Category: Entertainment

  • Aktris AI Tilly Norwood, Antara Terobosan Teknologi dan Kontroversi di Hollywood

    Aktris AI Tilly Norwood, Antara Terobosan Teknologi dan Kontroversi di Hollywood

    Halo Urbie’s!
    Hollywood lagi-lagi diguncang kabar mengejutkan. Bukan soal film box office atau gosip artis papan atas, melainkan hadirnya sosok “aktris” baru yang ternyata tidak pernah benar-benar ada. Namanya Tilly Norwood. Dengan rambut cokelat halus, mata besar yang memikat, dan senyum rapi ala aktris Inggris, Tilly berhasil mencuri perhatian publik dunia. Namun, ada satu hal yang bikin semua orang terkejut—Tilly Norwood bukan manusia, melainkan hasil ciptaan kecerdasan buatan alias AI.

    Tilly Norwood dikembangkan oleh perusahaan berbasis London, Particle6, dan pertama kali diperkenalkan lewat pengumuman Eline van der Velden, seorang aktris sekaligus produser yang kini menjalankan studio Xicoia. Dalam pernyataannya pada 27 September lalu, Eline mengungkapkan bahwa timnya sedang bernegosiasi dengan beberapa agensi besar untuk mengontrak Tilly sebagai aktris virtual. Bayangkan saja, jika ini benar-benar terwujud, Tilly bisa menjadi salah satu “talenta AI” pertama yang diwakili agensi di kancah hiburan, sejajar dengan aktor-aktor sungguhan.

    Meski terdengar futuristik, kabar ini langsung memicu kontroversi besar. Banyak aktor dan aktris merasa terancam dengan kehadiran Tilly. Apalagi, dunia perfilman Hollywood baru saja pulih dari pemogokan panjang pada 2023, yang salah satunya dipicu oleh perdebatan tentang regulasi penggunaan AI. Serikat pekerja SAG-AFTRA pun angkat bicara tegas. Mereka menolak menyebut Tilly sebagai aktor, melainkan sekadar produk komputer. Menurut mereka, AI seperti Tilly diciptakan dengan melatih program menggunakan karya aktor profesional tanpa izin dan kompensasi. Hal ini dianggap tidak adil dan berpotensi menggerus ruang kerja para aktor manusia.

    Baca Juga:

    Di sisi lain, Eline van der Velden tetap optimistis. Baginya, Tilly hanyalah “kuas baru” dalam dunia seni, sama seperti animasi, boneka, atau efek khusus yang selama ini sudah dipakai di film-film besar. Ia menegaskan, AI bukan pengganti manusia, melainkan alat kreatif tambahan untuk memperluas batas imajinasi.

    Kini, perdebatan semakin panas. Sebagian orang melihat Tilly Norwood sebagai simbol inovasi yang membuka peluang baru dalam industri hiburan. Tapi tidak sedikit juga yang menganggapnya ancaman nyata bagi eksistensi aktor dan aktris di dunia nyata. Pertanyaan besar pun muncul: apakah penonton benar-benar siap menerima aktris virtual tanpa pengalaman hidup, tanpa emosi, dan tanpa cerita pribadi di balik layar?

    Satu hal yang pasti, Tilly Norwood membuka babak baru dalam sejarah Hollywood. Apakah ia akan menjadi tren besar di masa depan atau justru berakhir sebagai eksperimen singkat, semua tergantung pada bagaimana industri, kreator, dan penonton merespons fenomena ini.

  • Lee Chae Min Umumkan Fanmeeting Tour 2025, Jakarta Jadi Salah Satu Destinasi

    Lee Chae Min Umumkan Fanmeeting Tour 2025, Jakarta Jadi Salah Satu Destinasi

    Hai Urbie’s!
    Nama Lee Chae Min belakangan ini lagi jadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drakor. Setelah mencuri perhatian lewat aktingnya sebagai Raja Lee Heon di drama “Bon Appetit, Your Majesty“, kini aktor muda berbakat ini siap menyapa penggemar lewat fanmeeting tour perdananya yang bertajuk “2025 LEE CHAE MIN FANMEETING TOUR ‘Chaem-into You‘”.

    Buat kamu yang sudah jatuh hati dengan pesona karismatiknya, ini jadi momen spesial yang nggak boleh dilewatkan. Tour fanmeeting ini akan dimulai di Seoul, Korea Selatan, pada 24 – 25 Oktober 2025, sebelum berlanjut ke sejumlah kota besar di Asia. Jakarta, Manila, Bangkok, Hong Kong, Chengdu, Taipei, hingga Tokyo sudah masuk ke dalam daftar destinasi yang siap disambangi oleh Chae Min. Jadi, peluang buat bertemu langsung dengannya semakin besar, termasuk untuk Urbie’s yang ada di Indonesia!

    Kalau kita menilik perjalanan kariernya, Chae Min bukanlah nama yang asing lagi. Ia memulai debut akting pada tahun 2021 lewat drama “High Class”, sebuah drama yang langsung membuka jalannya di industri hiburan Korea. Meski awalnya hanya muncul sebagai pendatang baru, bakat dan dedikasi Chae Min dalam dunia akting membuatnya cepat mencuri perhatian.

