Hi Urbie’s!, bayangkan selama hampir satu dekade hidupmu dipenuhi jadwal yang terus bergerak. Rekaman, latihan, konser, pemotretan, perjalanan lintas negara, hingga promosi album datang silih berganti tanpa benar-benar memberi ruang untuk berhenti. Begitulah kira-kira kehidupan Jennie BLACKPINK selama bertahun-tahun.
Kini, setelah melewati salah satu periode tersibuk dalam hidupnya, Jennie justru ingin melakukan sesuatu yang mungkin terdengar sederhana bagi orang lain: berhenti sejenak.

Dalam wawancara terbaru bersama Cosmopolitan yang tayang pada Selasa (4/8/2026), Jennie mengungkap rencananya untuk mengambil hiatus setelah album solo keduanya dirilis dan seluruh rangkaian festival musim panasnya selesai.
Keputusan tersebut bukan karena Jennie ingin meninggalkan dunia musik.
Sebaliknya, ia seperti sedang memberi dirinya sendiri kesempatan untuk bernapas setelah bertahun-tahun berlari.
Setahun Terakhir Jadi Periode Tersibuk Jennie
Bagi Jennie, satu tahun terakhir bukan periode yang biasa.
Kariernya bergerak di berbagai arah sekaligus. Ia tetap menjadi bagian dari BLACKPINK, menjalani aktivitas sebagai solois, sekaligus mengembangkan perjalanan musiknya sendiri.
Kesibukan tersebut membuat Jennie bahkan merasa belum benar-benar memiliki kesempatan untuk duduk dan menikmati pencapaiannya.
Salah satu pencapaian besar yang dimaksud adalah album Ruby, yang berhasil menempati posisi ketujuh dalam Billboard 200.
Bagi musisi mana pun, masuk ke jajaran 10 besar Billboard 200 merupakan pencapaian besar.
Namun, di tengah jadwal yang begitu padat, Jennie mengaku belum benar-benar bisa berhenti dan berkata kepada dirinya sendiri, “Aku berhasil.”
Ada sesuatu yang terus mengejar.
Satu pekerjaan selesai, pekerjaan berikutnya sudah menunggu.
Dan siklus tersebut berlangsung selama bertahun-tahun.
Jennie Ingin Berlibur ke Eropa dan Duduk di Pantai
Setelah album solo keduanya dirilis dan agenda festival musim panas selesai, Jennie ingin mengambil waktu untuk dirinya sendiri.
Menariknya, daftar keinginannya justru terdengar sangat sederhana.
Ia ingin berlibur ke Eropa, menghabiskan waktu di pantai, mencoba berbagai gaya fashion, hingga mengadakan pesta makan malam bersama teman-temannya.
Tidak ada target Billboard.
Tidak ada jadwal konser.
Tidak ada deadline album.
Tidak ada tuntutan untuk selalu tampil sempurna di depan kamera.
Baca Juga:
- 3 Spot Kuliner Baru di iLLago Grande Gading Serpong yang Wajib Dicoba, Ada Sushi Mulai Rp5.000 hingga Cafe Work From Cafe
- Sinopsis Film Deep Water (2026): Berawal dari Satu Power Bank, Penerbangan Berubah Jadi Neraka di Laut Penuh Hiu
- Bunga di Tepi Jurang Tayang 31 Juli, Kisah Perjuangan Andini Siap Bikin Penonton Ikut Merasakan Setiap Emosinya
Hanya waktu untuk menikmati hal-hal yang mungkin selama ini terlalu mudah dilewatkan karena kesibukan.
Bagi seorang superstar global seperti Jennie, aktivitas sederhana tersebut justru bisa menjadi kemewahan tersendiri.
Pergi berlibur tanpa harus memikirkan pekerjaan. Duduk di pantai tanpa terburu-buru. Bertemu teman tanpa harus mengejar jadwal berikutnya.
Mungkin terdengar biasa.
Namun bagi Jennie, hal-hal seperti itu tampaknya justru menjadi sesuatu yang sangat ia rindukan.
Kali Ini Jennie Tak Mau Merencanakan Hidup Terlalu Jauh
Ada satu hal lain dari wawancara tersebut yang cukup menarik.
Untuk pertama kalinya, Jennie memilih untuk tidak membuat rencana hidup dua atau tiga tahun ke depan secara terlalu detail.
Keputusan tersebut cukup berbeda dari pola yang mungkin selama ini melekat pada kehidupan seorang artis papan atas.
Dalam industri hiburan, perencanaan jangka panjang merupakan bagian penting dari karier.
