Hi Urbie’s! Musik bukan cuma soal melodi yang enak didengar atau lirik yang mudah diingat. Di tangan seorang seniman, sebuah lagu juga bisa menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial, mengajak masyarakat peduli, hingga menyoroti hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Hal inilah yang ingin disampaikan Jamal Mirdad melalui lagu terbarunya, “Nasi Hangat”. Penyanyi sekaligus seniman senior tersebut menghadirkan karya ini sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Lewat judul yang sederhana dan akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia, Jamal ingin mengingatkan bahwa makanan bukan hanya tentang menghilangkan rasa lapar. Ada persoalan kesehatan, kepedulian terhadap sesama, dan masa depan generasi muda yang ikut melekat dalam pembicaraan mengenai pemenuhan pangan dan gizi.

“Nasi Hangat”, Lagu yang Membawa Pesan tentang Masa Depan Anak Indonesia

Bagi Jamal Mirdad, kebutuhan pangan dan gizi memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan dasar mereka agar dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Melalui “Nasi Hangat”, Jamal mencoba membawa pesan tersebut ke dalam bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat, yakni musik. Ia berharap karya ini dapat menyampaikan gagasan tentang kepedulian sosial secara sederhana, menyentuh, dan bisa diterima oleh berbagai kalangan.

“Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan bahwa makanan bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga tentang kepedulian, kesehatan, dan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” demikian pesan yang ingin disampaikan Jamal melalui karyanya.

Urbanvibes article banner

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang dinilainya sebagai langkah untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Jamal berharap lagu tersebut dapat ikut menyebarkan semangat positif sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk memperhatikan kebutuhan sesama.

Meski dikemas melalui karya musik, pesan yang dibawa “Nasi Hangat” bersinggungan dengan persoalan yang lebih luas. Pemenuhan gizi, akses terhadap makanan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan bagian dari pembahasan mengenai kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, pelaksanaan program pemenuhan gizi juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas makanan, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh penerima yang dituju. Pesan sosial melalui musik dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas percakapan mengenai pentingnya isu tersebut.

Dari Musik ke Pemberdayaan Pekerja Seni Lewat PASKARA

Tidak berhenti pada peluncuran lagu, Jamal Mirdad juga menginisiasi pembentukan Pekerja Seni Kreatif Indonesia Raya (PASKARA). Wadah ini dirancang untuk menghimpun pekerja seni dan pelaku industri kreatif dalam ruang kolaborasi yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi serta memperluas jaringan profesional.

PASKARA dirancang sebagai organisasi sayap di bidang seni dan industri kreatif yang berafiliasi dengan Partai Gerindra. Kehadirannya menempatkan kegiatan seni dan kreativitas dalam sebuah wadah yang memiliki keterkaitan dengan organisasi politik tersebut.

Berdasarkan konsep yang disampaikan, PASKARA ditujukan bagi berbagai profesi, mulai dari seniman, musisi, pelaku pertunjukan, pekerja film, hingga kreator konten dan pekerja kreatif lainnya.

Baca juga:

Keberagaman profesi tersebut membuka ruang bagi PASKARA untuk menjadi tempat bertukar gagasan, mempertemukan talenta dari berbagai bidang, serta mendorong kolaborasi dalam menghasilkan karya. Wadah ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas para anggotanya melalui kegiatan yang berkaitan dengan seni, kebudayaan, dan industri kreatif nasional.

Bagi pekerja seni, ruang kolaborasi semacam ini berpotensi menjadi sarana untuk memperluas relasi sekaligus membuka kesempatan terlibat dalam proyek kreatif yang lebih beragam. Namun, dampak nyata dari inisiatif tersebut nantinya akan bergantung pada program kerja, bentuk pendampingan, serta kesempatan yang benar-benar tersedia bagi para pelakunya.

Seni Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Juga Ruang untuk Berkontribusi

Peluncuran “Nasi Hangat” dan inisiasi PASKARA membawa dua pendekatan berbeda yang bertemu pada satu gagasan: seni dan kreativitas dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sekaligus membangun keterlibatan sosial.

Melalui lagu, Jamal Mirdad memilih jalur komunikasi yang dekat dengan keseharian masyarakat untuk menyuarakan pentingnya pemenuhan gizi. Sementara melalui PASKARA, ia berupaya menyediakan wadah bagi pekerja seni dan industri kreatif agar dapat membangun jejaring serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

Kedua inisiatif tersebut juga memperlihatkan bahwa kontribusi pekerja seni tidak selalu harus hadir dalam bentuk pertunjukan atau karya hiburan. Musik, film, seni pertunjukan, dan konten kreatif dapat menjadi medium untuk membicarakan persoalan masyarakat dengan pendekatan yang lebih mudah dijangkau.

Meski demikian, pesan yang disampaikan melalui karya seni dan keberadaan organisasi kreatif tetap membutuhkan tindak lanjut agar manfaatnya tidak berhenti pada momentum peluncuran atau pembentukan wadah. Program berkelanjutan, kolaborasi yang terbuka, serta kesempatan berkarya menjadi bagian penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Menanti Langkah Nyata PASKARA bagi Ekosistem Kreatif Indonesia

Ke depan, PASKARA diharapkan berkembang menjadi wadah yang mendukung pekerja seni dan kreatif Indonesia untuk berjejaring, meningkatkan kemampuan, serta menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, “Nasi Hangat” menjadi medium bagi Jamal Mirdad untuk menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Urbie’s, pada akhirnya, kekuatan sebuah karya tidak hanya terletak pada seberapa sering lagu diputar atau seberapa luas sebuah organisasi dikenal. Hal yang juga penting adalah bagaimana pesan yang dibawa dapat memantik kepedulian dan mendorong langkah nyata.

Melalui musik dan inisiatif PASKARA, Jamal Mirdad membawa pesan bahwa kreativitas memiliki ruang untuk berkontribusi di luar panggung. Kini, keberlanjutan gerakan dan dampak yang dihasilkan akan menjadi bagian penting dari perjalanan kedua inisiatif tersebut.