Home Lifestyle Pagelaran Wayang Orang “Basukarna” Siap Tampil di GKJ, Libatkan Seniman Lintas Profesi

Pagelaran Wayang Orang “Basukarna” Siap Tampil di GKJ, Libatkan Seniman Lintas Profesi

139
0
Pagelaran Wayang Orang "Basukarna" Siap Tampil di GKJ, Libatkan Seniman Lintas Profesi
Pagelaran Wayang Orang "Basukarna" Siap Tampil di GKJ, Libatkan Seniman Lintas Profesi

Hi Urbie’s, Satya Budaya Indonesia kembali mempersembahkan Pagelaran Wayang Orang dengan lakon “Basukarna”, yang akan digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Pagelaran ini menjadi momentum kebangkitan kembali Satya Budaya Indonesia setelah sempat terhenti akibat pandemi, sekaligus menandai penyelenggaraan pagelaran ke-24 sejak komunitas ini berdiri pada tanggal 1 Maret 2006 hampir 20 tahun silam.

Satya Budaya Indonesia sebagai komunitas seni lintas profesi berkomitmen melestarikan seni budaya Nusantara, khususnya Wayang Orang. Tahun ini, Satya Budaya Indonesia bangkit kembali sebagai wujud dedikasi berkelanjutan terhadap seni tradisi.

Baca juga:

Ketua penyelenggara Pagelaran Wayang Orang Basukarna, Exacty Sukamdani, mengatakan, Pemilihan lakon Basukarna dilatarbelakangi oleh refleksi atas kondisi sosial dan moral bangsa saat ini, di mana nilai integritas, keadilan, kesetiaan, dan tanggung jawab moral menjadi semakin relevan untuk dihadirkan kembali. “Kisah Basukarna menyuguhkan keteladanan seorang kesatria yang teguh memegang prinsip dan kehormatan, meski harus menghadapi konflik batin dan takdir yang berat,” ujarnya.

Exacty menambahkan, “Lakon ini merupakan banjaran atau biografi singkat Karna, yang menggambarkan perjalanan hidupnya sejak kelahiran, masa remaja saat memperoleh kedudukan sebagai bentuk pengabdiannya di Astina, hingga peran pentingnya sebagai senopati Kurawa dalam Perang Bharatayuda,” tambahnya.

Pada puncak Perang Bharatayuda, Basukarno berhadapan dengan takdir saat harus menghadapi Arjuna, saudara kandungnya dari satu ibu, Dewi Kunthi, dalam duel penentuan, ketika kehormatan, persaudaraan, dan ajal bertemu di satu medan perang. Demi menjunjung kehormatan dan kesetiaan, Basukarno tetap berdiri di pihak Kurawa dan rela gugur sebagai simbol pengorbanan dan keteguhan prinsip.

Pagelaran ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota budaya dan pariwisata, dan juga Bluebird Group, Sahid Group serta Djarum Foundation. Kolaborasi antara seniman, komunitas, pihak swasta dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni pertunjukan tradisi di Jakarta.

Selain menjadi tontonan yang menghibur, pagelaran Basukarna diharapkan dapat menjadi tuntunan moral serta ruang pembelajaran nilai-nilai luhur budaya bangsa bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.