Hi Urbie’s! Ada sesuatu yang cukup menarik ketika seorang musisi yang dikenal lewat Blur dan Gorillaz justru diminta mengisi musik untuk film yang bercerita tentang teknologi kecerdasan buatan. Adalah Damon Albarn, vokalis Blur sekaligus salah satu sosok penting di balik Gorillaz, yang dipercaya menggarap musik untuk film Artificial, sebuah proyek yang mengangkat kisah para pendiri OpenAI sekaligus perkembangan ChatGPT.

Keterlibatan Albarn membuat proyek ini punya lapisan cerita tersendiri karena musik film tersebut akan lahir dari seorang seniman yang selama ini memiliki pandangan kritis terhadap bagaimana teknologi dapat mengubah cara manusia menciptakan karya.

Dari Blur dan Gorillaz ke Dunia Artificial Intelligence

Nama Damon Albarn tentu bukan nama baru dalam dunia musik eksperimental dan lintas genre. Bersama Blur, ia menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan Britpop, sementara Gorillaz membawanya ke wilayah yang jauh lebih eksperimental dengan memadukan musik, animasi, karakter virtual, dan teknologi.

Kini, Albarn kembali masuk ke wilayah yang bersinggungan dengan teknologi melalui Artificial. Film tersebut mengangkat kisah seputar para pendiri OpenAI dan perjalanan perkembangan ChatGPT yang kemudian menjadi salah satu teknologi AI paling dikenal di dunia.

Belum banyak detail mengenai bagaimana musik Albarn akan digunakan dalam film tersebut, tetapi pendekatan yang disiapkan terdengar cukup luas. Ia disebut akan mengisi film dengan lagu, musik elektronik, hingga aransemen orkestral.

Kombinasi tersebut menarik karena memungkinkan musik menjadi bagian dari cara film menggambarkan hubungan manusia dengan teknologi, bukan sekadar menjadi latar belakang adegan.

Ironi: Membuat Musik untuk Film tentang AI

Di sinilah keterlibatan Albarn terasa lebih menarik dibanding sekadar kabar seorang musisi mendapat proyek film baru. Ia justru dikenal memiliki pandangan bahwa musik dan seni seharusnya tidak dibuat terlalu mudah.

Menurut pandangan tersebut, ketika proses kreatif dibuat terlalu sederhana atau seluruh kesulitan dalam menghasilkan karya dihilangkan, ada risiko karya kehilangan sebagian maknanya.

Gagasan itu terasa relevan ketika ditempatkan berdampingan dengan cerita Artificial. Film ini sendiri berada di tengah perdebatan besar mengenai AI generatif dan bagaimana teknologi tersebut dapat mengubah cara manusia bekerja, berpikir, sekaligus menciptakan sesuatu.

Dengan kata lain, Albarn kini menggarap musik untuk sebuah cerita yang salah satu pertanyaan besarnya berkaitan dengan teknologi yang juga sedang mengubah dunia kreatif.

Baca juga:

Musik Elektronik Bertemu Aransemen Orkestra

Untuk proyek ini, Albarn tidak hanya mengandalkan format lagu konvensional. Musik elektronik dan aransemen orkestral juga akan menjadi bagian dari dunia suara yang dibangun untuk Artificial.

Pilihan tersebut membuka kemungkinan soundtrack film terasa seperti perpaduan antara dunia manusia dan mesin. Musik elektronik dapat menghadirkan nuansa teknologi dan eksperimentasi, sementara orkestrasi memberi ruang bagi emosi, ketegangan, serta sisi manusiawi dari cerita.

Apalagi kisah tentang perkembangan AI tidak hanya berbicara mengenai teknologi sebagai benda atau sistem. Di baliknya ada manusia yang membangun perusahaan, mengambil keputusan, menghadapi konflik, dan berhadapan dengan konsekuensi dari teknologi yang mereka kembangkan.

Musik kemudian bisa menjadi bahasa lain untuk mempertemukan dua dunia tersebut.

Ketika Seniman Ikut Masuk ke Percakapan AI

Kehadiran Damon Albarn dalam Artificial juga menunjukkan bagaimana perbincangan mengenai AI semakin sulit dipisahkan dari dunia seni dan budaya populer.

AI mungkin menjadi pusat cerita film, tetapi pilihan untuk menghadirkan musisi dengan karakter kreatif seperti Albarn membuat film ini berpotensi berbicara tentang teknologi dari perspektif yang lebih luas.

Terlebih, Albarn bukan figur yang asing dengan eksperimen teknologi dalam musik. Gorillaz sendiri sejak awal memainkan gagasan tentang band virtual dan karakter animasi, sehingga hubungan antara kreativitas, teknologi, dan identitas manusia sebenarnya sudah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke sebuah film yang secara langsung membahas perkembangan AI.

Soundtrack yang Bisa Menjadi Bagian dari Cerita

Buat Urbie’s, menarik untuk melihat apakah musik Albarn nantinya hanya berfungsi sebagai pengiring atau justru menjadi salah satu elemen penting dalam membangun perspektif film terhadap AI.

Sebab ketika seorang musisi yang mempertanyakan kemudahan dalam proses kreatif diminta menciptakan musik untuk film tentang teknologi yang dapat mengotomatisasi proses kreatif, kontradiksinya justru menjadi bagian paling menarik.

Artificial pada akhirnya bukan cuma punya cerita tentang OpenAI dan ChatGPT, tetapi juga mempertemukan dua pertanyaan besar: seberapa jauh teknologi dapat membantu manusia menciptakan sesuatu, dan di titik mana proses manusia itu sendiri justru menjadi bagian dari makna sebuah karya?

Dan mungkin, jawabannya nanti tidak hanya datang dari dialog atau visual film, tetapi juga dari musik Damon Albarn yang mengiringinya.

[Block type not supported: rawTool]