Hi Urbie’s! Foto Jason Momoa dengan tangan berada di belakang tubuh dan dikelilingi beberapa polisi Hawaii pernah membuat internet berpikir sang Aquaman benar-benar ditangkap saat ikut demonstrasi. Sekilas memang terlihat serius, tetapi kenyataannya foto tersebut hanyalah sebuah pose “penangkapan” yang dibuat sebagai momen ringan di tengah aksi protes Mauna Kea pada 2019.

Yang membuat foto ini begitu mudah dipercaya adalah konteksnya memang bukan fiksi sepenuhnya. Momoa benar-benar hadir di lokasi demonstrasi dan secara terbuka menunjukkan dukungannya kepada para pengunjuk rasa yang menolak pembangunan Thirty Meter Telescope atau TMT di Mauna Kea, gunung yang dianggap sakral oleh banyak masyarakat Native Hawaiian.

Foto “Penangkapan” yang Bikin Internet Terkecoh

Dalam foto yang kemudian beredar luas, Momoa terlihat seperti sedang dibawa polisi dengan beberapa petugas berada di sekelilingnya. Ekspresi santai sang aktor dan gestur para petugas sebenarnya memberi petunjuk bahwa situasinya tidak seperti penangkapan sungguhan, tetapi ketika foto dipisahkan dari konteks aslinya, kesan yang muncul tentu sangat berbeda.

Unggahan yang menyebut Momoa telah “ditangkap” bahkan sempat beredar di media sosial sebelum kemudian diketahui bahwa foto tersebut merupakan staged photo-op. Media yang melaporkan kejadian itu menegaskan bahwa Momoa tidak benar-benar dibawa ke tahanan dalam momen tersebut.

Tapi Jason Momoa Memang Turun ke Aksi

Nah, Urbie’s, bagian pentingnya justru ada di sini: meskipun foto penangkapannya palsu, kehadiran Momoa dalam aksi Mauna Kea benar-benar terjadi. Aktor kelahiran Hawaii yang dikenal lewat Aquaman dan Game of Thrones tersebut datang ke lokasi demonstrasi pada Juli 2019 dan menyatakan dukungannya kepada para demonstran.

Momoa bahkan datang bersama anak-anaknya dan berbicara kepada massa yang berkumpul di kaki Mauna Kea. Kehadirannya menjadi salah satu dari sejumlah dukungan selebritas terhadap gerakan tersebut, yang pada saat itu telah menarik perhatian nasional maupun internasional.

Urbanvibes article banner

Kenapa Mauna Kea Jadi Begitu Kontroversial?

Aksi tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan Thirty Meter Telescope di Mauna Kea. Para penentang proyek menilai pembangunan teleskop tersebut akan semakin mengganggu kawasan yang memiliki nilai spiritual dan budaya penting bagi banyak masyarakat Native Hawaiian, sementara pihak pendukung TMT menekankan potensi manfaatnya bagi astronomi dan penelitian ilmiah.

Mauna Kea sendiri telah lama menjadi lokasi berbagai observatorium karena kondisi geografisnya sangat ideal untuk pengamatan astronomi. Namun bagi banyak Native Hawaiian, persoalannya bukan hanya tentang sebuah teleskop, melainkan juga menyangkut hubungan budaya, spiritual, sejarah, serta hak masyarakat terhadap tanah yang mereka anggap penting.

Baca juga:

Saat “Arrested” Justru Jadi Momen Bercanda

Di tengah situasi demonstrasi yang serius tersebut, muncul momen yang justru terasa seperti adegan komedi. Momoa berpose seolah-olah sedang ditangkap bersama beberapa polisi, lengkap dengan tangan berada di belakang tubuh sehingga jika hanya melihat sekilas, foto tersebut memang sangat mudah disalahartikan.

Namun ekspresi Momoa dan para petugas dalam foto sebenarnya menunjukkan suasana yang jauh lebih santai daripada sebuah proses penangkapan sungguhan. Tidak ada laporan kredibel yang menunjukkan bahwa Momoa ditahan atau dibawa ke penjara akibat momen tersebut, sehingga menyebut foto itu sebagai bukti sang aktor “ditangkap” jelas tidak sesuai konteks.

Ironisnya, Penangkapan Nyata Memang Terjadi di Mauna Kea

Kebingungan publik juga semakin mudah dipahami karena memang ada penangkapan nyata selama rangkaian demonstrasi Mauna Kea pada 2019. Pada 17 Juli, polisi menangkap 38 warga Native Hawaiian lanjut usia ataukūpunayang ikut memblokir akses menuju kawasan pembangunan, sebelum mereka kemudian dibebaskan.

Jadi, ketika foto Momoa muncul di internet dengan narasi “Aquaman ditangkap”, ceritanya terdengar masuk akal karena memang ada penangkapan dalam aksi tersebut. Masalahnya, foto Momoa bukan dokumentasi penangkapan itu dan justru merupakan momen yang dipentaskan untuk kamera.

Satu Foto, Dua Cerita yang Berbeda

Kisah ini menjadi contoh klasik bagaimana foto tanpa konteks bisa mengubah persepsi dalam hitungan menit. Satu gambar dapat membuat seseorang percaya bahwa seorang aktor Hollywood sedang berurusan dengan polisi, padahal cerita sebenarnya jauh lebih sederhana: Momoa memang berada di lokasi demonstrasi, tetapi adegan “penangkapan” itu dibuat sebagai lelucon.

Buat Urbie’s yang mungkin baru menemukan foto tersebut bertahun-tahun kemudian, statusnya perlu dibuat jelas:Jason Momoa memang ikut demonstrasi Mauna Kea, tetapi tidak benar-benar ditangkap dalam foto viral tersebut.Dan mungkin justru karena tampilannya begitu meyakinkan, foto bercanda itu akhirnya punya umur panjang di internet—membuktikan bahwa satu pose, tanpa caption yang tepat, bisa berubah menjadi “berita” yang dipercaya banyak orang.