
Hi Urbie’s! Malam Golden Globe Awards 2026 tak hanya diwarnai glamour dan kemenangan karier, tetapi juga momen protes sosial yang kuat di tengah sorotan dunia. Sejumlah selebriti dunia tampil dengan pin bertuliskan “BE GOOD” dan “ICE OUT” di red carpet dan di dalam acara, sebagai bentuk solidaritas terhadap Renee Good, perempuan yang tewas setelah ditembak oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis, Amerika Serikat. Ini jadi salah satu aksi paling kontroversial dan diperbincangkan sepanjang penghargaan musim ini.
Aksi Hollywood di Tengah Panggung Gemerlap
Golden Globes tahun ini berlangsung di Beverly Hilton, Los Angeles, pada 11 Januari 2026. Selain trofi, tata busana, dan pidato kemenangan, media internasional ramai memberitakan bagaimana selebriti mengambil posisi politik mereka secara terbuka. Nama-nama besar seperti Ariana Grande, Mark Ruffalo, Wanda Sykes, Natasha Lyonne, dan Jean Smart terlihat memajang pin anti-ICE di pakaian mereka—sebuah simbol protes terhadap kebijakan imigrasi AS dan tindakan aparat yang menewaskan Good beberapa hari sebelumnya.
Pin hitam-putih ini bukan hanya aksesori fashion. Tulisan seperti “BE GOOD” dan “ICE OUT” membawa pesan simbolik yang kuat: mendorong empati, keadilan, dan kritik terhadap aparat penegak imigrasi AS. Aksi ini menarik perhatian jutaan pemirsa global yang mengikuti Golden Globes secara langsung maupun melalui media sosial.
Siapa Renee Good dan Kenapa Ini Jadi Protes Besar?
Kematian Renee Good menjadi sentral protes yang berkembang luas di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Good, seorang ibu dan warga Minneapolis, Minnesota, tewas dalam insiden ketika seorang agen ICE menembaknya. Kejadian ini memicu gelombang protes nasional terhadap praktik dan kebijakan penegakan imigrasi AS, khususnya yang dilakukan oleh ICE.
Kelompok pendukung Ham Hak Sipil dan aktivis imigrasi melihat insiden tersebut sebagai contoh terbaru dari apa yang mereka sebut kekerasan aparat terhadap warga sipil, terutama di komunitas yang rentan. Organisasi seperti ACLU (American Civil Liberties Union), MoveOn, dan The National Domestic Workers Alliance berada di belakang kampanye pin ini, yang ingin mengangkat nama Renee Good dan menuntut tanggung jawab serta perubahan kebijakan.
Dari Red Carpet ke Panggung Advocacy
Selebriti Hollywood telah lama menggunakan panggung besar untuk menyoroti isu sosial dan politik. Namun, protes anti-ICE di Golden Globes ini menjadi salah satu momen yang paling eksplisit dalam beberapa tahun terakhir. Aktor Mark Ruffalo, yang dikenal vokal atas isu keadilan sosial, memakai pin “BE GOOD” saat berjalan di red carpet. Ia bukan hanya tampil di kamera—aksi ini dipandang sebagai pesan politik yang jelas terhadap jutaan pemirsa.
Komika Wanda Sykes, juga terlihat memajang pin serupa saat tampil di karpet merah. Dalam wawancara sebelum masuk ke acara, Sykes menyampaikan tentang pentingnya suara publik terhadap kebijakan imigrasi yang ia nilai tidak manusiawi dan perlunya masyarakat luas untuk bersuara.
Begitu pula pop icon Ariana Grande dan artis lain seperti Natasha Lyonne serta Jean Smart yang memilih memakai “ICE OUT” untuk menyerukan agar penegak imigrasi AS diperiksa kembali peran dan wewenangnya.
Baca juga:
- Kenapa Kita Suka Buka Tutup Kulkas Tanpa Alasan? Ini Penjelasan Ilmiahnya, Urbie’s!
- Santi Indri Tembus Screening Humanity, Program Dokumenter Legendaris KBS yang Tayang Sejak Tahun 2000
- Bonus Fantastis SEA Games 2025, Martina Ayu Pratiwi Cetak Sejarah dengan Raihan Rp3,4 Miliar
Reaksi Publik: Terbelah antara Dukungan & Kritik
Aksi politik di Golden Globes ini menuai beragam reaksi. Banyak kalangan mendukung para selebriti yang menggunakan platform mereka untuk menyuarakan isu ketidakadilan dan belas kasih terhadap korban seperti Good. “Ini bukti bahwa artis punya peran penting dalam refleksi sosial,” kata seorang pengamat budaya populer.
Namun, tidak semua menyambut positif. Kritik muncul dari sisi yang menilai politik tak seharusnya dibawa ke panggung penghargaan. Beberapa suara di media sosial bahkan mengecam aksi tersebut sebagai bentuk “virtuous signaling” atau hanya pencitraan belaka—sebuah argumen yang memicu perdebatan sengit online.
Golden Globes: Dari Hiburan ke Panggung Perubahan
Golden Globe Awards 2026 tetap menjadi malam prestasi perfilman dan televisi terbaik, dari drama hingga komedi. Namun aksi pin “BE GOOD” dan “ICE OUT” menunjukkan bahwa budaya populer kini menjadi bagian dari percakapan politik dan sosial yang lebih luas. Urbie’s bisa melihat bahwa penghargaan besar seperti ini bukan lagi sekadar soal seni, tetapi juga tentang suara yang diangkat untuk perubahan.
Dengan berjalannya waktu, momen ini kemungkinan akan dikenang sebagai titik di mana Hollywood tidak hanya merayakan karya, tetapi juga mengangkat isu hak asasi dan keadilan imigran di panggung global—menjadi pengingat bahwa selebriti sering kali menjadi cermin kehidupan sosial kita sendiri.





















