    Baca Juga:

    Namun, puncak sorotan datang ketika ia dipercaya memerankan Raja Lee Heon, karakter raja tiran penuh kharisma dalam “Bon Appetit, Your Majesty”. Aktingnya dinilai mampu menghadirkan sisi kuat sekaligus rapuh dari sosok raja yang kompleks, sehingga menuai banyak pujian dari penggemar maupun kritikus. Tidak heran jika fanbase-nya semakin meluas dan banyak yang menantikan pertemuan langsung melalui fanmeeting ini.

    Fanmeeting bertajuk “Chaem-into You” ini diyakini akan menjadi panggung istimewa, di mana Chae Min bukan hanya tampil sebagai aktor, tapi juga sebagai pribadi yang lebih dekat dengan para penggemarnya. Biasanya, acara fanmeeting tak hanya berisi sesi tanya jawab dan penampilan spesial, tapi juga momen-momen personal yang sulit ditemukan di layar kaca. Bayangkan, bisa mendengar langsung cerita Chae Min di balik layar atau bahkan menyaksikan sisi playful-nya yang jarang terlihat di drama!

    Urbie’s, fanmeeting ini jelas bukan sekadar agenda tur biasa. Bagi banyak penggemar, ini adalah bentuk apresiasi Chae Min atas dukungan yang sudah diberikan sejak awal debutnya. Bagi Chae Min sendiri, ini menjadi langkah penting untuk semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu rising star Korea yang siap bersinar lebih terang di kancah internasional.

    So, sudah siap bertemu dengan Raja Lee Heon versi dunia nyata? Jangan sampai ketinggalan update tiket dan jadwal lengkapnya, ya!

  • Mariah Carey dan Rahasia Gelap Album Alternative Rock Someone’s Ugly Daughter

    Mariah Carey dan Rahasia Gelap Album Alternative Rock Someone’s Ugly Daughter

    Hi Urbie’s! Ada gosip musik yang sudah lama jadi bisikan di telinga para penggemar alternatif dan Mariah Carey. Bukan hanya karena diva pop dengan vokal lima oktafnya ini bakal hadir di Indonesia lewat konser “Mariah Carey – The Celebration of Mimi” pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di Sentul International Convention Center (SICC), Jakarta, tapi juga karena satu rahasia masa lalunya yang perlahan terkuak. Yup, kita ngomongin album Someone’s Ugly Daughter dari band Chick yang rilis 5 September 1995 lewat Epic Records dan 550 Music.

    Sekilas album ini tampak seperti rilisan band alternatif Amerika biasa, dengan vokalis utama Clarissa Dane. Tapi siapa sangka, di balik raungan gitar dan vokal grunge yang mentah itu, ternyata ada suara latar Mariah Carey—sosok yang kala itu sedang menapaki puncak kejayaan lewat album Daydream (1995).

    Mariah Carey: Dari Pop Diva ke Rock Alternatif

    Buat Urbie’s yang baru tahu, rahasia ini terungkap lewat memoarnya The Meaning of Mariah Carey (2020). Carey mengaku diam-diam merekam dan ikut memproduksi album tersebut bersama Clarissa Dane. Awalnya, Carey sendiri yang ngisi vokal utama. Tapi label rekamannya ketar-ketir. Mereka takut image sang diva pop bisa rusak kalau tiba-tiba muncul sebagai vokalis album rock alternatif yang edgy, penuh lirik sarkastis, dan jauh dari glamor pop.

    Akhirnya, kompromi dibuat: Clarissa Dane mengambil alih vokal utama, sementara suara Mariah tetap bertahan di background vocal. Jadi, kalau kamu dengar baik-baik lagu-lagu di album ini, ada bisikan Mariah di balik distorsi gitar—sebuah detail yang bikin album ini terasa lebih “mistis” buat fans

    Sentilan Pop ke Dunia Alternatif dari Mariah Carey

    Kalau diingat lagi, Mariah sebenarnya udah kasih clue sejak tahun 1995. Dalam sebuah wawancara, dia sarkastis bilang kalau album barunya bakal “jadi rekaman alternatif.” Sementara di 1999, Carey juga sempat celetuk bahwa dia sebenarnya udah nulis beberapa lagu alternatif yang “nggak ada yang tahu.”

    Buat fans musik alternatif, ini jadi semacam urban legend yang akhirnya terbukti benar. Bayangin aja, di era saat Nirvana dan Alanis Morissette lagi jadi wajah utama alternatif rock, ada Mariah Carey yang diam-diam pengen nyemplung ke sana.

    Album Someone’s Ugly Daughter jadi bukti keberanian Mariah keluar dari kotak yang dibuat industri musik. Dia ingin nunjukin bahwa dirinya nggak cuma diva pop, tapi seorang musisi sejati yang bisa menulis, beradaptasi, bahkan bereksperimen dengan genre apapun.

    Baca Juga:

    Dari Studio ke Jakarta: Perayaan Mimi

    Nah Urbie’s, ngomongin rahasia masa lalu ini makin seru karena… drum roll … Mariah Carey bakal datang ke Indonesia!

    Catat tanggalnya: Sabtu, 4 Oktober 2025, pukul 20.00 WIB di Sentul International Convention Center (SICC), Jakarta. Konser ini hadir dengan tajuk istimewa, “Mariah Carey – The Celebration of Mimi”.

