Hi Urbie’s! Tahun 2026 tampaknya akan menjadi momen yang benar-benar bersejarah bagi industri musik global, khususnya bagi K-pop. Rosé, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Australia-Korea yang dikenal sebagai anggota Blackpink, dipastikan akan tampil di panggung Grammy Awards 2026. Bukan sekadar hadir sebagai tamu atau nomine, Rosé mencetak rekor sebagai solois K-pop pertama yang tampil di ajang penghargaan musik paling prestisius di dunia tersebut.
Penampilan ini terasa semakin spesial karena Rosé juga meraih tiga nominasi Grammy sebagai artis solo, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh idola K-pop sebelumnya. Ia masuk dalam kategori umum atau “general field”, yang selama ini dikenal sebagai wilayah paling kompetitif dan prestisius di Grammy Awards. Bersama Bruno Mars, Rosé dinominasikan untuk kategori Record of the Year dan Song of the Year lewat lagu “APT”, serta Best Pop Duo/Group Performance. Ini bukan hanya pengakuan atas popularitas, tetapi juga atas kualitas musikal yang diakui secara global.
Lupakan sejenak pertemuan Rosé di “APT”, karena kini dunia bersiap menyaksikannya berdiri di panggung Grammy. Dalam sebuah wawancara dengan The Hollywood Reporter awal tahun ini, Rosé mengungkapkan perasaannya terkait kemungkinan mencetak sejarah tersebut. Ia mengaku merinding dan menyebut momen ini sebagai pembuktian atas banyak keraguan yang pernah ia rasakan dalam perjalanan kariernya. Bagi Rosé, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan personal, tetapi juga perayaan bagi semua orang yang percaya pada dirinya dan pada musik yang ia ciptakan.
Kesuksesan Rosé dalam beberapa tahun terakhir memang tak bisa dipandang sebelah mata. Pada tahun lalu, ia membawa pulang penghargaan MTV Video Music Awards untuk kategori Song of the Year lewat “APT”. Lagu tersebut bertahan selama 45 minggu di Billboard Hot 100, sebuah pencapaian luar biasa bagi artis solo K-pop. Album debutnya bertajuk Rosie, yang dirilis pada Desember 2024, langsung debut di peringkat ketiga Billboard 200, menegaskan posisinya sebagai kekuatan baru di industri musik global.
Baca Juga:
- Empat Belas Tahun Berselang, Dee Lestari Akhirnya Menyanyikan Perahu Kertas Versinya Sendiri
- Langka dan Bernilai Tinggi, Durian Merah Banyuwangi Jadi Durian Pertama di Indonesia yang Dilindungi
- Chef Indonesia Jadi Koki Pribadi Leonardo DiCaprio, Kisah Jonathan Andre Nugroho Bawa Rasa Nusantara ke Hollywood
Kehadiran Rosé di Grammy Awards 2026 juga menandai tonggak penting bagi K-pop secara keseluruhan di Amerika Serikat. Jika sebelumnya BTS membuka jalan pada 2021 lewat nominasi “Dynamite” di kategori Best Pop Duo/Group Performance, kini Rosé melangkah lebih jauh dengan menembus kategori utama Grammy sebagai solois. Ini menjadi sinyal kuat bahwa K-pop bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian dari arus utama musik dunia.
Selain Rosé, Grammy Awards 2026 juga diramaikan oleh pencapaian lain dari ranah K-pop dan turunannya. Film animasi KPop Demon Hunters mendapatkan sejumlah nominasi, sementara girl group global KATSEYE, yang dibentuk melalui sistem pelatihan K-pop oleh HYBE dan Geffen Records, meraih dua nominasi termasuk Best New Artist. KATSEYE bahkan dijadwalkan tampil dalam segmen khusus bersama para nomine artis pendatang baru lainnya, menegaskan semakin luasnya pengaruh ekosistem K-pop di industri hiburan global.
Bagi Urbie’s yang mengikuti perjalanan K-pop sejak awal, momen ini terasa seperti klimaks dari proses panjang yang penuh kerja keras dan pembuktian. Rosé berdiri di Grammy bukan hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa harapan, identitas, dan suara generasi yang selama ini tumbuh bersama K-pop. Grammy Awards 2026 pun bukan sekadar panggung, melainkan simbol pengakuan dunia terhadap musik lintas budaya yang kini tak lagi mengenal batas.
















































