Hi Urbie's! Dunia asuransi syariah Indonesia memasuki babak baru. PT Sun Life Financial Indonesia resmi mengumumkan pemisahan atau spin-off unit usaha syariahnya dalam gelaran HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta.
Terhitung sejak 1 November 2026, unit tersebut resmi berdiri sebagai entitas mandiri dengan nama PT Sun Life Financial Syariah Indonesia, yang diperkenalkan dengan nama Sunlife Syariah.
Bersamaan dengan langkah tersebut, Sunlife Syariah juga memperkenalkan identitas visual baru serta semangat yang menjadi landasan layanannya, yakni “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah.”
Perubahan ini bukan hanya menyangkut identitas perusahaan. Melalui status yang lebih mandiri, Sunlife Syariah ingin memperkuat fokus pengembangan solusi perlindungan berbasis prinsip syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Potensi Asuransi Syariah Jadi Dorongan Spin-Off
Keputusan untuk berdiri sebagai entitas mandiri hadir di tengah perkembangan industri asuransi syariah Indonesia. Data OJK yang dirilis AASI mencatat penerimaan kontribusi industri asuransi syariah mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026. Sementara itu, aset industri tumbuh 7,09% menjadi Rp50,90 triliun.
Meski menunjukkan perkembangan, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat literasi keuangan syariah sebesar 43,07%, sedangkan inklusinya berada di angka 13,24%.

Kondisi tersebut memperlihatkan masih adanya ruang untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menjelaskan bahwa pemisahan unit syariah memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan sekaligus mendukung pertumbuhan industri.
“Spin-off Sunlife Syariah memungkinkan kami lebih berfokus pada pengembangan solusi perlindungan yang relevan, sekaligus mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia,” ujar Albertus dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Logo Baru Sunlife, Identitas yang Lebih Modern
Seiring dengan perubahan status perusahaan, Sunlife Syariah turut memperkenalkan identitas visual baru yang mengikuti pembaruan merek Sunlife secara global.
Logo terbarunya menampilkan elemen sun globe dengan desain yang lebih modern dan minimalis. Penulisan merek juga disederhanakan menjadi satu kata, yaitu Sunlife, dengan semangat global “Making Life Brighter”.
Meski menghadirkan tampilan baru, perusahaan menegaskan bahwa fondasi komitmen dan perlindungan bagi peserta tetap dipertahankan. Polis serta hak peserta yang sudah ada tetap berlaku penuh.
Dari sisi tata kelola, Sunlife Syariah kini memiliki Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah sendiri, serta berada di bawah pengawasan OJK.
Perusahaan juga menyampaikan tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 301%, lebih tinggi dibandingkan batas minimum 120%. Operasionalnya turut didukung pengalaman Sun Life selama 160 tahun secara global dan 30 tahun di Indonesia.
Untuk menjangkau masyarakat, Sunlife Syariah didukung jaringan distribusi melalui Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, Bank Syariah Nasional, serta kanal agensi.
Baca juga:
- Pemprov DKI, OJK, dan Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan lewat Financial Festival 2026
- Trade Expo Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Bidik Transaksi US$17,5 Miliar dan Buyer dari 134 Negara
Memperkenalkan Nilai BAIT: Berkah, Amanah, Ikhtiar, dan Tawakal
Bagi Sunlife Syariah, prinsip amanah menjadi bagian penting dalam membangun hubungan dengan peserta. Komitmen tersebut diterjemahkan melalui nilai BAIT, yang merupakan singkatan dari Berkah, Amanah, Ikhtiar, dan Tawakal.
Kata bait dalam bahasa Arab berarti rumah. Filosofi ini menggambarkan harapan perusahaan untuk menjadi tempat yang memberikan rasa perlindungan melalui layanan yang transparan, mudah dipahami, dan dapat diandalkan.
Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi, menyampaikan bahwa perusahaan ingin memastikan peserta memperoleh solusi sesuai kebutuhan sekaligus pendampingan ketika diperlukan.
“Kami ingin peserta mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya dan terus mendapatkan pendampingan ketika dibutuhkan,” ujar Agung.
Solusi perlindungan yang ditawarkan mencakup berbagai kebutuhan dalam tahapan kehidupan, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, dana pendidikan, persiapan ibadah haji, perencanaan warisan, hingga dana hari tua.
Untuk mendukung layanan tersebut, Sunlife Syariah memiliki 487 tenaga pemasar syariah bersertifikasi dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.
Prinsip Ta'awun, Semangat Saling Menjaga
Salah satu prinsip penting dalam asuransi syariah adalah ta'awun, yang berarti saling membantu atau tolong-menolong.
Dalam konsep ini, kontribusi peserta dialokasikan ke dana tabarru' sesuai akad syariah. Dana tersebut menjadi bagian dari mekanisme saling membantu ketika ada peserta yang mengalami risiko sesuai ketentuan perlindungan.
Dengan demikian, perlindungan tidak hanya dipahami sebagai upaya menjaga diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan antarpeserta.
Sunlife Syariah juga menjelaskan bahwa ketika terdapat surplus underwriting, manfaatnya dapat diteruskan untuk masyarakat luas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui prinsip ta'awun, setiap peserta menjadi bagian dari semangat untuk saling menjaga,” tutup Agung.
Sunlife Syariah Memasuki Babak Baru
Dengan status sebagai entitas mandiri, identitas visual baru, serta penguatan tata kelola, Sunlife Syariah memasuki tahap baru dalam perjalanan bisnis asuransi syariah di Indonesia.
Bagi Urbie’s!, perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa kebutuhan perlindungan dapat berbeda pada setiap tahap kehidupan. Mulai dari kesehatan, pendidikan anak, persiapan masa depan, hingga perencanaan hari tua, pemahaman terhadap solusi keuangan menjadi bagian penting dalam menyiapkan berbagai kemungkinan.
Melalui semangat “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah”, Sunlife Syariah menyatakan komitmennya untuk menghadirkan layanan perlindungan yang berlandaskan prinsip syariah dan semangat saling menjaga. (Ririn Indriani)




