Hi Urbie’s! Persaingan girl group K-pop ternyata bukan cuma soal penjualan album, jumlah penonton konser, atau siapa yang paling sering muncul di media sosial. Di tengah persaingan industri musik digital, Hearts2Hearts kini mencuri perhatian setelah beredar data yang menempatkan mereka di posisi teratas dalam daftar pendengar bulanan artis SM Entertainment di YouTube Music.
Angka yang dilaporkan pun tidak main-main, yakni mencapai 92,5 juta pendengar bulanan dan berada di atas dua senior mereka, aespa serta Red Velvet. Jika angka tersebut terkonfirmasi, pencapaian ini menjadi salah satu indikator menarik mengenai seberapa luas musik Hearts2Hearts menjangkau audiens digital.
Hearts2Hearts Ungguli aespa, Angkanya Bikin Penasaran
Berdasarkan data yang beredar, Hearts2Hearts menempati posisi pertama di antara artis SM Entertainment dengan 92,5 juta pendengar bulanan di YouTube Music. aespa menyusul dengan 72,6 juta, sementara Red Velvet berada di posisi ketiga dengan 25,1 juta pendengar.
Perbedaan antara Hearts2Hearts dan aespa mencapai hampir 20 juta pendengar, angka yang cukup mencolok untuk sebuah grup pendatang baru. Meski demikian, data tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut mengenai tanggal pengambilan, metode penghitungan, dan apakah seluruh angka berasal dari periode pengukuran yang sama.
Urbie’s, penting untuk membedakan jumlah pendengar bulanan dengan total pemutaran lagu atau jumlah pengikut sebuah grup. Pendengar bulanan umumnya digunakan untuk menggambarkan jangkauan audiens dalam periode tertentu, sehingga angkanya dapat berubah mengikuti popularitas lagu dan aktivitas pendengar.
Baru Debut Setahun, Hearts2Hearts Sudah Punya Jejak Global
Hearts2Hearts memulai debut pada 24 Februari 2025 lewat lagu The Chase dengan delapan anggota, yakni Jiwoo, Carmen, Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, dan Ye-on. Kehadiran Carmen, anggota asal Indonesia, juga membuat perjalanan grup ini mendapat perhatian khusus dari penggemar K-pop Tanah Air.

Sepanjang 2026, Hearts2Hearts semakin aktif memperluas katalog musiknya, termasuk merilis RUDE! pada Februari dan mini album Lemon Tang pada Juni. Lagu RUDE! bahkan mencatatkan lebih dari 100 juta pemutaran di Spotify dan meraih lima kemenangan di acara musik Korea, berdasarkan laporan Korea JoongAng Daily pada Juni 2026.
Baca juga:
- Carmen Hearts2Hearts Masuk Nominasi 100 Top Face of the Years 2026, Fans Diajak Gas Voting!
- Diundur Imbas Erupsi GAK, Ini Jadwal Baru Fansign Hearts2Hearts di Jakarta
Momentum tersebut berlanjut ketika Hearts2Hearts resmi memasuki pasar Jepang melalui single ICONIC HEART pada Agustus 2026. Perilisan ini turut menghadirkan versi bahasa Jepang dari Lemon Tang dan RUDE!, memperluas kesempatan grup tersebut menjangkau pendengar internasional.
Mengapa Pendengar Bulanan YouTube Music Jadi Sorotan?
Di era streaming, popularitas sebuah grup tidak hanya terlihat dari seberapa banyak album yang terjual atau penghargaan yang dikumpulkan. Jumlah pendengar bulanan dapat memberikan gambaran tambahan tentang jangkauan musik mereka, termasuk audiens yang menemukan lagu melalui rekomendasi digital.
Namun, angka pendengar yang tinggi tidak otomatis berarti sebuah grup memiliki fandom terbesar atau lebih sukses dalam seluruh kategori industri musik. Popularitas streaming, penjualan album, penjualan tiket konser, dan loyalitas penggemar merupakan indikator berbeda yang tidak selalu menghasilkan urutan serupa.
Itulah sebabnya klaim 92,5 juta pendengar bulanan Hearts2Hearts perlu dibaca dalam konteks periode dan metode pengukurannya. Hingga artikel ini disusun, angka tersebut belum berhasil diverifikasi secara independen melalui publikasi resmi YouTube Music maupun SM Entertainment.
aespa dan Red Velvet Tetap Punya Jejak Musik yang Berbeda
Perbandingan dengan aespa dan Red Velvet menarik karena ketiganya mewakili generasi berbeda dalam perjalanan girl group SM Entertainment. Masing-masing juga memiliki karakter musikal, katalog lagu, dan sejarah aktivitas yang tidak bisa dirangkum hanya melalui satu angka streaming.
Bagi Hearts2Hearts, perhatian terhadap data pendengar bulanan ini datang ketika mereka masih berada pada tahap awal perjalanan karier. Aktivitas musik yang konsisten serta ekspansi ke pasar internasional memberikan konteks mengapa perkembangan audiens digital mereka menjadi topik pembicaraan.
Urbie’s, terlepas dari angka yang masih perlu dikonfirmasi, perjalanan Hearts2Hearts sepanjang 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah grup pendatang baru dapat membangun perhatian melalui rilisan musik dan aktivitas global. Kini, yang menarik untuk diikuti bukan hanya seberapa tinggi angka pendengar mereka, melainkan bagaimana Hearts2Hearts mempertahankan ketertarikan publik lewat karya-karya berikutnya.







