Home Entertainment Rhoma Irama x JKT48: Ketika Dangdut Legendaris Bertemu Pop Generasi Z di...

Rhoma Irama x JKT48: Ketika Dangdut Legendaris Bertemu Pop Generasi Z di Panggung Indosiar

209
0
Rhoma Irama x JKT48 - sumber foto Instagram
Rhoma Irama x JKT48 - sumber foto Instagram
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Malam itu, Studio Emtek Daan Mogot tak sekadar menjadi lokasi perayaan ulang tahun stasiun televisi. Ia berubah menjadi ruang lintas generasi. Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut, membuat kejutan besar dengan tampil satu panggung bersama JKT48 dalam Konser Raya 31 Tahun Indosiar Luar Biasa, Sabtu (10/1). Kolaborasi yang di atas kertas terasa tak terduga ini justru menjadi salah satu momen paling dibicarakan publik.

Dangdut klasik yang sarat sejarah bertemu pop enerjik ala idol group. Dua dunia yang selama ini dianggap berjauhan, malam itu menyatu tanpa jarak.

Momen Rhoma Irama x JKT48 yang Tak Pernah Terbayangkan

Bagi banyak penonton, melihat Rhoma Irama dan JKT48 berdiri di panggung yang sama terasa seperti menyaksikan dua era musik Indonesia saling menyapa. Rhoma, ikon musik yang namanya lekat dengan perjuangan, kritik sosial, dan dakwah lewat dangdut, berdampingan dengan JKT48, simbol budaya pop modern yang tumbuh bersama media sosial dan fandom generasi muda.

Ketika intro lagu mulai terdengar, reaksi penonton langsung riuh. Kolaborasi ini bukan sekadar tempelan nama besar, melainkan dirancang sebagai pertunjukan penuh energi. Koisuru Fortune Cookie, lagu ikonik JKT48, dibawakan dengan nuansa berbeda saat Rhoma Irama ikut meramaikan suasana. Sebaliknya, Darah Muda—lagu legendaris Rhoma—mendapat sentuhan segar dengan koreografi khas JKT48 yang ceria dan dinamis.

Di sinilah letak kejutannya: tak ada yang saling menenggelamkan. Dangdut tetap dangdut, pop tetap pop, namun keduanya saling menguatkan.

Panggung yang Menyatukan Generasi

Kolaborasi ini terasa simbolik. Di tengah industri musik yang semakin tersegmentasi oleh usia dan selera, penampilan Rhoma Irama dan JKT48 seolah mengirim pesan bahwa musik tak pernah mengenal batas generasi. Orang tua yang tumbuh bersama lagu-lagu Rhoma bisa menikmati semangat JKT48, sementara penggemar muda JKT48 diperkenalkan pada sosok legenda yang membentuk wajah musik Indonesia.

Dari sudut pandang penonton televisi maupun yang hadir langsung di studio, momen ini seperti jembatan. Jembatan antara masa lalu yang sarat nilai dan masa kini yang penuh energi.

JKT48: Gugup, Bangga, dan Terharu

Bagi para member JKT48 sendiri, momen ini bukan sekadar tampil di acara besar. Ini adalah pengalaman personal. Eli JKT48 secara terbuka mengungkapkan perasaan bangganya bisa satu panggung dengan Rhoma Irama.

“Iya suatu kehormatan besar banget buat kita, karena kita bisa dapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan salah satu penyanyi legendaris Indonesia,” ujar Eli.

Baca juga:

Pernyataan itu terasa tulus. Bagi generasi idol yang selama ini lebih akrab dengan layar digital dan panggung modern, berdiri di samping sosok yang selama puluhan tahun menjadi ikon televisi nasional adalah pengalaman emosional. Mereka bukan hanya bernyanyi, tetapi juga belajar langsung tentang sejarah dan dedikasi dalam bermusik.

Rhoma Irama dan Relevansi yang Tak Pernah Pudar

Di sisi lain, kehadiran Rhoma Irama dalam kolaborasi ini kembali membuktikan satu hal: relevansi tak selalu soal usia. Di usia yang sudah melewati setengah abad karier, Rhoma justru tampil terbuka terhadap kolaborasi lintas genre dan generasi. Ia tidak berdiri sebagai figur yang “harus dihormati dari jauh”, melainkan sebagai seniman yang mau berbagi panggung.

Ini bukan kali pertama Rhoma menunjukkan kemampuan beradaptasi, namun kolaborasinya dengan JKT48 memberi pesan kuat bahwa dangdut tetap hidup, berkembang, dan bisa berdialog dengan budaya pop modern.

Reaksi Publik dan Media Sosial Rhoma Irama x JKT48

Tak butuh waktu lama bagi kolaborasi ini untuk menjadi perbincangan hangat. Media sosial dipenuhi komentar netizen yang terkejut, terhibur, sekaligus kagum. Banyak yang mengaku awalnya skeptis, namun akhirnya justru menikmati perpaduan dua gaya musik tersebut.

Sebagian menyebut penampilan ini sebagai salah satu kolaborasi paling “Indonesia”: meriah, beragam, dan penuh warna. Ada pula yang menilai momen ini sebagai bukti bahwa industri hiburan nasional mulai berani bereksperimen tanpa takut melanggar sekat genre.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Konser Raya 31 Tahun Indosiar Luar Biasa tak hanya merayakan usia sebuah stasiun televisi, tetapi juga merayakan perjalanan musik Indonesia itu sendiri. Kolaborasi Rhoma Irama dan JKT48 menjadi simbol bahwa musik adalah ruang dialog, bukan kompetisi.

Bagi Urbie’s, momen ini layak dikenang bukan hanya karena kejutannya, tetapi karena maknanya. Di satu panggung, dangdut dan pop, legenda dan generasi muda, tradisi dan modernitas, semua bertemu dan bersuara bersama.

Dan malam itu, Indonesia kembali diingatkan bahwa musik terbaik sering lahir dari keberanian untuk menyatukan yang berbeda.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here