    Buat kamu yang ngikutin kariernya, ini bukan sekadar konser, tapi penghormatan buat perjalanan panjang Mariah—dari diva pop yang cetar, penulis lagu yang jenius, sampai musisi yang ternyata punya jejak tersembunyi di dunia alternatif. Bayangin vibes-nya: kamu teriak sing-along We Belong Together bareng ribuan orang, tapi di kepalamu masih terngiang rumor suara Mariah di album alternatif Chick. Goosebumps maksimal!

    Menghubungkan Dua Dunia

    Bagi saya pribadi sebagai fans alternatif, kehadiran konser ini jadi momentum langka. Karena jujur, dengerin Someone’s Ugly Daughter dan ngebayangin suara Mariah di baliknya, bikin gue merasa dia bukan hanya diva, tapi juga “outsider” yang nyempil ke skena kita dengan cara yang unik.

    Dan ketika nanti dia tampil di SICC, mungkin Mariah nggak akan nyanyiin lagu-lagu Chick di panggung—tapi cukup rasanya untuk tahu bahwa di balik gaun glamor dan high notes, ada jiwa liar yang dulu pengen teriak bareng musik alternatif.

    Udah siap jadi bagian dari sejarah? Karena konser The Celebration of Mimi bukan cuma soal nostalgia pop, tapi juga sebuah perjalanan mengenal sisi lain Mariah Carey yang jarang tersentuh. Dari “diva pop” sampai “chick rocker,” Mimi tetaplah Mimi—ikon musik yang nggak pernah takut melawan arus.

  • Art Jakarta 2025 Bawa 75 Galeri dari 16 Negara ke JIEXpo Kemayoran!

    Art Jakarta 2025 Bawa 75 Galeri dari 16 Negara ke JIEXpo Kemayoran!

    Halo Urbie’s! Pekan seni rupa terbesar di Indonesia, Art Jakarta 2025 secara resmi dibuka, Jumat (3/10). Menghadirkan 75 galeri seni terkemuka dari 16 negara, Art Jakarta siap memanjakan para pencinta visual mulai 3-5 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran melalui sejumlah program yang sudah dikurasi secara istimewa.

    “Art Jakarta 2025 kami harapkan dapat memantik optimisme dan kegairahan bagi pasar seni rupa di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara. Tim Art Jakarta telah bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan dari para pengelola galeri, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    Khususnya dari luar negeri, kami senang dan bangga mendapatkan kepercayaan dari sejumlah galeri penting yang akan ikut serta tahun ini,” ucap Enin Supriyanto, Artistic Director Art Jakarta.

    Enin menambahkan, kehadiran berbagai galeri dari luar negeri di Art Jakarta 2025 tentunya memperkuat posisi Indonesia sebagai penyelenggara pekan seni rupa yang berperan penting di Asia Tenggara.

    “Misalnya, Esther Schipper, salah satu galeri seni terkemuka di Eropa dan bermarkas di Berlin, dengan jaringan operasional di Paris, New York, hingga Seoul. Kemudian, ada Kaikai Kiki, lembaga seni yang didirikan oleh perupa terkemuka Jepang, Takashi Murakami.

    Ada juga Tina Keng Gallery dari Taipei, galeri seni rupa yang telah menjadi institusi tersendiri di kawasan Asia atas rekam-jejaknya dalam membawa dan memperkenalkan karya-karya perupa terkemuka dari Taiwan dan Cina kepada komunitas seni rupa global,” ujarnya.

    Kolaborasi di Art Jakarta 2025

    Tahun ini, Art Jakarta didukung oleh Lead Partners, yaitu Julius Baer, Bibit, Treasury, dan BCA yang masing-masing mempersembahkan kontribusi artistik penuh makna dalam Special Presentation.

    Di Julius Baer VIP Lounge, Urbie’s akan menemukan seri Postcards from the Alps karya Eddie Hara. Eddie membawa dimensi lintas budaya unik dalam berbagai karya, salah satunya Call 911. Destroy Bad Art.

    Lalu, aplikasi investasi digital, Bibit menggandeng seniman terkemuka Agus Suwage dan memamerkan salah satu karya utamanya yang bertajuk Potret Diri dan Panggung Sandiwara. Bibit juga menyediakan program interaktif yang mengundang pengunjung untuk menjelajahi makna seputar tema Portrait of Possibilites.

    Tak kalah keren, platform investasi emas digital, Treasury menghadirkan instalasi istimewa Reserve of Care yang diciptakan lewat kolaborasi bersama Azizi Almajid dan Nuri Fatimah, pemenang Treasury Art Prize tahun kedua. Kemudian, ada instalasi karya seniman Muklay yang bekerja sama dengan BCA dan Pallete Studio.

    Art Jakarta 2025 juga didukung penuh oleh Main Partners yang turut berkolaborasi dengan para seniman berbakat.

    Ada ekshibisi oleh SUPERMUSIC yang menjadi area untuk menyatukan komunitas musik di seluruh negeri. Kemudian, iForte Energy bersama Ricky Janitra menghadirkan instalasi Lumiphona.Dat yang menonjolkan teknologi energi surya. Ada juga Jesicca Soekidi yang menyuguhkan karya kreasi warna dan cahaya menggunakan material unggulan dari TACO. Terakhir, CASA sebagai Design Indonesia yang turut meramaikan VIP Lounge.

