Hai Urbie's! Kuartet instrumen asal Kabupaten Bandung, Basajan baru saja merilis abum perdana bertajuk "Béwara" dalam format piringan hitam (vinyl) 1 x LP, 33 1/3 RPM. Setelah sebelumnya sukses meluncurkan album tersebut secara digital dan cakram padat (compact disc) pada 10 April 2026 bertepatan dengan Japan Tour 2026 serta penampilan di SYNCHRONICITY Festival Shibuya, kini Béwara hadir dalam format fisik paling definitif.
Album yang diproduksi oleh Bahasa Ibu Records ini memuat 10 trek yang menjadi ciri khas Basajan dalam dua tahun terakhir, termasuk single "1971" dan "Nadoman". Secara musikal, Basajan mengusung pendekatan Priangan Psychedelic Groove yang memadukan rock instrumental, groove psikedelik hipnotik, dan atmosfer mistis Sunda.
Format Fisik Paling Intim dan Kosmologi Sunda
Salah satu personel Basajan, Made mengungkapkan makna mendalam di balik pemilihan format fisik piringan hitam tersebut. Menurutnya, kehadiran album dalam format piringan hitam menjadi impian bagi para personel Basajan dalam berkarya.
“Mempunyai rilisan fisik selalu menjadi impian bagi kami. Setelah sebelumnya merilis Béwara dalam bentuk CD atau cakram padat, kini kami sangat senang karena mendapat kesempatan untuk merilis album ini dalam format vinyl 12 inch. Bagi kami, piringan hitam ini adalah cara paling intim untuk menikmati karya kami, mulai dari detail artwork yang besar hingga kualitas audio yang khas,” ujar Made.

Filosofi besar di balik album Béwara sendiri berangkat dari ajaran kosmologi Sunda Tri Tangtu. Menurut Basajan, karya ini merupakan sebuah upaya untuk menghubungkan tiga dimensi kehidupan, mulai dari dimensi spiritual di atas, kehidupan manusia di tengah, hingga perenungan tentang akhir.
Puncak Perjalanan Album dan Rilisan Terbatas
Keputusan mencetak Béwara ke dalam format piringan hitam dinilai sebagai langkah alami sekaligus puncak perjalanan album ini di kancah musik.

Program Director Bahasa Ibu Records, Kemfau memaparkan bagaimana perancangan berjenjang album ini hingga akhirnya dirilis dalam versi piringan hitam.
"Kalau format CD dan digital kemarin adalah perkenalan Béwara ke dunia, versi piringan hitam ini bisa dibilang sebagai kepulangannya ke rumah. Sejak dari awal Béwara memang kami desain berjenjang. Kami bawa Basajan tur ke Jepang, manggung di Wonderfruit Festival, serta penampilan special di KEXP adalah cara kami melihat apakah bebunyian lokal khas Basajan bisa nyambung di berbagai panggung global. Sekarang saatnya kami buat artefaknya," papar Kemfau.
Secara teknis, vinyl Béwara dirilis dalam format 1 x LP, 33 1/3 RPM. Proses mastering vinyl dikerjakan secara spesifik dalam format analog untuk menjaga kedalaman ruang khas Basajan.
Artist and Repertoire Bahasa Ibu Records, David Tarigan turut mengungkapkan bahwa Béwara menjadi salah satu periisan paling penting tahun ini. Ia mengatakan, perilisan album fisik ini penting bagi perkembangan karya Basajan.
"Penerimaan publik terhadap Basajan dan karyanya terus berkembang dengan baik, melintasi usia dan geografis pendengar. Karenanya, setelah compact disc, kehadiran album Béwara dalam format vinyl menjadi sesuatu yang wajar, dan buat sebagian benar-benar ditunggu," pungkas David Tarigan, Artist and Repertoire Bahasa Ibu Records.
Album piringan hitam Béwara resmi dirilis pada 4 November 2026 melalui Bahasa Ibu Records dan dapat diperoleh via bahasaiburecords.id serta jaringan toko distribusi demajors. Bagi para kolektor dan penikmat musik, rilisan piringan hitam edisi pertama ini dicetak dalam jumlah yang sangat terbatas (limited pressing).




