Hi Urbie’s!Ada sesuatu yang terasa seperti lingkaran yang akhirnya kembali bertemu ketika Anggun C. Sasmi berdiri lagi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), bukan sebagai penyanyi rock remaja seperti lebih dari tiga dekade lalu, tetapi sebagai salah satu pengisi acara Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, nama Anggun kembali menjadi bagian dari panggung besar GBK menjelang final yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Thailand, sekaligus membuat sang penyanyi teringat pada momen ketika dirinya pertama kali tampil di stadion tersebut pada usia 16 tahun.
Dari Rocker 16 Tahun, Anggun Sudah Menaklukkan Panggung Stadion
Bagi generasi yang mengenal Anggun lewat karier internasionalnya, membayangkan dirinya sebagai penyanyi rock remaja mungkin terasa seperti membuka album foto lama yang hampir terlupakan. Namun, jauh sebelum namanya dikenal luas di panggung internasional, Anggun memang mengawali perjalanan musiknya dengan genre rock dan aktif berpindah dari satu panggung ke panggung lain di berbagai daerah Indonesia.
“Pertama kali manggung di GBK pada pertengahan tahun 90 saat saya masih 16 tahun,” tulis Anggun dalam keterangan unggahan Instagram pribadinya yang dikutip pada Senin, 5 Oktober 2026.
Anggun juga mengingat bagaimana kehidupan panggungnya ketika masih muda tidak selalu berlangsung di venue megah dengan produksi pertunjukan seperti sekarang. Ia menyebut tur keliling Indonesia kala itu hampir selalu membawanya tampil di gelanggang olahraga atau stadion-stadion daerah.
GBK Menjadi Saksi Perubahan Karier Anggun
Kalau dihitung dari penampilan pertamanya pada 1990 hingga 2026, jarak waktunya mencapai sekitar 36 tahun, tetapi GBK tetap menjadi salah satu titik yang menghubungkan berbagai fase perjalanan karier Anggun. Dari panggung seorang remaja yang masih berjuang dengan musik rock hingga menjadi penyanyi Indonesia yang memiliki karier internasional, tempat yang sama kini kembali menyambutnya.

Baca juga:
- Bukan Bunga, Agnez Mo Malah Dapat 3 Kerambit dari Fans Saat Pulang ke Jakarta
- Rahasia Rambut Angez Mo Selama 16 Tahun Akhirnya Terungkap, Ternyata Ada Sosok Ini di Baliknya!
Menariknya, penampilan Anggun di GBK bukan kali pertama dirinya kembali ke stadion tersebut setelah debutnya sebagai penyanyi muda. Ia juga pernah tampil dalam Upacara Pembukaan Asian Games 2018 dan membawakan lagu “Pemuda” karya Chaseiro, sehingga panggung olahraga besar di Jakarta kembali menjadi bagian dari perjalanan musiknya.
Kali Ini Bukan Opening, Tapi Closing FIFA ASEAN Cup 2026
Jika pada 2018 Anggun hadir untuk membuka Asian Games, kali ini ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari penutupan FIFA ASEAN Cup 2026. Closing Ceremony tersebut digelar di GBK pada Senin, 5 Oktober 2026, sebelum pertandingan final Indonesia melawan Thailand.
Rangkaian seremoni penutupan dijadwalkan berlangsung mulai sekitar pukul 17.50 WIB, sementara pertandingan final Indonesia kontra Thailand dijadwalkan pada malam harinya. Selain Anggun, Judika dan Prince Poetiray juga menjadi bagian dari deretan musisi yang tampil dalam closing ceremony tersebut.

Buat Anggun, kesempatan tersebut jelas bukan sekadar jadwal manggung berikutnya karena lokasi panggungnya membawa memori yang jauh lebih panjang. Ia bahkan menyebut rasa bangganya setelah Timnas Indonesia berhasil mencapai final dan mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada skuad Garuda.
Dari Panggung Rock ke Panggung Sepak Bola
Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan ini: dulu Anggun datang ke stadion sebagai penyanyi rock berusia 16 tahun yang sedang berkeliling Indonesia, sementara sekarang ia kembali di hadapan penonton sepak bola dalam sebuah seremoni internasional. Perubahan itu memperlihatkan bahwa perjalanan seorang musisi tidak selalu bergerak lurus, tetapi bisa membawa seseorang kembali ke tempat yang sama dengan cerita yang benar-benar berbeda.
GBK pun seolah menjadi penanda waktu bagi Anggun, mulai dari masa ketika panggung stadion menjadi bagian dari rutinitas tur hingga ketika namanya berada dalam jajaran pengisi acara untuk pertandingan final turnamen sepak bola. Tiga puluh enam tahun berlalu, tetapi panggung yang sama kembali mempertemukan Anggun dengan energi penonton Indonesia.
Dan malam ini, Urbie’s, cerita itu kembali berlanjut di GBK, dengan Anggun bukan lagi sebagai gadis 16 tahun yang sedang mengejar mimpi di dunia rock, melainkan sebagai salah satu nama besar yang kembali dipercaya mengisi panggung olahraga berskala internasional. Dari rock ke seremoni sepak bola, dari 1990 ke 2026, perjalanan Anggun membuktikan bahwa ada panggung yang mungkin berubah bentuk, tetapi kenangannya tetap tinggal.