    Baca Juga:

    Segmen Seni Khusus

    Seperti edisi-edisi sebelumnya, Art Jakarta 2025 menghadirkan beberapa segmen unggulan yang menawarkan berbagai perspektif tentang seni rupa kontemporer, seperti:

    1. SPOT

    Memamerkan instalasi berskala besar dari seniman Indonesia lintas medium, seperti Ardi Gunawan (ISA Art Gallery), Ipeh Nur (ara contemporary), Endry Pragusta (Rachel Gallery), dan Adi Gunawan (SANKHARA Art).

    2. SCENE

    Platform bagi kelompok atau kolektif seniman untuk menggalang dana atau memamerkan proyek inovatif. Diikuti oleh 31 kelompok seniman dari berbagai kota di Indonesia.

    3. AJX

    Program kolaborasi internasional yang melibatkan 12 galeri Korea Selatan, MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Rupa dengan tema Arus Baru, serta Natta-Cita Art Space dari ISI Bali.

    Gimana? Menarik banget kan, Urbie’s? Buat kamu yang bingung mau ke mana weekend ini, bisa banget loh mampir ke Art Jakarta 2025. Urbie’s bisa cek informasi lebih lanjut untuk pembelian tiket di website artjakarta.com.

  • Rangga & Cinta: Soundtrack Legendaris AADC yang Lahir Kembali untuk Generasi Baru

    Rangga & Cinta: Soundtrack Legendaris AADC yang Lahir Kembali untuk Generasi Baru

    Urbie’s, nostalgia dan cinta siap bersemi kembali di layar lebar! Tahun 2025 akan menjadi momen istimewa untuk perfilman Indonesia karena film “Rangga & Cinta” akhirnya hadir di bioskop. Tidak hanya menawarkan kisah klasik yang dikemas ulang untuk generasi baru, film ini juga membawa sebuah karya musik yang tak kalah spesial, yaitu “Rangga & Cinta: Original Motion Picture Soundtrack.”

    Soundtrack ini resmi dirilis pada 3 Oktober 2025 bersamaan dengan pemutaran perdana film garapan Riri Riza. Album tersebut merupakan hasil kolaborasi solid antara Miles Films, Trinity Optima Production, Melly Goeslaw & Anto Hoed, serta Aquarius Pustaka Musika. Layaknya sebuah tradisi, film tentang cinta remaja klasik yang lahir dari semesta Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) memang tidak bisa dilepaskan dari musik. Kali ini, Melly Goeslaw dan Anto Hoed kembali dipercaya sebagai arsitek utama lagu-lagu di balik cerita Rangga dan Cinta.

    Menurut Mira Lesmana, produser film, keterlibatan Melly dan Anto adalah hal yang mutlak. “Kalau Melly dengan Ada Apa Dengan Cinta? itu sama seperti saya dan Riri: dekat dengan kami semua,” ujarnya. Tidak heran, sebagian besar lagu dalam soundtrack ini adalah karya klasik dari AADC, tetapi dihadirkan dengan aransemen baru yang lebih segar. Bayangkan saja, “Kubahagia” kini dibalut nuansa indie rock, sementara “Di Mana Malumu” hadir dengan warna electro pop.

    Tidak hanya menghadirkan aransemen baru, soundtrack ini juga menampilkan suara-suara segar dari para pemeran film. El Putra Sarira sebagai Rangga, Leya Princy sebagai Cinta, hingga Rafi Sudirman yang berperan sebagai Borne, ikut mengisi vokal di beberapa lagu. Rafi bahkan membawakan “Trully, Madly, Deeply Hate You” dengan sentuhan gitar berdistorsi yang enerjik. Leya pun mengaku bangga bisa menyanyikan lagu-lagu ikonik AADC sekaligus lagu baru berjudul “Untuk Rangga.”

    Baca Juga:

    Tidak berhenti di situ, soundtrack ini juga menghadirkan lagu “Di Mana Cinta“, sebuah interpolasi dari lagu legendaris “Ada Apa Dengan Cinta?” yang kini dilantunkan oleh geng Cinta versi baru: Kyandra Sembel, Jasmine Nadya, Daniella Tumiwa, dan Katyana. Bahkan proses rekaman pun dilakukan di tengah syuting, sehingga emosi para aktor benar-benar terasa menyatu dengan filmnya.

    Yang tak kalah istimewa tentu saja hadirnya lagu tema “Rangga Cinta” yang dinyanyikan oleh Bilal Indrajaya dan Eva Celia. Lagu ini lahir dari ide mendadak di tengah proses syuting, lalu digarap Melly Goeslaw dengan lirik yang dikembangkan bersama Mira Lesmana. “Kami ingin ada suara yang kontras dengan anak-anak pemeran film. Makanya kami pilih Bilal yang berat dan Eva yang unik,” jelas Melly.

    Urbie’s, dengan kehadiran film “Rangga & Cinta” dan album soundtrack-nya, generasi baru akan diajak merasakan kembali romantisme yang dulu membuat Ada Apa Dengan Cinta? begitu abadi. Harapannya, film dan musik ini menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Seperti kata Melly, “Kalau dengar soundtrack, jadi ingin menonton filmnya lagi. Kalau menonton filmnya, jadi ingin mendengar soundtrack-nya.”

