Home Highlight Siapa Dapat La Fève Jadi Raja! Klub Galette des Rois di Resmikan...

Siapa Dapat La Fève Jadi Raja! Klub Galette des Rois di Resmikan Y.M. Fabien Penone, Perkenalkan Tradisi Awal Tahun Perancis

127
0
Perersmian Klub Galette des Rois oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Y.M. Fabien Penone, beserta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, William Wongso dan tamu undangan - sumber foto Adi/Urbanvibes
Perersmian Klub Galette des Rois oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Y.M. Fabien Penone, beserta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, William Wongso dan tamu undangan - sumber foto Adi/Urbanvibes
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Dunia gastronomi Indonesia kembali mendapat warna baru dengan sentuhan tradisi Prancis yang ikonik. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Y.M. Fabien Penone, secara resmi meresmikan Klub Galette des Rois pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Wisma Duta Besar Prancis, Jakarta. Ini menjadi kali pertama klub Galette des Rois diluncurkan di Indonesia, sekaligus menandai babak baru dalam pertukaran budaya kuliner kedua negara.

Acara peresmian ini mempertemukan para pembuat roti dan chef pastry yang secara aktif menghadirkan galette des rois di outlet restoran, hotel, kafe, hingga pastry shop mereka masing-masing. Klub ini beranggotakan pastry chef dari berbagai latar, mulai dari hotel bintang lima hingga usaha pastry independen, mencerminkan semangat inklusif dan kolaboratif dalam dunia gastronomi.

Sejumlah tokoh penting turut hadir sebagai undangan, di antaranya William Wongso, Chef Marinka, Vindy Lee, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, serta para tamu duta besar Prancis. Kehadiran para figur ini menegaskan posisi gastronomi sebagai jembatan diplomasi budaya yang semakin relevan.

Bagian dari Diplomasi Gastronomi Prancis–Indonesia

Peresmian Klub Galette des Rois bukanlah acara yang berdiri sendiri. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyoroti minat bersama Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi. Selain menjadi pendorong pertukaran budaya, kreativitas, dan daya tarik kuliner, klub ini juga menjadi kelanjutan dari Pekan Gastronomi Prancis yang secara tradisional diselenggarakan setiap tahun pada bulan Oktober.

Melalui pendekatan ini, gastronomi ditempatkan bukan hanya sebagai soal rasa, tetapi juga sebagai medium cerita, sejarah, dan kebersamaan lintas budaya.

Y.M. Fabien Penone, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan William Wongso menikmati Galette des Rois - sumber foto Adi/Urbanvibes
Y.M. Fabien Penone, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan William Wongso menikmati Galette des Rois – sumber foto Adi/Urbanvibes

Galette des Rois, Pastry Sarat Makna Sejarah

Klub Galette des Rois bertujuan memperkenalkan sekaligus mempromosikan galette des rois, kue khas Prancis yang lekat dengan tradisi budaya. Asal-usul galette dapat ditelusuri hingga ke perayaan Romawi Kuno, yang berkaitan dengan titik balik matahari musim dingin dan simbol pembaruan alam. Kini, galette des rois dikonsumsi sekitar Hari Epifani (6 Januari) dan telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Prancis sebagai momen kebersamaan dan berbagi.

Popularitasnya pun luar biasa. Setiap tahun, hampir 60 juta galette terjual di Prancis—hampir satu galette per orang hanya dalam rentang tiga minggu. Angka ini menunjukkan betapa pastry ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya.

Baca juga:

Dari Eropa hingga Asia, Kini Hadir di Indonesia

Di luar Prancis, tradisi galette des rois juga dirayakan di berbagai belahan dunia, termasuk sejumlah negara Eropa, Kanada, dan Amerika Latin. Di Asia, galette telah dikenal di Jepang dan Korea Selatan, yang tak lepas dari peran Y.M. Fabien Penone. Sebelum bertugas di Indonesia, ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Prancis untuk Republik Korea (2015–2019), lalu melanjutkan peran strategis di Kementerian Luar Negeri Prancis sebagai Direktur Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional (2019–2022).

Seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap croissant dan pastry khas Prancis lainnya, galette des rois pun secara alami menemukan tempat spesial. Perkembangan apresiasi terhadap budaya bakery Prancis membuat pastry ini semakin relevan dan mudah diterima oleh lidah lokal.

Tradisi La Fève dan Makna Kebersamaan

Galette des rois dikenal sebagai pastry berlapis yang diisi krim almond, dengan kejutan kecil di dalamnya berupa figur mungil bernama la fève. Siapa pun yang menemukannya akan dinobatkan sebagai raja atau ratu sehari. Tradisi ini sederhana, namun sarat makna—menghadirkan kegembiraan, interaksi, dan kebersamaan di awal tahun.

Galette des Rois buatan Pullman Central Park Jakarta - sumber foto Adi/Urbanvibes
Galette des Rois buatan Pullman Central Park Jakarta – sumber foto Adi/Urbanvibes

18 Restoran Berpartisipasi di Edisi Perdana

Pada edisi perdana Klub Galette des Rois di Indonesia, tercatat 18 restoran dan hotel berpartisipasi, di antaranya Paul, Pullman Jakarta Central Park, Pullman Thamrin, DoubleTree by Hilton Jakarta Diponegoro, Raffles Jakarta, Fairmont Jakarta, Le Méridien Jakarta, Le Levant, Crustyloaf, Papilion Marketplace, Café d’Aurelie, Sari Delicatessen, Amuz Gourmet, Knots, Mediterranea, Daily Baguette, Fait Maison, dan Bali Nougat.

Dalam sambutannya, Fabien Penone menyampaikan, “Klub Galette des Rois mengumpulkan profesional bakers dan chef pastry untuk memperkenalkan galette des rois dengan dua tujuan: memperkenalkan para chef, sekaligus membantu mempromosikan tradisi kebersamaan di awal tahun melalui pastry ini.”

Lewat kehadiran Klub Galette des Rois, Indonesia kini tak hanya menikmati cita rasa Prancis, tetapi juga merayakan nilai kebersamaan yang menyertainya. Sebuah bukti bahwa gastronomi mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan budaya, cerita, dan rasa.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here