Hi Urbie’s! Kalau Urbie’s baru saja melihat video musik terbaru Weezer, mungkin reaksinya bukan cuma, “Wah, lagu barunya enak.” Tapi lebih mungkin: “Eh, itu Tony Hawk?” Lalu beberapa detik kemudian muncul wajah lain. “Lah, itu McLovin?”

Belum selesai kaget, muncul lagi aktor, komedian, kreator internet, sampai sutradara yang mungkin tidak pernah Urbie’s duga bakal nongol di video klip Weezer. Semua kekacauan itu hadir dalam video musik terbaru “C.E.O.”, single terbaru Weezer yang menjadi bagian dari album mendatang Weezer (The Gold Album).

Urbanvibes article banner

Album tersebut dijadwalkan rilis pada 21 Agustus 2026, sementara “C.E.O.” menjadi lagu ketiga yang diperkenalkan sebelum album penuh tersebut keluar.

Yang membuat video ini semakin menarik, Weezer tidak sekadar membuat video klip biasa.

Mereka seperti sedang bercanda dengan sejarah mereka sendiri.

Dan tentu saja, sambil membawa beberapa nama besar Hollywood dan pop culture ke dalamnya.

Video “C.E.O.” Malah Jadi Kekacauan Nostalgia Weezer

“C.E.O.” punya hubungan langsung dengan salah satu lagu paling ikonik Weezer, “Undone – The Sweater Song” dari album Weezer (Blue Album).

Dalam video terbarunya, Rivers Cuomo dan kawan-kawan kembali dipaksa berhadapan dengan masa lalu.

Dua eksekutif rekaman yang diperankan oleh Rob Riggle dan Rob Huebel mendorong Rivers Cuomo untuk mengulang kesuksesan video “Undone”.

Masalahnya?

Mereka ingin sesuatu yang lama dibuat kembali dengan kemasan baru.

Satirnya terasa sangat Weezer.

Apalagi lirik pembuka “C.E.O.” sendiri memainkan gagasan tentang membuat sesuatu yang baru sambil terus ditarik kembali ke era 1990-an.

Video kemudian memperlihatkan Weezer tampil di sebuah soundstage dengan nuansa serba emas. Sutradara Curry Barker, yang dikenal lewat film Obsession, berada di balik kamera.

Tapi kemudian semuanya mulai kacau.

Dan dari sinilah muncul pertanyaan besar:

Kalau Weezer sendiri pergi dari lokasi syuting, siapa yang akan menggantikannya?

Tony Hawk di musik video C.E.O. Weezer - sumber foto instagram/weezer
Tony Hawk di musik video C.E.O. Weezer - sumber foto instagram/weezer

Tony Hawk Tiba-Tiba Jadi Anak Weezer?

Jawabannya mungkin adalah salah satu hal paling absurd dari video ini.

Ketika Weezer meninggalkan lokasi, para eksekutif dalam cerita tersebut mencari pengganti.

Dan muncullah versi “Weezer 2.0”.

Line-up penggantinya bukan musisi biasa.

Ada Tony Hawk, legenda skateboard dunia.

Ya, Urbie’s tidak salah baca.

Tony Hawk benar-benar muncul sebagai bagian dari “band” pengganti Weezer dalam video “C.E.O.”.

Tony Hawk sendiri sudah menjadi ikon pop culture jauh di luar dunia skateboard. Namanya melekat pada olahraga ekstrem, video game, film, dan berbagai proyek hiburan.

Tapi melihatnya tiba-tiba masuk ke semesta Weezer?

Itu jelas bukan kolaborasi yang muncul setiap hari.

Baca Juga:

McLovin Ikut Masuk ke Dunia Weezer

Kemudian ada Christopher Mintz-Plasse.

Kalau namanya terasa familiar tetapi Urbie’s lupa dari mana, kemungkinan besar wajahnya langsung mengingatkan pada satu karakter:

McLovin.

Mintz-Plasse dikenal luas berkat perannya sebagai Fogell alias McLovin dalam film komedi Superbad.

Dalam video “C.E.O.”, ia menjadi bagian dari formasi “Weezer 2.0” bersama Tony Hawk dan sejumlah nama lainnya.

Ini juga yang membuat video tersebut terasa seperti semacam pertemuan lintas generasi pop culture.

Weezer membawa nostalgia 1990-an, kemudian memasukkannya ke dalam video yang diisi figur-figur dari dunia film, olahraga, internet, dan komedi.