    Kini, seluruh lagu dalam album “Rangga & Cinta: Original Motion Picture Soundtrack” sudah bisa kamu dengarkan di berbagai platform digital, dan filmnya siap menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia.

  • “Heal”: Kolaborasi Soulful Weird Genius, Winky Wiryawan, dan Venes

    “Heal”: Kolaborasi Soulful Weird Genius, Winky Wiryawan, dan Venes

    Halo Urbie’s!
    Ada kabar segar dari panggung musik tanah air yang siap bikin telinga dan hati kamu bergetar. Weird Genius, trio produser musik yang dikenal dengan eksplorasi EDM penuh warna, baru saja meluncurkan single terbaru berjudul “Heal”, kali ini berkolaborasi dengan salah satu DJ dan produser papan atas, Winky Wiryawan, serta menghadirkan sentuhan vokal penuh perasaan dari Venes.

    Sesuai dengan judulnya, “Heal” hadir sebagai sebuah ajakan untuk menemukan kembali kedamaian batin. Lagu ini bukan sekadar perjalanan musikal, melainkan juga sebuah pesan tentang proses penyembuhan. Weird Genius mengemasnya dengan pads yang adem dan ambience atmosferik, berpadu sempurna dengan gitar soulful milik Winky Wiryawan serta vokal emosional dari Venes. Hasilnya, lahirlah sebuah karya yang membawa kita bernostalgia ke era keemasan EDM sekaligus menyajikan energi baru untuk generasi sekarang.

    Di tengah industri musik yang sering kali penuh ketidakpastian arah, “Heal” hadir sebagai pengingat bahwa akar musik dance pop tetap relevan dan dibutuhkan. Dengan aransemen yang hangat, lagu ini seolah memberi ruang bagi pendengarnya untuk sejenak berhenti, meresapi, lalu berdamai dengan diri sendiri. Seperti yang diungkapkan Reza “YB”, salah satu personel Weird Genius, “Makna sejati dari ‘Heal’ bukanlah tentang melupakan, tetapi memaafkan. Semoga lagu ini membantu Anda menemukan kedamaian batin.”

    Baca Juga:

    Bagi Winky Wiryawan, kolaborasi ini juga menjadi momen spesial untuk kembali menampilkan sisi musikalitas yang soulful, menggabungkan skill produser dengan sentuhan live instrument yang membuat lagu terasa lebih hangat dan personal. Sementara Venes, dengan suaranya yang lembut namun kuat, berhasil memberi nyawa pada setiap bait “Heal,” menyalurkan emosi yang autentik kepada para pendengar.

    Lagu ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Weird Genius yang tak lama lagi akan menginjak dekade pertama dalam karier mereka. Meski terus bereksperimen dengan warna musik, trio ini menegaskan akan tetap setia pada akarnya—musik dance pop—dan terus menghadirkan karya-karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional para penikmatnya.

    Dengan “Heal,” Weird Genius, Winky Wiryawan, dan Venes sukses menghadirkan sebuah anthem healing yang bisa jadi soundtrack di tengah masa-masa penuh keraguan. Jadi, kalau kamu lagi butuh lagu untuk menenangkan pikiran, memperbaiki suasana hati, atau sekadar ingin menikmati musik EDM dengan nuansa soulful, “Heal” wajib masuk playlist kamu, Urbie’s!

  • Addie MS Gaet Antea Putri Turk, Cicit Keluarga WR Supratman di Konser 30 Tahun Twilite Chorus

    Addie MS Gaet Antea Putri Turk, Cicit Keluarga WR Supratman di Konser 30 Tahun Twilite Chorus

    Hi Urbie’s! Maestro musik Indonesia, Addie MS, kembali menghadirkan kejutan dalam dunia musik klasik tanah air. Dalam rangka merayakan 30 tahun Twilite Chorus, ia akan menggelar konser spesial bertajuk “Twilite Chorus 30th Anniversary Concert” pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 16.00 WIB di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran.

    Tak tanggung-tanggung, pergelaran ini akan menggandeng penyanyi solo berbakat Antea Putri Turk, cicit buyut dari kakak kandung Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Keterlibatan Antea menjadi salah satu daya tarik utama konser ini, sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan musik Indonesia.

    Penyanyi solo berbakat Antea Putri Turk, cicit buyut dari kakak kandung Wage Rudolf Supratman. (Foto: Urbanvibes/Ruli Indaryanti)

    “Sebuah kehormatan besar bagi saya dapat berbagi panggung bersama Addie MS, yang selalu menjadi inspirasi bagi banyak musisi. Terlebih lagi, momen ini sangat istimewa karena merayakan 30 tahun perjalanan Twilite Chorus,” ujar Antea dalam konferensi pers di Jakarta (1/10).

    Antea dijadwalkan membawakan lagu penuh makna Tanah Airku karya Ibu Sud. Suaranya yang kuat dan emosional diyakini akan memberikan sentuhan personal pada momen perayaan ini.

    Addie MS akan menggelar Twilite Chorus 30th Anniversary Concert pada 8 November 2025 di Aula Simfonia Jakarta, menghadirkan Antea Putri Turk dan ratusan musisi dalam pertunjukan simfonik yang megah. (Foto: Dok. Istimewa)

    Harmoni 200 Suara, 70 Musisi, dan 30 Tahun Perjalanan

    Tak hanya menampilkan Antea, konser ini juga menghadirkan kolaborasi megah lebih dari 200 penyanyi paduan suara dari berbagai kampus ternama seperti Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, dan PSM Universitas Mercu Buana. Mereka akan beraksi bersama 70 musisi Twilite Orchestra, menjanjikan pertunjukan simfonik yang menggugah hati.

