Hi Urbie’s, Disney kembali membuat gebrakan dengan proyek live-action terbarunya yang siap menghidupkan kisah klasik dari sudut pandang berbeda. Kali ini, bukan sosok putri utama yang jadi pusat cerita, melainkan dua karakter yang selama ini dikenal sebagai “antagonis”—saudara tiri Cinderella, Anastasia dan Drizella.
Dilansir dari laporan media ternama seperti Deadline dan The Hollywood Reporter pada 24 Maret waktu setempat, Disney tengah mengembangkan film berjudul sementara “Stepsisters”. Proyek ini akan mengeksplorasi kehidupan Anastasia dan Drizella dengan pendekatan yang lebih segar, sekaligus memberikan dimensi baru pada karakter yang selama ini sering dianggap sekadar pelengkap cerita.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Disney yang belakangan akan mengeksplorasi ulang kisah-kisah klasik mereka melalui perspektif yang berbeda. Jika sebelumnya penonton disuguhkan cerita dari sudut pandang tokoh utama, kini Disney tampaknya ingin memperluas semesta narasi dengan menggali sisi karakter pendukung yang tak kalah menarik.
Untuk proyek ini, kursi sutradara akan diisi oleh Akiva Schaeffer, yang sebelumnya dikenal lewat film “Chip ‘n Dale: Rescue Rangers”. Sementara itu, naskah awal ditulis oleh Michael Montemayor, sebelum akhirnya mengalami penulisan ulang oleh Dan Gregor dan Doug Mand—dua nama yang juga pernah bekerja sama dengan Schaeffer. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan cerita yang fresh, ringan, namun tetap memiliki kedalaman emosional.
Baca Juga:
- Bangga! Taman Nasional Komodo Menempati Peringkat kedua Tempat Terindah di Dunia
- Indonesia Dorong ANA Buka Rute Baru, Yogyakarta Siap Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Jepang
- 10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2026, Finlandia Masih Nomor Satu
Urbie’s, kalau kamu masih ingat versi live-action Cinderella yang dirilis pada tahun 2015, karakter Drizella dan Anastasia sempat diperankan oleh Sophie McShera dan Holliday Grainger. Namun hingga saat ini, Disney belum mengumumkan siapa yang akan memerankan kedua karakter tersebut dalam “Stepsisters”. Hal ini tentu semakin membuat rasa penasaran publik meningkat.
Yang menarik, proyek ini juga menjadi bukti bahwa Disney tidak kehabisan ide dalam mengolah ulang cerita klasik mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, studio ini akan mengembangkan berbagai film live-action, mulai dari Moana yang dijadwalkan rilis musim panas mendatang, hingga proyek lain seperti Tangled dan kisah Gaston dari Beauty and the Beast. Tren ini menunjukkan bahwa Disney tengah membangun ulang koneksi emosional dengan generasi baru sekaligus menghadirkan nostalgia bagi penonton lama.
Kehadiran “Stepsisters” pun diprediksi akan memberikan warna baru dalam dunia dongeng Disney. Alih-alih hanya menampilkan konflik hitam-putih antara protagonis dan antagonis, film ini berpotensi mengajak penonton memahami latar belakang serta motivasi karakter yang selama ini dianggap “jahat”. Pendekatan seperti ini sebelumnya terbukti sukses lewat beberapa film yang mengangkat sisi lain karakter ikonik.
Dengan konsep yang unik dan tim kreatif yang berpengalaman, ekspektasi terhadap “Stepsisters” pun semakin tinggi. Banyak yang berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru tentang keluarga, kecemburuan, hingga pencarian jati diri.
Jadi, siap melihat sisi lain dari kisah Cinderella, Urbie’s?






