Hi Urbie’s!, setiap orang punya caranya masing-masing dalam menyikapi patah hati. Ada yang terlarut, ada yang memilih bangkit perlahan. Bagi Sisca Saras, memasuki usia 26 tahun justru menjadi momentum refleksi paling jujur dalam hidupnya.
Penyanyi bernama lengkap Fransisca Saraswati Puspa Dewi itu memutuskan untuk tidak lagi memandang patah hati sebagai sekadar luka. Baginya, pengalaman emosional tersebut adalah ruang untuk sembuh, belajar, dan mensyukuri perjalanan hidup yang tak selalu mulus.
Patah Hati yang Menguatkan
Beberapa waktu terakhir, Sisca melewati fase emosional yang menantang. Namun alih-alih terjebak dalam kesedihan, ia memilih menerima semuanya dengan lapang dada. Ia memberi waktu bagi dirinya sendiri untuk pulih dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Saya menerima saja apa yang terjadi waktu itu. Justru dari situ saya jadi lebih banyak refleksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” ungkapnya.
Bagi Sisca, proses penyembuhan bukan tentang melupakan, melainkan memahami. Ia menyadari bahwa setiap pengalaman, termasuk yang menyakitkan, adalah bagian dari perjalanan menuju kedewasaan.
Single Baru, Emosi yang Lebih Matang
Proses refleksi itu akhirnya mengalir alami ke dalam karya terbarunya yang akan dirilis bertepatan dengan ulang tahunnya, 24 Februari. Lagu ini menjadi simbol fase baru dalam hidupnya—lebih tenang, lebih sadar diri, dan lebih berani mencintai dengan sehat.
Dalam proses kreatifnya, Sisca kembali bekerja sama dengan penulis lagu Clara Riva. Materi lagu yang sebelumnya sempat tertunda kemudian diolah ulang. Liriknya disesuaikan agar merefleksikan kematangan emosional Sisca saat ini, sementara komposisi dasarnya tetap dipertahankan.
Di ruang rekaman, emosi Sisca tercurah tanpa filter. Ia mengaku sempat terbawa perasaan saat menyanyikan bagian-bagian tertentu.
“Menyanyikan lagu sedih lebih menantang. Tantangannya menemukan emosi yang tepat: bisa dirasakan pendengar, tapi tetap terkontrol. Jadi, bisa dibilang aku menyanyikan lagu ini dengan hati-hati karena takut nangis,” ujarnya sambil tersenyum.
Urbie’s!, justru di situlah kekuatan seorang penyanyi diuji—bagaimana menyampaikan luka dengan tulus, tanpa kehilangan kendali.
Pesan Tentang Hubungan yang Sehat
Melalui single terbaru ini, Sisca ingin menyampaikan pesan penting tentang relasi yang sehat dan setara. Ia menekankan bahwa mempertahankan hubungan yang saling menyakiti bukanlah bentuk cinta.
Baginya, keberanian untuk melepaskan adalah wujud cinta pada diri sendiri. Sebab, cinta yang sehat tidak membuat seseorang kehilangan harga diri atau terus-menerus merasa tidak cukup.
Pesan ini terasa relevan, terutama bagi generasi muda yang sering kali terjebak dalam hubungan tidak seimbang demi mempertahankan status atau rasa takut kehilangan.
Baca Juga:
- Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadan: Lafal, Arti, dan Penjelasan Lengkapnya
- Karya Upie Guava, Rilis Trailer Pelangi di Mars, Petualangan Sci-Fi Karya Anak Bangsa yang Siap Tayang
- Tren Anti-Pensiun di Korea Selatan, Tingkat Pekerjaan Lansia Tembus 70 Persen
Ramadan dan Makna Kedewasaan
Menariknya, perilisan single ini bertepatan dengan bulan Ramadan—bulan yang identik dengan refleksi dan berbagi kebaikan. Momentum tersebut terasa selaras dengan perjalanan batin Sisca.
Ulang tahun ke-26 baginya bukan sekadar angka baru, melainkan simbol kedewasaan dan rasa syukur atas proses yang telah dilewati. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi energi positif serta cerita yang mungkin juga dialami banyak orang.
Dalam suasana yang penuh perenungan, lagu ini diharapkan menjadi teman bagi mereka yang sedang berproses menyembuhkan diri.
Dari JKT48 ke Solois yang Konsisten
Urbie’s!, perjalanan karier Sisca tentu bukan hal baru di industri hiburan Indonesia. Ia memulai langkah profesionalnya sebagai anggota generasi ke-3 JKT48. Setelah lulus, ia memilih jalur solo dan perlahan membangun identitas musikalnya sendiri.
Kini, Sisca bernaung di bawah label WeCord Evermore Indonesia. Dalam perjalanan solonya, ia merilis sejumlah lagu yang mendapat sambutan positif, seperti “Terbawa Suasana”, “Cinta Setara”, dan “Tak Berakhir Sama”.
Karakter vokalnya yang kuat dan khas menjadi daya tarik tersendiri. Ia dikenal mampu membawakan lagu-lagu emosional dengan intensitas yang terasa personal namun tetap elegan.
Tak hanya di dunia musik, Sisca juga sempat menjajal dunia akting lewat film Sobat Ambyar pada 2021. Lewat perannya di film tersebut, ia meraih penghargaan Aktris Pendatang Baru Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2021.
Fase Baru, Harapan Baru
Memasuki usia 26, Sisca melihat hidup dengan perspektif berbeda. Ia ingin terus menghadirkan karya yang relevan dan menguatkan, sekaligus memperluas ruang bertemu dengan pendengar—baik lewat showcase maupun kemungkinan konser solo di masa depan.
“Harapanku, di umur yang baru aku dapat berkah baru, bisa terus membuat karya, dan berbagi cerita bersama pendengar yang selalu setia,” tutupnya.
Urbie’s!, kisah Sisca mengingatkan kita bahwa patah hati bukan akhir segalanya. Terkadang, justru dari luka lahir karya paling jujur. Dan di usia yang semakin matang, Sisca Saras membuktikan bahwa proses menyembuhkan diri bisa menjadi awal dari babak kehidupan yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih penuh syukur.



















































