Home Entertainment GACKT Bikin Geger! Comeback Visual Kei Jepang Malice Mizer yang Selalu...

GACKT Bikin Geger! Comeback Visual Kei Jepang Malice Mizer yang Selalu Totalitas

42
0
Malice Mizer Comeback kata GACKT - sumber foto X/Gackt
Malice Mizer Comeback kata GACKT - sumber foto X/Gackt

Hi Urbie’s! Nama GACKT kembali jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar visual kei. Bukan karena rilisan single baru, melainkan karena pernyataannya dalam sebuah siaran langsung TikTok pada 16 Februari 2026. Dalam livestream tersebut, GACKT berbicara panjang lebar tentang band legendaris yang pernah membesarkan namanya, MALICE MIZER—dan membuka kemungkinan yang selama ini dianggap mustahil.

Momen di Amerika Latin yang Mengubah Perspektif

Refleksi GACKT ini dipicu oleh pengalamannya selama tur Amerika Latin pekan ini. Salah satu momen paling emosional terjadi di Chile, ketika ia membawakan lagu “au revoir” atas permintaan Sho Kiryuin. Reaksi penonton disebutnya luar biasa.

Tak hanya memenuhi venue, respons fans juga meledak di media sosial. Video penampilan tersebut viral, bahkan sampai ke linimasa Jepang. Bagi GACKT, momen itu menjadi pengingat bahwa warisan MALICE MIZER belum pernah benar-benar padam.

“Energinya masih hidup,” kira-kira begitu pesan yang tersirat dari ceritanya. Lagu yang dirilis puluhan tahun lalu itu tetap mampu memantik euforia lintas generasi dan lintas negara.

Meluruskan Isu Hubungan Antar Member

Urbie’s, salah satu rumor yang bertahun-tahun menghantui MALICE MIZER adalah anggapan bahwa para personelnya saling membenci. Dalam livestream tersebut, GACKT akhirnya meluruskan persepsi itu.

Ia mengakui bahwa perpecahan band memang diwarnai pertengkaran serius dan frustrasi dari berbagai pihak. Emosi kala itu sangat intens. Namun waktu, menurutnya, membawa kedewasaan dan perspektif baru.

Para anggota hanya bergerak ke arah yang berbeda. Tidak ada permusuhan aktif yang masih berlangsung hingga hari ini. Emosi masa lalu telah mereda.

Pernyataan ini menjadi penting karena selama ini narasi konflik sering kali lebih dominan daripada cerita rekonsiliasi.

Usia 50+ dan Kesadaran Akan Warisan

Kini, di usianya yang sudah melewati 50 tahun, GACKT mengaku mulai memikirkan sesuatu yang lebih besar: bagaimana menjaga dan mengarsipkan karya MALICE MIZER agar tetap abadi.

Ia menyinggung tentang X JAPAN dan bagaimana perjalanan hidup bisa berubah secara tak terduga. Referensi ini terasa emosional, terutama ketika ia menyebut bahwa mantan drummer MALICE MIZER, Kami, telah tiada.

Kehilangan Kami membuat “reuni sempurna” mustahil terjadi. Namun, GACKT menegaskan masih ada cara lain untuk menghormati band tersebut—melalui rekaman arsip, dokumentasi, atau bentuk penghormatan lain yang bermakna.

Bagi Urbie’s yang mengikuti skena visual kei sejak era 90-an, pernyataan ini terasa seperti bab baru dalam narasi yang sempat menggantung terlalu lama.

Baca Juga:

Comeback Mustahil, Tapi Bukan Nol

Soal comeback penuh, GACKT terdengar realistis. Ia menyebut karakter kuat dan dinamika masa lalu membuat reuni permanen terasa kecil kemungkinannya.

Namun, ia tidak sepenuhnya menutup pintu. Sebuah event satu kali? Bahkan mungkin dalam skala global seperti world tour? Itu bukan sesuatu yang ia anggap mustahil.

Pernyataan ini langsung memicu spekulasi. Apakah momentum global yang kembali menguat ini bisa menjadi titik temu?

Menariknya lagi, GACKT juga meluruskan isu lama soal dirinya yang disebut menolak ikut perayaan anniversary band. Ia menyatakan tidak pernah menolak—ia hanya tidak diundang. Dan jika ada pendekatan resmi, ia terbuka untuk berdiskusi.

Apakah Pembicaraan Sudah Dimulai?

Dengan respons global yang kembali membara—mulai dari Chile hingga Jepang—pertanyaan besar pun muncul: apakah pembicaraan di balik layar sudah mulai terjadi?

Di era di mana nostalgia menjadi komoditas kuat di industri musik, potensi world tour MALICE MIZER tentu bukan sekadar mimpi. Fanbase internasional mereka tetap solid, bahkan berkembang lewat generasi baru yang menemukan musik mereka melalui platform digital.

Bagi Urbie’s, ini bukan hanya soal reuni band lama. Ini tentang bagaimana sebuah warisan musik bisa tetap relevan, bahkan puluhan tahun setelah masa kejayaannya.

Apakah world tour MALICE MIZER benar-benar akan terwujud? Belum ada konfirmasi resmi. Namun satu hal jelas: percakapan sudah dimulai, dan dunia kembali menoleh pada nama yang pernah menjadi ikon visual kei tersebut.

Dan seperti yang sering terjadi dalam sejarah musik—kadang momen besar justru lahir dari refleksi sederhana di sebuah livestream.