Hi Urbie’s,
Di era media sosial seperti sekarang, rasanya mudah sekali terjebak dalam ilusi hubungan yang terlihat sempurna. Timeline dipenuhi foto anniversary yang estetik, video kejutan romantis yang sinematik, hingga caption manis yang seolah menggambarkan cinta tanpa cela. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hubungan sendiri dengan apa yang terlihat di layar. Terasa biasa saja. Terasa kurang. Terasa tidak cukup istimewa.
Kegelisahan inilah yang kemudian diterjemahkan Ghea Indrawari lewat single terbarunya berjudul “1000x”. Lagu ini bukan sekadar karya pop melankolis, melainkan refleksi jujur tentang cinta nyata yang sering kali kalah oleh budaya membandingkan.
Ghea mengungkapkan bahwa belakangan ia melihat banyak fenomena perselingkuhan yang berawal dari rasa tidak puas terhadap pasangan. Padahal, jika ditarik mundur dan direnungkan lebih dalam, bisa jadi pasangan tersebut sudah berusaha semaksimal mungkin. Ada ekspektasi yang terlalu tinggi, ada standar yang diam-diam dibentuk oleh media sosial, dan ada kebiasaan membandingkan yang membuat rasa syukur perlahan memudar.
Menurut Ghea, sering kali seseorang baru benar-benar menyadari siapa yang ingin ia pilih setelah melalui berbagai dinamika hubungan. Bahkan, ketika diberi seribu kesempatan hidup lagi, orang yang sama itulah yang tetap ingin dipilih. Dari situlah makna “1000x” lahir. Bukan tentang cinta yang sempurna, tapi tentang pilihan yang terus diulang, tentang komitmen yang tetap dijaga meski dunia menawarkan banyak distraksi.
Urbie’s, menariknya, “1000x” bukan lagu tentang relationship goals yang layak dipamerkan. Lagu ini justru berbicara tentang real relationship. Tentang dua orang yang saling memilih tanpa perlu validasi publik. Tentang cinta yang mungkin tidak selalu terlihat megah, tapi hadir dalam bentuk-bentuk kecil yang konsisten.
Baca Juga:
- Cinta Laura Resmi Jadi Duta Nasional UNICEF, Ini Komitmen yang Ia Suarakan
- Wuthering Heights 2026: Film Romantis Sensual Emerald Fennell
- Pecah Rekor Dunia dengan Cara Nyeleneh! Matias Kentut 40 Detik Non-Stop di Depan Mikrofon
Pesan yang ingin disampaikan Ghea terasa relevan dengan realitas generasi sekarang. Kita sering merasa kekurangan cinta, padahal bisa jadi yang kurang bukanlah rasa itu sendiri, melainkan apresiasi kita terhadap hal-hal sederhana. Terlalu fokus pada apa yang terlihat lebih baik di luar sana, membuat kita lupa menghargai apa yang sudah ada di depan mata.
Sebagai penyanyi dan penulis lagu, Ghea Indrawari memang dikenal dengan karakter vokalnya yang emosional dan penuh penghayatan. Namanya mulai dikenal luas sejak berhasil menembus lima besar Indonesian Idol musim kesembilan pada 2018. Sejak saat itu, ia konsisten menghadirkan lagu-lagu pop personal dan reflektif seperti “Teramini”, “Jiwa yang Bersedih”, hingga “Terima Kasih Sudah Bertahan”. Lagu-lagunya kerap menjadi ruang aman bagi pendengar yang sedang berproses dengan perasaan mereka sendiri.
Lewat “1000x”, Ghea kembali membangun kedekatan emosional dengan pendengarnya. Ia mengajak kita untuk berhenti sejenak, merefleksikan hubungan yang sedang dijalani, dan mulai mengapresiasi hal-hal kecil yang mungkin selama ini terlewat. Sebuah pesan sederhana namun dalam, bahwa tidak ada hubungan yang sempurna dan apa yang kita lihat di media sosial belum tentu merepresentasikan kenyataan sepenuhnya.
Ghea percaya bahwa daripada sibuk mencari sosok yang dianggap lebih sempurna, yang sebenarnya mungkin tidak pernah benar-benar ada, lebih baik mensyukuri apa yang dimiliki sekarang dan mencintai sebaik-baiknya. Pesan ini terasa seperti pengingat lembut di tengah hiruk-pikuk budaya digital yang serba kompetitif, bahkan dalam urusan hati.
Urbie’s, “1000x” menjadi semacam ajakan untuk kembali ke esensi cinta itu sendiri. Bahwa cinta bukan tentang siapa yang paling sering dipamerkan, tapi tentang siapa yang tetap dipilih meski keadaan tidak selalu ideal. Tentang dua orang yang bertahan bukan karena tuntutan, melainkan karena kesadaran.
Single terbaru Ghea Indrawari, “1000x”, sudah bisa dinikmati di seluruh digital streaming platform. Mungkin setelah mendengarkannya, kita akan lebih pelan dalam membandingkan, dan lebih tulus dalam menghargai.



















































