Hi Urbie’s!, mengelola pusat perbelanjaan ternyata bukan sekadar menghadirkan deretan toko, restoran, dan tempat hiburan dalam satu gedung. Di balik ramainya pengunjung dan aktivitas tenant, ada strategi bisnis yang harus berjalan beriringan, mulai dari menjaga tingkat okupansi, meningkatkan penjualan, hingga memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat.
Gambaran itulah yang dipelajari 45 mahasiswa dan dua dosen pendamping Universitas Ciputra Jakarta saat mengunjungi Mal Ciputra Jakarta dalam program Real Business Experience (RBX), Selasa (20/10). Bertempat di CL Corner, Function Room Lantai 5, kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana teori bisnis diterapkan dalam pengelolaan pusat perbelanjaan.
Bukan hanya mendengarkan presentasi, para peserta juga diajak membedah persoalan yang dihadapi industri ritel melalui diskusi studi kasus bersama para praktisi. Dengan begitu, pengalaman belajar tidak berhenti pada konsep di ruang kuliah, tetapi berlanjut ke tantangan yang benar-benar ditemui dalam operasional bisnis.
Mengenal Operasional Mal Ciputra Jakarta dari Dekat
Kegiatan RBX diawali dengan mall tour yang mengajak mahasiswa mengenal lingkungan, fasilitas, serta area operasional Mal Ciputra Jakarta. Tur ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana berbagai bagian dalam sebuah pusat perbelanjaan saling terhubung untuk menciptakan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Setelah tur, para peserta mengikuti pemaparan company profile yang disampaikan General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto. Sesi tersebut menjadi pengantar untuk memahami bisnis pusat perbelanjaan dari sudut pandang pengelolaan perusahaan, termasuk dinamika yang muncul ketika kebutuhan pengunjung, kepentingan tenant, dan target bisnis harus berjalan seimbang.
Pengalaman ini penting bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Sebab, memahami bisnis ritel tidak cukup hanya dengan mengetahui bagaimana produk dipasarkan atau konsumen mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana sebuah organisasi mengelola berbagai kepentingan secara bersamaan.

Tiga Studi Kasus yang Menghubungkan Teori dan Praktik
Bagian utama program RBX berlangsung melalui diskusi studi kasus bersama perwakilan tiga departemen di Mal Ciputra Jakarta. Stefanus Chandra dari Departemen Leasing, Silvia dari Marketing, serta Desy Wijaya dari Finance berbagi perspektif sesuai bidang masing-masing.
Salah satu topik yang dibahas adalah strategi meningkatkan okupansi penyewaan di tengah tantangan ekonomi. Dari perspektif leasing, tingkat keterisian ruang komersial menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis pusat perbelanjaan. Pengelola perlu memahami kebutuhan calon tenant, membaca perkembangan pasar, serta membangun hubungan bisnis yang dapat mendukung kerja sama jangka panjang.

Diskusi berikutnya menyoroti strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus mendorong penjualan tenant. Tantangannya bukan sekadar membuat pusat perbelanjaan ramai, melainkan menghadirkan aktivitas yang relevan dengan kebutuhan pengunjung dan mampu memberikan dampak bagi bisnis tenant.
Sementara itu, pembahasan dari sisi finance berfokus pada penyempurnaan proses pencatatan transaksi agar menghasilkan informasi keuangan yang andal. Ketepatan data menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan karena informasi yang akurat membantu perusahaan memahami kondisi bisnis dan mengevaluasi kinerja operasional.
Ketiga studi kasus tersebut memperlihatkan bahwa leasing, marketing, dan finance tidak bekerja secara terpisah. Keputusan pemasaran dapat memengaruhi kunjungan dan penjualan tenant, strategi leasing berkaitan dengan komposisi penyewa, sedangkan data keuangan membantu perusahaan menilai hasil dari berbagai aktivitas bisnis.
Antusiasme Mahasiswa Warnai Diskusi Bersama Praktisi
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa. Mereka mengajukan pertanyaan, menggali sudut pandang praktisi, serta mendiskusikan berbagai pendekatan untuk menjawab persoalan yang diangkat dalam setiap studi kasus.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman RBX. Mahasiswa tidak hanya memperoleh penjelasan dari pihak industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menguji pemahaman mereka, menyampaikan gagasan, dan melihat bahwa persoalan bisnis sering kali membutuhkan solusi yang mempertimbangkan banyak faktor.
Baca juga:
- Kuliner Oktober di Hotel Ciputra Jakarta, Ada Oktoberfest Delight dan Promo Halloween
- Kampung Legendaris Mal Ciputra Jakarta Hadirkan Lebih dari 40 Kuliner Autentik Nusantara
Dalam dunia kerja, sebuah keputusan tidak selalu memiliki jawaban tunggal. Strategi yang terlihat menjanjikan di atas kertas tetap harus mempertimbangkan kondisi pasar, perilaku konsumen, sumber daya perusahaan, serta risiko yang mungkin muncul.
Pengalaman berdiskusi langsung dengan praktisi dapat membantu mahasiswa membangun pola pikir analitis dan solutif, dua kemampuan yang dibutuhkan ketika mereka menghadapi persoalan profesional di masa mendatang.
Ferry Irianto: Pengalaman Langsung Penting untuk Persiapan Karier
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, menyampaikan bahwa pengalaman langsung dan keterbukaan untuk berpikir kritis merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika bisnis pusat perbelanjaan, mulai dari memahami perilaku pengunjung, membangun hubungan dengan tenant, hingga menjaga akurasi proses bisnis,” ujar Ferry.
Ia juga mengapresiasi antusiasme dan pertanyaan kritis yang disampaikan para peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, mendorong pola pikir yang solutif, serta menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Melalui program Real Business Experience, Mal Ciputra Jakarta berharap dapat terus mendukung dunia pendidikan dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis. Inisiatif ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat antara industri dan institusi pendidikan.
Menutup Kunjungan dengan Kolaborasi dan Pengalaman Baru
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sambil menikmati makan siang di Food Destination Lantai 6 Mal Ciputra Jakarta.
Lebih dari sekadar kunjungan industri, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa bisnis pusat perbelanjaan melibatkan banyak proses yang saling berkaitan. Mulai dari strategi penyewaan ruang, aktivitas pemasaran, hingga ketelitian pencatatan keuangan, setiap bagian memiliki kontribusi terhadap keberlangsungan usaha.
Bagi Urbie’s!, pengalaman seperti ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kampus dan dunia industri dalam mempersiapkan generasi profesional berikutnya. Ketika teori bertemu praktik, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat tantangan bisnis dari sudut pandang yang lebih luas.
Mal Ciputra Jakarta pun menegaskan komitmennya untuk mendukung dunia pendidikan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman industri, sejalan dengan slogan “Dunia Segala Pilihan.”




