Home Highlight Pasar Baru Bersiap Wajah Baru, Revitalisasi Terintegrasi MRT dan TOD Monas Mulai...

Pasar Baru Bersiap Wajah Baru, Revitalisasi Terintegrasi MRT dan TOD Monas Mulai 2026

101
0
pemerintah daerah Jakarta siap merivitalisasi Pasar Baru - sumber foto Wikipedia
pemerintah daerah Jakarta siap merivitalisasi Pasar Baru - sumber foto Wikipedia
Urbanvibes

Hi Urbie’s!, kawasan Pasar Baru yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat perniagaan legendaris Jakarta bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan melakukan revitalisasi Pasar Baru, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari penataan besar kawasan Glodok, Pecinan, dan Kota Tua. Proyek ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026, sekaligus menjadi bagian penting dari transformasi wajah Jakarta menuju kota global berbasis transportasi massal.

Revitalisasi Pasar Baru tidak berdiri sendiri. Kawasan ini akan terintegrasi langsung dengan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Monas serta proyek strategis MRT Jakarta Fase 2A rute Harmoni–Kota. Artinya, Pasar Baru ke depan bukan hanya pusat belanja dan wisata sejarah, tetapi juga simpul mobilitas yang terkoneksi dengan sistem transportasi modern.

Fokus MRT Jadi Prioritas Awal

Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa fokus utama Pemprov DKI saat ini masih berada pada penyelesaian proyek MRT Jakarta. Salah satu agenda terdekat adalah groundbreaking MRT di kawasan Duta Merlin, yang ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat sebelum pekerjaan dilanjutkan hingga wilayah Kota Tua.

Menurut Pramono, keberhasilan pengembangan kawasan Pasar Baru sangat bergantung pada infrastruktur transportasi yang menopangnya. Karena itu, Pemprov memilih pendekatan bertahap: transportasi massal diselesaikan lebih dulu, lalu kawasan sekitarnya ditata agar tumbuh selaras.

Namun begitu, Pramono memastikan revitalisasi Pasar Baru tidak akan menunggu seluruh proyek transportasi rampung. Penataan kawasan tetap akan dimulai agar Pasar Baru bisa langsung terhubung dengan jaringan MRT dan TOD, sekaligus menghindari stagnasi ekonomi di kawasan tersebut.

Pasar Baru: Antara Sejarah dan Masa Depan

Urbie’s!, Pasar Baru bukan sekadar kawasan belanja. Ia adalah salah satu kawasan tertua di Jakarta, dengan jejak sejarah yang membentang sejak era kolonial. Dari toko tekstil legendaris, bangunan tua bergaya Eropa, hingga jejak budaya Tionghoa dan Betawi, Pasar Baru menyimpan identitas Jakarta yang berlapis.

Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini menghadapi tantangan serius: penurunan kunjungan, infrastruktur yang menua, serta kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Revitalisasi yang direncanakan Pemprov DKI diharapkan menjadi jawaban atas persoalan tersebut, tanpa menghilangkan ruh sejarahnya.

Penataan ini diproyeksikan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan dan pedestrian, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, wisata, dan budaya di Pasar Baru.

Terhubung Langsung dengan TOD Monas

Integrasi dengan TOD Monas menjadi kunci penting revitalisasi ini. Konsep TOD menempatkan kawasan hunian, komersial, dan ruang publik dalam radius yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari transportasi massal.

Dengan pendekatan ini, Pasar Baru tidak lagi hanya menjadi destinasi yang didatangi secara khusus, tetapi juga ruang hidup yang dilewati dan digunakan setiap hari oleh pengguna MRT dan transportasi publik lainnya.

Bagi Urbie’s yang sering mengeluhkan kemacetan dan sulitnya akses ke kawasan tua Jakarta, konsep ini menjanjikan pengalaman kota yang lebih ramah pejalan kaki, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Glodok, Pecinan, dan Kota Tua Ikut Tertata

Revitalisasi Pasar Baru juga menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan bersejarah Jakarta. Pemprov DKI menyiapkan berbagai proyek infrastruktur lain yang menyasar Glodok, Pecinan, dan Kota Tua, kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi namun selama ini belum tertata optimal.

Penataan ini diharapkan menciptakan koridor sejarah dan budaya yang saling terhubung, menjadikan Jakarta Pusat sebagai destinasi wisata urban yang hidup, bukan sekadar monumen masa lalu.

Dengan konektivitas transportasi yang lebih baik, kawasan-kawasan ini berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Revitalisasi Tanpa Menghapus Identitas

Salah satu tantangan terbesar revitalisasi kawasan bersejarah adalah menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian. Pramono menegaskan bahwa penataan Pasar Baru tidak bertujuan menghapus identitas lama, melainkan menata ulang agar relevan dengan kebutuhan kota masa kini.

Pendekatan ini penting agar pedagang lama, komunitas lokal, dan bangunan bersejarah tetap menjadi bagian dari ekosistem kawasan, bukan tersingkir oleh pembangunan baru.

Jakarta Menuju Kota Terhubung

Urbie’s!, revitalisasi Pasar Baru adalah potongan penting dari puzzle besar Jakarta. Kota ini sedang bergerak menuju sistem urban yang lebih terhubung, terintegrasi, dan berorientasi pada transportasi publik.

Ketika MRT, TOD, dan kawasan bersejarah berjalan seiring, Jakarta tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun ulang cara warganya berinteraksi dengan kota.

Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, pertengahan 2026 bisa menjadi awal kebangkitan Pasar Baru—bukan sebagai nostalgia semata, tetapi sebagai ruang kota baru yang menyatu antara sejarah dan masa depan.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here