    “Konser ini bukan hanya perayaan, tapi juga momen untuk menunjukkan semangat dan dedikasi yang terus kami jaga untuk memajukan musik simfonik di Indonesia,” ungkap Addie MS, penggagas dan konduktor Twilite Orchestra.

    Addie MS, musikus, komponis, penulis lagu dan produser rekaman Indonesia. (Foto: Urbanvibes/Ruli Indaryanti)

    Dalam perayaan emas ini, penonton akan dimanjakan oleh sajian karya-karya pilihan yang pernah dibawakan Twilite Chorus. Di antaranya:

    • Bangun Pemudi Pemuda – Alfred Simandjuntak
    • Janger – lagu daerah Bali
    • We Are The Champions – Queen
    • Elegy – Addie MS
    • Somewhere in My Memory – John Williams
    • March of the Toreadors – Opera Carmen (Georges Bizet)
    • Triumphal March – Opera Aida (Giuseppe Verdi)
    Konferensi Pers “Twilite Chorus 30th Anniversary Concert” di Jakarta, Rabu (1/10/2025). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

    Didukung Komunitas dan Dunia Bisnis

    Konser ini terwujud berkat dukungan dari Adinda Bakrie Foundation dan PT Summarecon Agung Tbk, yang menunjukkan komitmen nyata terhadap perkembangan seni dan budaya di Indonesia.

    Baca Juga:

    “Kami merasa terhormat dapat mendukung konser ini sebagai salah satu bentuk komitmen kami terhadap perkembangan seni dan budaya di Indonesia,” ujar Adinda Bakrie, pendiri Adinda Bakrie Foundation.

    Senada dengan Adinda, Liliawati Rahardjo, Komisaris PT Summarecon Agung Tbk, menyampaikan bahwa konser ini menjadi bagian dari perayaan 50 tahun Summarecon. Sebuah momentum emas yang selaras dengan usia Twilite Chorus yang ke-30.

    Tiket dan Informasi

    Masyarakat yang ingin menikmati konser ini secara langsung bisa mendapatkan tiketnya melalui platform TipTip, yang sudah dibuka mulai 1 Oktober 2025.

    Bagi pencinta musik simfonik dan seni pertunjukan, ini bukan sekadar konser—melainkan sebuah perayaan perjalanan, dedikasi, dan cinta terhadap musik yang menyatukan banyak generasi.

  • Raim Laode Rilis “Pergilah Kasih”, Interpretasi Baru dari Lagu Legendaris

    Raim Laode Rilis “Pergilah Kasih”, Interpretasi Baru dari Lagu Legendaris

    Halo Urbie’s!
    Setelah sukses dengan single “Komang” yang begitu membekas di hati banyak orang, Raim Laode kembali menyapa para pendengar dengan karya terbaru yang nggak kalah emosional. Kali ini, ia menghadirkan interpretasi baru dari salah satu lagu legendaris Indonesia, “Pergilah Kasih”, yang awalnya dipopulerkan oleh Chrisye dan kemudian dibawakan ulang oleh D’MASIV.

    Seperti yang kita tahu, “Pergilah Kasih” adalah lagu yang sederhana namun menyentuh, bercerita tentang ketulusan mencintai meski harus melepaskan. Perasaan yang mungkin pernah Urbie’s rasakan—cinta yang nggak harus memiliki, tapi tetap abadi dalam kenangan. Lagu ini seakan menegaskan kalau perpisahan tidak selalu berarti akhir dari cinta, melainkan bentuk lain dari ketulusan.

    Menariknya, Raim Laode menghadirkan warna baru dalam lagu ini. Jika biasanya kita mengenalnya dengan sentuhan akustik hangat, kali ini Raim membalut “Pergilah Kasih” dengan aransemen city pop. Alunan khas era 80-an yang penuh nostalgia berpadu dengan suara unik Raim, menciptakan nuansa segar yang familiar sekaligus berbeda. Hasilnya, lagu ini bukan hanya sekadar cover, tapi sebuah interpretasi yang menghadirkan pengalaman emosional baru bagi pendengar lintas generasi.

    Baca Juga:

    Tidak berhenti di musik, Raim juga memvisualisasikan lagu ini lewat sebuah music video yang penuh makna. Kisahnya tentang sepasang kekasih yang punya mimpi besar berpameran karya seni bersama. Namun, perjalanan mereka tak berjalan mulus—hubungan itu berakhir, dan hanya sang perempuan yang akhirnya berhasil mewujudkan mimpi tersebut. Sang lelaki memilih merelakan dengan tulus, meski dari kejauhan masih menyimpan cinta. Cerita ini selaras dengan pesan lagu, bahwa cinta sejati tak selalu tentang bersama, melainkan memberi ruang bagi kebahagiaan orang yang dicintai.

    Dalam sebuah pernyataan, Raim Laode menegaskan bahwa ia tidak bermaksud melampaui para pendahulu yang pernah membawakan “Pergilah Kasih”. Baginya, karya ini adalah bentuk penghormatan terhadap sebuah lagu besar yang sudah lama hidup di hati pendengar Indonesia. Namun, ia juga ingin menambahkan sentuhan segar agar generasi sekarang bisa merasakan energi baru dari lagu yang penuh makna ini.