[Block type not supported: rawTool]

!--nextpage-->

Michael Peña dan Giovanni Ribisi Juga Ada

Jay Rensaw di musik video C.E.O. Weezer - sumber foto instagram/weezer
Jay Rensaw di musik video C.E.O. Weezer - sumber foto instagram/weezer

Kalau Tony Hawk dan McLovin belum cukup mengejutkan, masih ada Michael Peña dan Giovanni Ribisi.

Michael Peña dikenal lewat berbagai film Hollywood, termasuk Ant-Man, End of Watch, dan Narcos.

Sementara Giovanni Ribisi punya perjalanan panjang di dunia film dan televisi, dengan peran dalam berbagai produksi Hollywood.

Kehadiran keduanya membuat daftar cameo dalam “C.E.O.” terasa semakin random—dalam arti yang sangat menyenangkan.

Bayangkan sebuah video musik Weezer yang awalnya ingin mengulang “Undone”, lalu berakhir dengan Tony Hawk, Michael Peña, Christopher Mintz-Plasse, dan Giovanni Ribisi.

Kalau itu bukan Weezer banget, entah apa lagi.

Ada Dax Flame dan Jay Renshaw Juga

Video ini juga menghadirkan Dax Flame, kreator internet yang dikenal lewat persona dan konten video bergaya unik.

Kemudian ada Jay Renshaw, yang juga ikut masuk ke formasi pengganti Weezer.

Keduanya melengkapi konsep “band palsu” yang dibuat dalam video tersebut.

Jadi, kalau Urbie’s merasa video “C.E.O.” seperti sedang menonton sebuah sketsa komedi yang kebetulan punya soundtrack Weezer, perasaan itu tidak salah.

Memang itulah bagian dari konsepnya.

Curry Barker, Sutradara yang Bikin Semuanya Makin Aneh

Di balik kekacauan tersebut ada Curry Barker, sutradara yang mengarahkan video “C.E.O.”.

Barker sebelumnya dikenal lewat film Obsession, dan pendekatannya di video Weezer kali ini sangat cocok dengan humor absurd yang ingin dibangun.

Salah satu momen paling aneh adalah ketika Barker, yang merasa bosan dengan penampilan Weezer, memerintahkan agar sekumpulan lebah dilepaskan ke studio.

Ini bukan detail random.

Baca Juga:

Adegan tersebut menjadi semacam callback terhadap anjing-anjing yang muncul dalam video asli “Undone – The Sweater Song”.

Jadi, Weezer sebenarnya sedang melakukan dua hal sekaligus: menertawakan nostalgia dan memanfaatkannya.

Jadi, “C.E.O.” Sebenarnya Tentang Apa?

Di balik semua cameo dan kekacauan tersebut, “C.E.O.” terasa seperti komentar Weezer terhadap tuntutan untuk terus mengulang masa lalu.

Band ini sudah punya sejarah panjang.

“Buddy Holly”, “Say It Ain’t So”, “Undone – The Sweater Song”, hingga berbagai lagu lain dari katalog mereka telah membuat Weezer menjadi salah satu band rock alternatif paling dikenal dari era 1990-an.

Tantangannya sekarang sederhana tetapi rumit:

Bagaimana membuat sesuatu yang baru ketika semua orang justru meminta nostalgia?

Itulah yang membuat “C.E.O.” terasa lebih menarik daripada sekadar single baru.

Video ini seperti mengatakan bahwa ketika industri musik terus meminta versi lama dari sebuah band, mungkin satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan membuat parodi dari permintaan tersebut.

The Gold Album Tinggal Menghitung Hari

“C.E.O.” menjadi salah satu lagu yang membawa Urbie’s semakin dekat dengan album baru Weezer, The Gold Album, yang akan dirilis pada 21 Agustus 2026. Situs resmi Weezer juga mengonfirmasi tanggal tersebut, sementara daftar albumnya mencakup 10 lagu.

Sebelumnya, Weezer telah merilis “Shine Again” dan “We Might as Well Be Strangers” yang menampilkan Karly Hartzman dari Wednesday.

Jadi, Urbie’s yang penasaran dengan arah baru Weezer tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk mendengarkan keseluruhan albumnya.

Tapi untuk sekarang, satu hal sudah jelas.

Weezer belum kehabisan cara untuk membuat kita bertanya, “Ini sebenarnya apaan?”

Dan mungkin justru itulah daya tariknya.

Karena di dunia Weezer, ketika Rivers Cuomo bilang ingin melakukan sesuatu yang baru, jangan kaget kalau beberapa menit kemudian Tony Hawk, McLovin, Michael Peña, dan Giovanni Ribisi tiba-tiba menjadi anggota Weezer.

[Block type not supported: rawTool]