Hi Urbie’s! Noni Noni Balsem mengajak masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap nyeri otot dan sendi lewat gathering edukatif bertajuk “Bangkit Melampaui Nyeri: Peran Aktivitas Fisik, Recovery, dan Obat Oles Topikal bagi Tubuh”. Acara ini hadir dari keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebiasaan banyak orang memilih diam total dan bedrest saat tubuh mulai terasa nyeri.
Padahal, menurut dunia medis, terlalu lama menghindari aktivitas fisik justru dapat memperburuk kondisi tubuh. Rasa takut bergerak atau fear-avoidance beliefs sering membuat otot dan sendi semakin lemah karena tubuh kehilangan fungsi alaminya untuk tetap aktif.
Melalui talkshow santai namun sarat edukasi ini, Noni Noni Balsem ingin mengajak masyarakat memahami bahwa kombinasi aktivitas fisik yang tepat, recovery yang baik, dan penggunaan obat oles topikal dapat membantu tubuh tetap kuat, nyaman, dan aktif bergerak setiap hari.
Nyeri Bukan Berarti Harus Diam Total
Dalam sesi diskusi, Zahra Athira Putri Liska, A.Md.O.T., AIFO selaku terapis okupasional dan pakar modifikasi aktivitas menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk terus bergerak.
Menurutnya, salah satu masalah terbesar masyarakat modern saat ini adalah kurang gerak yang perlahan membuat tubuh kehilangan kemampuan alaminya.
“Tanda-tandanya sering tidak disadari. Tubuh gampang lelah, sendi mulai bunyi ‘krek-krek’, postur membungkuk, hingga otot terasa semakin lemah,” jelas Zahra saat sesi jumpa pers di Bogor.
Ia juga menyinggung soal muscle memory, kemampuan otot tubuh untuk “mengingat” pola gerakan yang rutin dilakukan. Ketika tubuh terlalu lama pasif, kemampuan ini ikut menurun dan membuat seseorang semakin sulit kembali aktif.
Tidak hanya itu, Zahra juga membahas kondisi sarkopenia, yaitu penurunan massa otot yang mulai terjadi sejak usia 30 tahun.
“Penurunan massa otot itu bisa mencapai sekitar 1 persen per tahun,” ungkapnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan dan konsisten untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Resistance Band Jadi Solusi Latihan Ringan di Rumah
Menariknya, Zahra juga membagikan pendekatan olahraga sederhana yang mudah dilakukan siapa saja, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga lansia.
Salah satu alat yang direkomendasikan adalah resistance band karena dinilai lebih aman dan fleksibel untuk melatih kekuatan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh.
Menurutnya, olahraga tidak selalu harus berat atau dilakukan di gym. Gerakan kecil yang dilakukan rutin justru bisa membantu menjaga mobilitas tubuh dan mengurangi risiko pelemahan otot.
Di akhir sesi acara, para peserta bahkan diajak mempraktikkan gerakan stimulasi sederhana yang bisa dilakukan sambil duduk.
Pesan utamanya sederhana: memulai hidup aktif ternyata bisa dimulai kapan saja, bahkan dari langkah paling kecil.
Mengkudu Jadi “Super Fruit” untuk Recovery Tubuh
Selain membahas pentingnya aktivitas fisik, gathering ini juga menghadirkan Nugroho dari tim Product & Development Noni Noni Balsem yang membahas pendekatan recovery tubuh lewat kearifan lokal Indonesia.
Menurut Nugroho, buah mengkudu atau noni selama ini dikenal sebagai tanaman dengan banyak kandungan bioaktif yang bermanfaat untuk tubuh.
Ia bahkan menyebut mengkudu sebagai “super fruit” atau buah dewa karena kandungannya yang cukup kompleks.
Baca Juga:
- Stroke Bisa Menyerang Tanpa Gejala, Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Bagikan Pengalaman Mengejutkan
- Urat Tangan Terlihat Menonjol Saat Nyetir? Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Sedang Bekerja dengan Baik
- Dark Chocolate Ternyata Bisa Bantu Regenerasi Tubuh? Ini Fakta Ilmiahnya, Urbie’s!
“Mengkudu punya kandungan seperti scopoletin, iridoid, flavonoid, hingga antraquinon yang memiliki efek antiinflamasi dan membantu meredakan nyeri,” jelasnya.
Noni Noni Balsem sendiri menggunakan buah mengkudu asli yang berasal dari kebun perusahaan di Rangkasbitung dan diproses secara higienis tanpa proses ekstraksi berlebihan agar kandungan alaminya tetap terjaga.
Kandungan Alami untuk Membantu Meredakan Nyeri
Dalam penjelasannya, Nugroho memaparkan bagaimana berbagai kandungan alami dalam mengkudu bekerja membantu tubuh.
Scopoletin disebut membantu melebarkan pembuluh darah di area nyeri dan peradangan. Iridoid memiliki efek antiinflamasi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Sementara flavonoid bekerja sebagai antioksidan sekaligus agen antiradang.
Ada juga kandungan antraquinon yang berperan sebagai agen analgesik alami untuk membantu meredakan rasa nyeri.
Dengan kombinasi tersebut, Noni Noni Balsem disebut dapat membantu menormalkan fungsi neuromuscular system sekaligus memberikan sensasi hangat dan nyaman pada tubuh.
Produk ini memiliki komposisi utama berupa mengkudu sebesar 87 persen, ditambah menthol 4 persen dan camphor 3 persen.
Menyasar Gen Z Lewat Media Sosial
Menariknya, Noni Noni Balsem juga mulai membangun pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, khususnya Gen Z.
Menurut Nugroho, strategi pemasaran mereka kini banyak berfokus pada platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube karena dianggap lebih relevan dengan gaya hidup anak muda saat ini.
Alih-alih hanya berjualan produk, mereka ingin menghadirkan konten edukatif tentang kesehatan tubuh, recovery, dan pentingnya hidup aktif lewat format yang lebih ringan dan mudah dipahami.
Mulai dari podcast bersama narasumber kesehatan hingga konten edukasi digital menjadi bagian dari strategi mereka untuk membangun awareness di kalangan Gen Z.
Hidup Aktif Jadi Kunci Tubuh Tetap Sehat
Gathering ini sekaligus mengingatkan bahwa menjaga tubuh tetap sehat ternyata bukan hanya soal menghindari rasa sakit, tetapi juga tentang keberanian untuk terus bergerak dan merawat tubuh dengan benar.
Karena pada akhirnya, tubuh manusia memang dirancang untuk aktif, bukan terus-menerus diam.
Jadi Urbie’s, ternyata langkah kecil seperti bergerak ringan setiap hari bisa jadi awal penting untuk menjaga tubuh tetap kuat, nyaman, dan bebas nyeri.











