    Rilisnya lagu ini pada 1 Oktober 2025 di seluruh platform digital dan kanal YouTube Raim Laode menjadi bukti bahwa sang musisi terus berani bereksperimen dengan genre berbeda. Selain sebagai penyanyi, Raim Laode juga dikenal sebagai aktor dan komedian yang selalu menghadirkan energi positif. Lewat “Pergilah Kasih”, ia kembali menunjukkan kalau dirinya adalah seniman multitalenta yang tidak berhenti berkarya, sekaligus memperkaya perjalanan panjang lagu ini dalam sejarah musik Indonesia.

    Buat Urbie’s yang lagi butuh lagu untuk menemani perjalanan, atau sekadar jadi pengingat tentang cinta yang ikhlas dilepaskan, karya terbaru dari Raim Laode ini wajib masuk playlist kamu.

  • Tetsuya L’Arc~en~Ciel Rilis Merchandise Baru: Acrylic Stand Limited Edition Bikin Fans Auto Nostalgia!

    Tetsuya L’Arc~en~Ciel Rilis Merchandise Baru: Acrylic Stand Limited Edition Bikin Fans Auto Nostalgia!

    Hi Urbie’s! Kalau ngomongin band legendaris Jepang, nama L’Arc~en~Ciel pasti langsung bikin hati kita bergetar. Band yang sudah mewarnai perjalanan musik J-Rock selama lebih dari tiga dekade ini memang nggak ada matinya. Nah, kali ini ada kabar segar dari sang bassist sekaligus ikon gaya hidup stylish: Tetsuya. Melalui akun Instagram resminya, Tetsuya baru saja membagikan postingan tentang rilisnya merchandise terbaru yang sukses bikin fans heboh—Random Bass Acrylic Stand “Tetsuya’s Gear Closet – vol.1”.

    Acrylic Stand dengan Sentuhan Personal

    Buat Urbie’s yang sudah lama ngefans sama Tetsuya, pasti tahu kalau dia bukan sekadar bassist. Tetsuya punya kharisma dan gaya yang selalu menonjol. Jadi, ketika dia merilis Acrylic Stand berbentuk bass, fans langsung merasa seperti punya potongan kecil dari dunianya.

    Yang bikin unik, acrylic stand ini nggak sekadar pajangan biasa. Bentuknya didesain seperti bass sungguhan milik Tetsuya yang bisa ditegakkan dan dipajang di meja kerja, rak buku, atau bahkan di studio mini kamu. Rasanya seperti membawa energi panggung Tetsuya langsung ke ruangan pribadi kita.

    Dalam postingannya, Tetsuya menulis:

    “実際のベースのように立てかけて飾ることができます◎”
    (Bisa dipajang tegak seperti bass asli).

    Detail yang sederhana tapi penuh makna untuk para fans yang ingin merasakan vibes konser meski di rumah.

    Ada Pesan Rahasia dari Sang Bassist

    Eits, tunggu dulu Urbie’s! Bukan Tetsuya namanya kalau tidak memberi kejutan. Merchandise edisi kali ini hadir dengan gimmick spesial—jumlah terbatas dan ada kemungkinan kamu mendapatkan message card dengan tulisan tangan langsung dari Tetsuya!

    Bayangkan, membuka kemasan acrylic stand lalu menemukan kartu pesan yang ditulis sendiri oleh idola. Rasanya seperti punya momen personal yang cuma dimiliki segelintir fans beruntung. Hal ini jelas membuat produk ini nggak sekadar merchandise, tapi juga collectible item yang punya nilai emosional tinggi.

    Detail Pemesanan

    Kalau kamu tertarik, semua detail mengenai bass acrylic stand ini sudah tersedia di situs resmi:
    Klik di sini untuk detail produk

    Dan jangan lupa, stoknya terbatas banget. Jadi buat Urbie’s yang nggak mau ketinggalan, wajib buru-buru sebelum habis diserbu fans global.

    Baca Juga:

    Menuju Panggung 10.3

    Selain merchandise, ada juga kabar seru lainnya. Tetsuya mengingatkan fans untuk mendaftarkan diri dalam pembelian tiket konser yang akan berlangsung pada 3 Oktober mendatang. Link pendaftaran sudah dibagikan melalui website resmi:
    Pesan tiket konser 10.3 di sini

    Momen ini tentu jadi kesempatan emas buat para fans untuk kembali merasakan dentuman bass khas Tetsuya secara langsung.

    Merchandise: Lebih dari Sekadar Suvenir

    Bagi sebagian orang, merchandise hanyalah barang pelengkap. Tapi buat fans sejati, setiap merchandise adalah jembatan emosional dengan idola. Dalam kasus acrylic stand ini, Tetsuya berhasil menghadirkan sesuatu yang bukan hanya estetik, tapi juga penuh cerita.

    • Nilai koleksi: Item terbatas bikin fans merasa punya sesuatu yang eksklusif.
    • Kenangan konser: Pajangan ini jadi pengingat bahwa musik L’Arc~en~Ciel selalu hidup di hati penggemarnya.
    • Motivasi personal: Buat banyak fans, melihat merchandise idola bisa jadi semangat tambahan di tengah rutinitas.

