Hi Urbie’s! Gimana jadinya kalau dunia hip-hop bertemu dengan salah satu villain paling ikonik di anime Naruto? Jawabannya hadir lewat lagu berjudul “MADARA” dari EZ MIL, yang menghadirkan Eminem, rapper Jepang Hideyoshi, hingga Neil Kaplan, pengisi suara bahasa Inggris Madara Uchiha.

Kolaborasi ini bukan sekadar meminjam nama karakter anime untuk judul lagu. Kehadiran Neil Kaplan yang membawakan verse dengan suara khas Madara membuat koneksi antara musik rap dan semesta Naruto terasa semakin nyata, terutama buat penggemar yang langsung mengenali suara sang antagonis legendaris.

Nama Eminem di daftar kolaborator tentu menjadi daya tarik tersendiri. Namun, bagi penggemar anime, kemunculan suara Madara di sebuah lagu hip-hop justru menjadi kejutan yang membuat proyek ini punya identitas berbeda.

“MADARA” Satukan Eminem, EZ MIL, dan Hideyoshi

EZ MIL kembali membawa pendengar ke persimpangan musik rap dan budaya pop lewat “MADARA”. Lagu ini menampilkan Eminem, rapper Jepang Hideyoshi, serta Neil Kaplan yang dikenal sebagai pengisi suara Madara Uchiha dalam versi bahasa Inggris anime Naruto Shippuden.

Kombinasi tiga nama tersebut menciptakan daya tarik lintas audiens. Penggemar hip-hop punya alasan untuk melirik kolaborasi ini karena kehadiran Eminem, sementara pencinta anime mendapatkan koneksi langsung dengan karakter yang dikenal lewat kekuatan, ambisi, dan dialog-dialog khasnya.

Judul “MADARA” juga bukan pilihan yang terasa biasa bagi penggemar Naruto. Madara Uchiha merupakan salah satu antagonis sentral dalam cerita, sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap konflik dunia ninja dan dikenal karena ambisinya menciptakan tatanan dunia menurut keyakinannya sendiri.

Urbanvibes article banner

Menggunakan nama karakter tersebut sebagai judul lagu memberikan nuansa tersendiri sebelum pendengar bahkan menekan tombol play. Apalagi, proyek ini tidak berhenti pada referensi nama, tetapi turut melibatkan orang yang benar-benar menghidupkan suara Madara dalam versi bahasa Inggris.

Neil Kaplan Bawa Suara Madara Uchiha ke Dunia Rap

Salah satu elemen paling menarik dari “MADARA” adalah keterlibatan Neil Kaplan. Pengisi suara ini dikenal oleh penggemar anime berbahasa Inggris sebagai sosok di balik suara Madara Uchiha, karakter yang kehadirannya identik dengan aura mengintimidasi dan keyakinan kuat terhadap ideologinya.

Dalam lagu tersebut, Kaplan turut membawakan verse menggunakan suara khasnya sebagai Madara. Elemen ini membuat kolaborasi terasa seperti pertemuan dua dunia: karakter fiksi yang terkenal melalui anime dan musik rap yang mengandalkan permainan kata, ritme, serta karakter vokal.

Bagi penggemar Naruto, suara Madara punya asosiasi yang kuat dengan pertarungan besar dan konflik berskala luas. Ketika karakter vokal itu dibawa ke dalam lagu, referensi anime tersebut menjadi lebih dari sekadar easter egg yang disisipkan untuk menarik perhatian penggemar.

Pendekatan seperti ini juga menunjukkan bagaimana budaya anime semakin mudah beririsan dengan musik populer. Karakter, dialog, dan identitas suara yang dulu dikenal terutama oleh penonton serial kini dapat menemukan ruang baru melalui medium musik.

Meski begitu, verse Kaplan tetap perlu dipahami sebagai bagian dari konsep lagu, bukan adegan resmi dari cerita Naruto. Kolaborasi ini menggabungkan elemen budaya pop dengan musik, tanpa otomatis menjadi bagian dari alur cerita anime.

Baca juga:

Kenapa Nama Madara Cocok Jadi Inspirasi Lagu?

Buat Urbie’s yang mengikuti perjalanan Naruto, Madara bukan villain yang sekadar hadir untuk menghalangi tokoh utama. Ia memiliki pandangan sendiri tentang perdamaian, kekuasaan, dan cara mengakhiri konflik, meski metode yang dipilihnya justru memicu pertentangan besar.

Karakter dengan kepribadian kuat seperti Madara punya identitas yang mudah dikenali. Aura dominan, ambisi besar, serta reputasinya sebagai salah satu ninja paling berbahaya membuat namanya terasa cocok untuk sebuah proyek musik yang ingin menghadirkan kesan intens.

Di sisi lain, penggunaan nama Madara juga memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh Naruto dalam budaya pop global. Cerita yang berawal dari manga karya Masashi Kishimoto telah melahirkan karakter-karakter yang tetap dibicarakan lintas generasi, termasuk oleh audiens yang mungkin mengenalnya melalui meme, potongan adegan, atau referensi di media sosial.

Ketika nama tersebut muncul dalam judul lagu bersama Eminem, percakapan pun bisa meluas dari penggemar anime ke komunitas hip-hop. Di titik inilah kolaborasi lintas budaya menjadi menarik: satu karya bisa dibaca melalui pengalaman mendengarkan musik sekaligus ingatan terhadap karakter fiksi.

Bukan Kolaborasi Pertama Eminem dan EZ MIL

Bagi pendengar yang mengikuti perjalanan EZ MIL, “MADARA” juga menandai kolaborasi lanjutan dengan Eminem. Sebelumnya, keduanya telah bekerja sama melalui lagu “Realest” dan “Head Honcho”.

Keterlibatan Eminem dalam proyek EZ MIL memperlihatkan kesinambungan hubungan musikal di antara keduanya. Kali ini, konsep yang mengangkat nama karakter anime dan menghadirkan pengisi suara Madara memberikan warna berbeda pada kolaborasi tersebut.

Kehadiran Hideyoshi juga menambah dimensi internasional dalam proyek ini. Dengan musisi dari latar berbeda dan elemen yang terhubung dengan anime Jepang, “MADARA” berada di persimpangan beberapa komunitas penggemar sekaligus.

Pada akhirnya, daya tarik lagu ini tidak hanya terletak pada nama besar Eminem. Perpaduan EZ MIL, Hideyoshi, dan Neil Kaplan membuat “MADARA” menjadi proyek yang punya kaitan kuat dengan budaya anime, sekaligus menawarkan sesuatu yang tidak biasa bagi pendengar rap.

Jadi, Urbie’s, kalau biasanya suara Madara identik dengan konflik besar di dunia ninja, sekarang karakter tersebut punya panggung lain lewat musik. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pengaruh anime bisa melampaui layar dan masuk ke ruang kreatif yang sama sekali berbeda.