Album berikutnya harus disiapkan. Tur harus dirancang. Kolaborasi harus dijadwalkan. Kontrak dan proyek baru harus dipikirkan.
Tetapi kali ini Jennie justru ingin memberi ruang bagi sesuatu yang tidak bisa diprediksi: ketidakpastian.
!--nextpage-->

Ketidakpastian Justru Bisa Membawa Mimpi Baru
Bagi Jennie, tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Justru sebaliknya.
Ia merasa memberikan ruang bagi ketidakpastian dapat membuka peluang untuk menemukan mimpi baru.
Ada kemungkinan sesuatu yang belum pernah ia bayangkan muncul ketika dirinya tidak terlalu sibuk mengejar target yang sudah ditentukan.
Pemikiran tersebut terasa cukup manusiawi.
Kadang seseorang terlalu sibuk membuat daftar tujuan sampai lupa memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk menemukan sesuatu secara spontan.
Jennie tampaknya ingin keluar sebentar dari pola tersebut.
Ia tidak ingin setiap langkah dalam hidupnya sudah ditentukan sejak jauh hari.
Bukan Berhenti Bermimpi, Tapi Memberi Ruang untuk Hidup
Keputusan hiatus Jennie juga menarik karena datang ketika kariernya justru sedang berada di fase yang sangat aktif.
Album Ruby berhasil menunjukkan kekuatannya sebagai solois.
Aktivitas BLACKPINK tetap menjadi salah satu perhatian terbesar penggemar musik global.
Dan album solo kedua yang akan datang tentu membuat ekspektasi semakin tinggi.
Dalam situasi seperti itu, banyak orang mungkin memilih terus bekerja.
Namun Jennie mengambil pilihan berbeda.
Ia ingin berhenti sejenak.
Bukan untuk menyerah, melainkan untuk memastikan dirinya masih bisa menikmati perjalanan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Ada perbedaan besar antara berhenti karena kehilangan arah dan berhenti karena ingin menemukan arah baru.
Jennie tampaknya berada pada kategori kedua.
Baca Juga:
- 3 Spot Kuliner Baru di iLLago Grande Gading Serpong yang Wajib Dicoba, Ada Sushi Mulai Rp5.000 hingga Cafe Work From Cafe
- Sinopsis Film Deep Water (2026): Berawal dari Satu Power Bank, Penerbangan Berubah Jadi Neraka di Laut Penuh Hiu
- Bunga di Tepi Jurang Tayang 31 Juli, Kisah Perjuangan Andini Siap Bikin Penonton Ikut Merasakan Setiap Emosinya
Jennie Cuma Ingin Menjaga Mood Tetap Positif
Di tengah ketidakpastian mengenai apa yang akan dilakukan setelah hiatus, Jennie mengatakan bahwa hal yang paling ia inginkan saat ini adalah menjaga suasana hati tetap positif dan menikmati setiap momen yang ada.
Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana.
Namun setelah satu dekade menjalani kehidupan dengan sorotan publik yang begitu besar, menikmati momen tanpa terus memikirkan masa depan bisa menjadi tantangan tersendiri.
Jennie kini seperti ingin mengurangi tekanan untuk selalu mengetahui apa langkah berikutnya.
Hari ini cukup dijalani hari ini.
Besok bisa dipikirkan nanti.
Setelah Satu Dekade, Jennie Akhirnya Memilih Bernapas
Urbie’s, perjalanan Jennie bersama BLACKPINK dan sebagai solois selama hampir satu dekade telah membawanya ke berbagai panggung terbesar dunia.
Ia telah merilis musik, mencetak pencapaian di tangga lagu internasional, tampil di festival, menjalani tur, dan terus berada di bawah perhatian publik.
Tetapi di balik semua pencapaian tersebut, ada satu hal yang mungkin tidak selalu terlihat kamera: seorang manusia yang juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.
Hiatus yang direncanakan Jennie setelah album solo keduanya dan rangkaian festival musim panas selesai mungkin akan membuat penggemar bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun, untuk sekarang, Jennie tampaknya tidak ingin terburu-buru menjawabnya.
Ia ingin pergi ke Eropa.
Duduk di pantai.
Bermain dengan fashion.
Mengadakan makan malam bersama teman.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menikmati hidup tanpa harus selalu mengetahui apa yang akan terjadi tiga tahun mendatang.
Karena terkadang, Urbie’s, jeda bukan tanda bahwa seseorang kehilangan ambisi. Jeda justru bisa menjadi cara untuk memastikan bahwa ketika kembali melangkah, ia benar-benar tahu ke mana ingin pergi.