    Nostalgia yang Terus Hidup

    L’Arc~en~Ciel bukan cuma band, mereka adalah bagian dari perjalanan musik banyak orang. Dari lagu “Honey”, “Stay Away”, sampai “Driver’s High”, setiap nada selalu membekas. Kini, lewat rilis merchandise ini, Tetsuya kembali menghidupkan nostalgia itu dengan cara sederhana namun penuh arti.

    Bagi generasi lama, merchandise ini jadi pengingat masa-masa muda saat musik L’Arc jadi soundtrack hidup. Sementara untuk generasi baru, ini bisa jadi pintu masuk mengenal lebih dekat salah satu ikon J-Rock terbesar sepanjang masa.

    Jadi, Urbie’s, Siap Koleksi?

    Kesibukan sehari-hari sering bikin kita lupa pada hal-hal kecil yang bisa bikin bahagia. Memiliki sesuatu yang menghubungkan kita dengan musik favorit bisa jadi obat stres yang sederhana tapi efektif.

    Merchandise terbaru Tetsuya ini bukan sekadar pajangan, tapi simbol koneksi antara musisi dan fans. Jadi, kalau kamu merasa musik L’Arc~en~Ciel pernah mengisi hidupmu, jangan ragu untuk menambahkan Random Bass Acrylic Stand – Tetsuya’s Gear Closet Vol.1 ini ke koleksi pribadimu.

    Karena pada akhirnya, musik bukan hanya soal didengar—tapi juga dirasakan dan dirayakan dalam bentuk apapun, termasuk lewat merchandise yang penuh makna.

  • 20 Tahun Penantian, The Simpsons Movie 2 Siap Hadir di Tahun 2027

    20 Tahun Penantian, The Simpsons Movie 2 Siap Hadir di Tahun 2027

    Halo Urbie’s, siapa di antara kalian yang tumbuh besar ditemani canda tawa keluarga paling ikonis di layar kaca? Ya, The Simpsons, serial animasi legendaris yang sudah jadi bagian budaya pop global sejak akhir 80-an, akhirnya bersiap bangkit lagi di layar lebar. Disney baru saja mengumumkan bahwa film baru The Simpsons 2 akan dirilis pada 23 Juli 2027, tepat 20 tahun setelah film pertamanya yang sukses besar di tahun 2007.

    Pengumuman ini langsung bikin heboh para penggemar. 20th Century Studios membagikan kabar tersebut lewat Instagram dengan cara yang khas: sebuah foto Homer Simpson yang sedang meraih donat merah muda tabur sprinkle berbentuk angka “2”. Caption yang ditulis pun sederhana tapi penuh makna, “Homer kembali untuk tambahan.” Seolah memberi kode bahwa kali ini kisah keluarga kocak dari Springfield akan kembali dengan sesuatu yang lebih segar.

    Meski detail plot masih dirahasiakan, antusiasme publik sudah begitu tinggi. Sebelumnya, The Simpsons Movie sukses meraup lebih dari 536 juta dolar di box office global. Film pertamanya itu menyorot bagaimana kelalaian Homer membuat Springfield terjebak dalam kubah raksasa setelah pasokan air kota tercemar. Cerita yang satir, penuh humor, dan tetap dekat dengan isu sosial, menjadikan film tersebut bukan hanya hiburan semata, tapi juga komentar tajam khas Matt Groening dan tim kreatifnya.

    Baca Juga:

    Untuk generasi yang mungkin baru mengenal, The Simpsons pertama kali tayang pada Desember 1989 di Fox, setelah sebelumnya hadir sebagai segmen pendek di The Tracey Ullman Show. Diciptakan oleh Matt Groening bersama James L. Brooks dan Sam Simon, serial ini berhasil bertahan hingga kini dengan musim ke-37 sudah tayang. Karakter-karakter utamanya tetap diisi oleh pengisi suara ikonis: Dan Castellaneta sebagai Homer, Julie Kavner sebagai Marge, Nancy Cartwright sebagai Bart, dan Yeardley Smith sebagai Lisa.

    Yang menarik, tanggal rilis film kedua The Simpsons ini awalnya disiapkan untuk proyek Marvel yang belum diberi judul. Kini, Disney memutuskan untuk memberi panggung pada keluarga Springfield. Tak hanya itu, film musikal animasi dari Warner Bros. juga dijadwalkan rilis di tanggal yang sama, membuat 23 Juli 2027 diprediksi jadi salah satu momen panas bagi dunia perfilman.

    Urbie’s, membayangkan kembali mendengar suara khas Homer dengan teriakannya yang legendaris, atau tingkah konyol Bart yang tak pernah habis idenya, jelas jadi nostalgia tersendiri. Setelah dua dekade, para penggemar tentu penasaran bagaimana tim kreatif akan menghidupkan kembali nuansa klasik The Simpsons sambil menyesuaikannya dengan isu-isu masa kini. Satu hal yang pasti, film ini akan jadi momen reuni besar bagi fans lama sekaligus pintu masuk bagi generasi baru untuk jatuh cinta pada keluarga paling unik dari Springfield.

    Jadi, siapkah kalian kembali ke bioskop dan menyaksikan petualangan terbaru The Simpsons pada 2027 nanti?