Hi Urbie’s!, dunia musik anak Indonesia sempat diramaikan oleh karya unik dari musisi cilik asal Sleman, Gandhi Sehat. Namun, kabar terbaru datang cukup mengejutkan. Extended play (EP) perdananya yang berjudul Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) resmi ditarik dari peredaran pada Jumat (13/2), hanya sekitar satu minggu setelah dirilis ke publik melalui berbagai platform musik digital.
Karya tersebut awalnya hadir sebagai hadiah ulang tahun Gandhi yang ke-6. Dengan konsep sederhana dan pendekatan yang sangat personal, EP ini berisi lagu-lagu bertema mimpi dan imajinasi anak-anak. Manajemen menyebut karya tersebut sebagai potret sudut pandang polos seorang anak yang sedang belajar memahami cita-cita dengan gaya bertutur lugu, spontan, dan apa adanya.
Karya Anak dengan Perspektif Polos yang Menarik Perhatian
Sejak awal kemunculannya, EP tersebut menarik perhatian publik karena membawa warna baru dalam musik anak. Tidak hanya soal lirik yang jujur dan ringan, tetapi juga karena keberanian menampilkan perspektif anak kecil secara autentik—tanpa banyak polesan konsep dewasa. Beberapa pendengar menilai karya ini segar dan unik, karena terasa seperti catatan harian musikal seorang anak yang sedang mengeksplorasi dunia di sekitarnya.
Namun, respons publik yang berkembang ternyata sangat beragam. Seiring meningkatnya perbincangan di ruang digital, muncul banyak penafsiran terhadap isi lagu yang dinilai melenceng dari maksud awal kreator. Dinamika opini yang semakin luas akhirnya menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen untuk mengambil langkah cepat. Setelah melalui evaluasi internal, diputuskan bahwa seluruh materi dalam EP tersebut akan dihentikan distribusinya.
Penarikan EP Disebut sebagai Bentuk Tanggung Jawab Kreator
Dalam pernyataan resmi yang dirilis manajemen, mereka menegaskan bahwa keputusan penarikan diambil secara mandiri tanpa tekanan atau paksaan dari pihak mana pun. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab kreatif sekaligus upaya menghindari potensi kesalahpahaman yang lebih besar di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari proses tersebut, seluruh konten terkait telah dihapus dari akun dan kanal resmi milik Gandhi Sehat. Proses penarikan dari sejumlah layanan streaming digital pun sedang berjalan. Manajemen memperkirakan butuh waktu beberapa hari hingga seluruh lagu benar-benar hilang dari berbagai platform secara menyeluruh.
Tak hanya itu, mereka juga mengingatkan bahwa segala bentuk penyebaran ulang lagu atau materi EP di luar kanal resmi tidak lagi berada di bawah tanggung jawab manajemen. Permintaan serupa juga ditujukan kepada media yang sebelumnya mempublikasikan pemberitaan atau materi promosi terkait EP tersebut, agar menurunkan konten yang bersumber dari karya yang kini sudah tidak tersedia secara resmi.
Baca Juga:
- Cinta Laura Resmi Jadi Duta Nasional UNICEF, Ini Komitmen yang Ia Suarakan
- Wuthering Heights 2026: Film Romantis Sensual Emerald Fennell
- Pecah Rekor Dunia dengan Cara Nyeleneh! Matias Kentut 40 Detik Non-Stop di Depan Mikrofon
Dinamika Ruang Publik dan Tantangan Kreator Muda
Bagi banyak pengamat industri kreatif, keputusan ini menunjukkan bagaimana ruang publik digital dapat memengaruhi perjalanan sebuah karya—terutama ketika melibatkan kreator muda. Karya seni yang lahir dari sudut pandang anak-anak memang sering kali memiliki interpretasi luas. Ketika respons publik berkembang cepat, kreator dan manajemen harus mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial.
Meski demikian, manajemen tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendengar, media, dan pihak yang telah memberikan dukungan selama proses perilisan hingga penarikan karya tersebut. Mereka juga menekankan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran penting dalam perjalanan kreatif Gandhi ke depan.
Harapan Baru untuk Perjalanan Musik Gandhi Sehat
Urbie’s!, fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia musik digital bergerak sangat cepat. Sebuah karya bisa viral dalam hitungan hari, tetapi juga bisa menghadapi tantangan besar ketika berhadapan dengan opini publik yang beragam. Terlebih bagi kreator muda, proses berkarya sering kali bukan hanya soal menciptakan lagu, tetapi juga memahami dinamika komunikasi di era digital.
Meski EP tersebut telah ditarik, perjalanan kreatif Gandhi Sehat tentu belum berhenti. Banyak pihak berharap musisi cilik ini tetap mendapatkan ruang untuk berkembang dan mengekspresikan imajinasinya dengan cara yang sehat dan positif. Karena pada akhirnya, karya seni anak-anak adalah cerminan dunia yang mereka lihat—jujur, sederhana, dan penuh rasa ingin tahu.
Kita tunggu saja langkah berikutnya dari Gandhi Sehat. Siapa tahu, pengalaman ini justru menjadi awal dari perjalanan musik yang lebih matang, inspiratif, dan tetap membawa semangat khas dunia anak-anak yang ceria.



















































