity. Program ini kerap menyoroti dinamika kehidupan keluarga multikultural di Korea Selatan, termasuk bagaimana individu asing beradaptasi, membangun rumah, dan menemukan tempatnya di masyarakat Korea.

Kehadiran Santi Indri sebagai perempuan Indonesia dalam narasi ini menjadi sorotan penting. Ia tidak hanya hadir sebagai bintang tamu, tetapi sebagai subjek cerita, dengan kehidupan nyata yang disorot secara mendalam.

Kebanggaan yang Dibagikan Santi Indri

Melalui akun Instagram pribadinya, Santi Indri membagikan cuplikan program tersebut dan menuliskan rasa syukur serta kebanggaannya. Ia menyebut kesempatan ini sebagai pencapaian besar, mengingat Screening Humanity telah tayang konsisten sejak tahun 2000 dan memiliki tempat khusus di hati penonton Korea.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons hangat, baik dari warganet Indonesia maupun Korea. Banyak yang melihat kehadiran Santi sebagai representasi positif orang Indonesia di luar negeri, bukan hanya lewat prestasi, tetapi juga melalui kisah hidup.

Baca Juga:

Screening Humanity Bukan Program Hiburan Biasa

Urbie’s!, yang membuat pencapaian ini istimewa adalah posisi Screening Humanity dalam ekosistem media Korea. Program ini bukan ajang pencarian bakat atau variety show. Ia adalah ruang refleksi sosial, tempat publik Korea belajar memahami orang lain.

Masuknya Santi Indri ke dalam program ini berarti kisahnya dianggap relevan untuk membuka percakapan tentang keluarga, budaya, dan kemanusiaan. Ini adalah bentuk pengakuan yang berbeda—lebih sunyi, tetapi jauh lebih bermakna.

Representasi Indonesia di Televisi Korea

Di tengah dominasi narasi lokal, Screening Humanity jarang menghadirkan tokoh asing tanpa alasan kuat. Kehadiran Santi Indri menunjukkan bahwa cerita orang Indonesia kini ikut menjadi bagian dari percakapan sosial di Korea Selatan.

Bagi diaspora Indonesia, ini adalah momen yang menguatkan. Bahwa hidup, berjuang, dan berkontribusi di negeri orang bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang diakui dan dihargai.

Lebih dari Sekadar Panggung

Jika sebelumnya Santi dikenal lewat panggung musik, kali ini ia hadir lewat kisah hidup. Tanpa lampu sorot megah, tanpa sorak penonton, tetapi dengan kamera yang merekam keseharian dan emosi apa adanya.

Urbie’s!, justru di situlah kekuatan Screening Humanity. Ia tidak mencari kesempurnaan, tetapi kejujuran.

Tonggak Baru Perjalanan Santi Indri

Masuknya Santi Indri ke Screening Humanity bisa menjadi tonggak penting dalam perjalanannya di Korea Selatan. Bukan hanya sebagai penyanyi berprestasi, tetapi sebagai individu dengan cerita yang mampu menyentuh lintas budaya.

Di tengah dunia yang serba cepat dan viral, kisah Santi di program ini mengingatkan kita bahwa cerita manusia yang tulus selalu punya tempat—bahkan di televisi nasional Korea yang telah berdiri lebih dari 20 tahun.

Dan pagi-pagi Korea, mulai pukul 07.50, cerita itu kini datang dari seorang perempuan Indonesia.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here