Hi Urbie’s! Penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan, IU, kembali menjadi sorotan setelah menempuh langkah hukum untuk mengungkap identitas pemilik akun anonim yang diduga menyebarkan unggahan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Kali ini, IU meminta bantuan pengadilan Amerika Serikat (AS) agar dapat memperoleh informasi pengguna dari platform Threads milik Meta.
Pada 3 November 2026, terungkap bahwa perwakilan hukum IU di Amerika Serikat telah memperingatkan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California mengenai risiko gugatan pencemaran nama baik yang sedang berjalan di Korea Selatan.
Dalam pernyataan yang diajukan pada 16 Oktober 2026, pihak IU menyebut terdapat kemungkinan gugatan di Korea Selatan ditolak apabila identitas pemilik akun yang diduga menyebarkan unggahan fitnah tersebut tidak berhasil diketahui. Pasalnya, tanpa mengetahui identitas penulis, dokumen gugatan tidak dapat disampaikan secara resmi kepada pihak yang bersangkutan.
IU Soroti 52 Unggahan yang Diduga Mencemarkan Nama Baik
Permasalahan ini berkaitan dengan sebuah akun anonim di Threads yang diduga mengunggah sedikitnya 52 konten bermuatan pencemaran nama baik terhadap IU. Unggahan tersebut diketahui dipublikasikan antara Maret hingga Oktober 2025.
Sejumlah unggahan yang dipersoalkan disebut memuat tuduhan plagiarisme, klaim bahwa IU merupakan warga negara Tiongkok, hingga tuduhan mengeksploitasi orang yang telah meninggal dunia.
Untuk menelusuri identitas pemilik akun tersebut, IU sebelumnya mengajukan permohonan pengumpulan bukti ke pengadilan Amerika Serikat pada 15 Juli 2026. Permohonan ini bertujuan memperoleh informasi pelanggan yang dimiliki Meta terkait akun Threads anonim tersebut.

Langkah tersebut diambil setelah IU lebih dahulu mengajukan gugatan perdata atas dugaan pencemaran nama baik ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 25 Juni 2026.
Baca juga:
- CEO Recording Academy Respons Keputusan BTS Absen dari Grammy 2027, Ini Penjelasannya
- BTS Pertanyakan Label “Asian Pop” di Grammy, Forbes Soroti Perlakuan Berbeda Artis Eropa
Khawatir Bukti Digital Hilang Akibat Penundaan
Salah satu kekhawatiran utama pihak IU adalah kemungkinan hilangnya data digital yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi pemilik akun anonim tersebut.
Dalam pernyataannya, perwakilan hukum IU menjelaskan bahwa alamat IP dan catatan login berpotensi terhapus sebagai bagian dari prosedur operasional rutin platform digital.
Pihaknya pun memperingatkan bahwa semakin lama proses pengadilan berlangsung, semakin besar risiko informasi penting tersebut tidak lagi dapat diperoleh.
Perwakilan hukum IU bahkan menyampaikan bahwa mereka telah menghubungi pengadilan setiap minggu selama tiga minggu sebelumnya untuk menanyakan perkembangan permohonan tersebut.
Mereka juga meminta agar pengadilan AS dapat mengambil keputusan sebelum sidang perkara di Korea Selatan pada 30 Oktober 2026, mengingat masih diperlukan waktu tambahan untuk proses pemberitahuan kepada pengguna dan penyerahan data apabila permohonan disetujui.
Meta Minta Hak Pengguna Tetap Diperhatikan
Di sisi lain, Meta turut menyampaikan tanggapannya terhadap permintaan tersebut. Berdasarkan balasan pihak IU yang diajukan pada 14 Agustus 2026, Meta menyatakan tidak mengambil posisi terkait penerbitan surat panggilan pengadilan.
Namun, perusahaan tersebut meminta agar hak pengguna untuk menerima pemberitahuan dan mengajukan keberatan tetap diperhatikan.
Menanggapi hal itu, pihak IU menyatakan tidak keberatan apabila Meta memberikan pemberitahuan yang wajar kepada pengguna terkait proses tersebut. Meski demikian, mereka meminta agar Meta tetap menyimpan informasi identitas yang dibutuhkan selama proses pemberitahuan dan keberatan berlangsung.
IU Tempuh Langkah Hukum terhadap 96 Orang
Kasus ini menjadi bagian dari upaya IU untuk mengambil tindakan hukum terhadap berbagai unggahan yang dinilai merugikan nama baiknya.
Sebelumnya, IU diketahui telah mengajukan pengaduan pidana dan gugatan perdata terhadap total 96 orang terkait berbagai konten jahat yang diduga menyerang dirinya.
Langkah hukum yang ditempuh melalui pengadilan Amerika Serikat ini menjadi upaya untuk membuka identitas pengguna anonim yang diduga berada di balik unggahan tersebut.
Bagi Urbie’s, kasus IU juga memperlihatkan bagaimana identitas anonim di media sosial dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penegakan hukum, terutama ketika informasi pengguna dan bukti digital berada di bawah pengelolaan perusahaan teknologi lintas negara.
Hingga informasi ini terungkap pada 3 November 2026, permintaan IU kepada pengadilan AS masih menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan identitas akun anonim tersebut.




