Hai Urbie’s! Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah penguatan kelembagaan dan permodalansecara signifikan terhadap bank pembangunan daerah yang kini resmi bertransformasi menjadi Bank Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh GubernurDKI Jakarta Pramono Anung saat mengajukan RancanganPeraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Daerah.
"Bank DKI (kini Bank Jakarta) merupakan pionir Bank Pembangunan Daerah di Indonesia yang telah beroperasisejak 11 April 1961. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, dilakukan perubahan nama PT Bank DKI menjadi Bank Jakarta, serta penyesuaian bentuk badan hukum menjadi PT Bank Jakarta Perseroda," ujar Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, belum lama ini.
Menurut Pramono, penyesuaian bentuk badan hukum menjadiperseroan daerah dilakukan untuk memenuhi ketentuanperaturan perundang-undangan sekaligus memperkuatidentitas bank BUMD tersebut. Meski berkedudukan utama di Jakarta, bank ini memiliki ruang lingkup bisnis yang lebihluas.
"Dari sisi kelembagaan, tempat kedudukan Bank Jakarta tetapberada di Jakarta, dengan kewenangan membuka kantorlayanan di dalam maupun di luar wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Pramono.
Guna menopang rencana ekspansi bisnis dan memperkokohpermodalan, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan peningkatanmodal dasar Bank Jakarta secara signifikan dari semula Rp 11,5 triliun menjadi Rp 26 triliun, dengan modal disetorsebesar Rp 6,578 triliun.

"Dalam rangka memperkuat kapasitas permodalan dan mendukung pengembangan usaha, modal dasar Bank Jakarta akan ditingkatkan dari sebelumnya Rp 11,5 triliun menjadi Rp 26 triliun, dengan modal disetor sebesar Rp 6,578 triliun," tutur Pramono.
Suntikan permodalan dan penguatan struktur kelembagaanbaru ini diproyeksikan akan menjadi motor penggerak utamabagi Bank Jakarta untuk memperbesar kapasitas usaha dan mengoptimalkan penyaluran kredit melalui jangkauan pasar yang lebih luas dan memperkokoh struktur permodalannya guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta secaraberkelanjutan.



