Hi, Urbie’s! Kabar membanggakan datang dari perfilman Indonesia. Sutradara Joko Anwar resmi masuk dalam daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa versi media hiburan Amerika Serikat, IndieWire.

Pengakuan ini menjadi sorotan karena Joko Anwar berhasil membawa karakter horor Indonesia ke perhatian publik internasional. Karya-karyanya dinilai memiliki pendekatan yang tidak sekadar mengandalkan teror, sosok menyeramkan, atau kejutan di layar, tetapi juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dalam ulasannya, IndieWire menyoroti sejumlah film Joko Anwar, termasuk Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan Siksa Kubur. Ketiganya memperlihatkan bagaimana horor dapat menjadi medium untuk mengangkat persoalan keluarga, kemiskinan, hingga kehilangan.

Joko Anwar Masuk Kategori “Reigning Terrors”

Dalam daftar tersebut, IndieWire menempatkan Joko Anwar di kategori “Reigning Terrors”. Ia berada dalam kelompok sutradara yang juga diisi nama-nama besar perfilman horor dunia, seperti Jennifer Kent, Robert Eggers, dan Jordan Peele.

Penempatan ini memperlihatkan bahwa karya Joko Anwar mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai sutradara horor yang memiliki pengaruh dan pendekatan khas. Kehadirannya bersama para sineas tersebut juga menjadi pencapaian tersendiri bagi perfilman Indonesia.

Joko Anwar dikenal memiliki gaya bercerita yang memadukan atmosfer mencekam dengan persoalan manusia. Horor dalam film-filmnya tidak selalu berdiri sebagai elemen hiburan, tetapi kerap menjadi pintu masuk untuk membicarakan konflik sosial dan pengalaman emosional yang lebih luas.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Dari Pengabdi Setan hingga Siksa Kubur, Horor yang Dekat dengan Kehidupan

Salah satu film yang mendapat sorotan adalah Pengabdi Setan. Film ini mengolah ketakutan melalui konflik keluarga dan misteri yang perlahan terungkap. Kedekatan hubungan antarkarakter membuat teror yang muncul terasa lebih personal bagi penonton.

Baca juga:

Sementara itu, Perempuan Tanah Jahanam menghadirkan horor yang berkaitan dengan asal-usul, identitas, dan persoalan sosial di sebuah lingkungan masyarakat. Ceritanya memperlihatkan bagaimana masa lalu dan kondisi kehidupan dapat menjadi sumber ketegangan yang terus menghantui para karakter.

Adapun Siksa Kubur membawa penonton pada kisah yang bersinggungan dengan kehilangan serta pertanyaan mengenai keyakinan dan kehidupan setelah kematian. Melalui film ini, Joko Anwar kembali mengeksplorasi ketakutan dari sisi psikologis dan spiritual.

Ketiga film tersebut menunjukkan salah satu ciri pendekatan Joko Anwar: membangun rasa takut dari persoalan yang memiliki hubungan dengan kehidupan manusia. Dengan begitu, pengalaman menonton tidak hanya berhenti pada adegan menyeramkan, tetapi juga menyisakan pertanyaan dan bahan refleksi setelah film berakhir.

Pengakuan Internasional untuk Perfilman Horor Indonesia

Masuknya Joko Anwar dalam daftar IndieWire menjadi kabar menarik bagi industri film Indonesia, khususnya genre horor. Selama ini, horor menjadi salah satu genre yang memiliki tempat kuat di perfilman Tanah Air. Namun, pencapaian ini turut menunjukkan bahwa karya sineas Indonesia juga dapat diperbincangkan dalam konteks perfilman dunia.

Pengakuan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya karakter cerita dan perspektif lokal dalam sebuah karya. Persoalan keluarga, kemiskinan, kehilangan, serta kehidupan sosial yang diangkat melalui film-film Joko Anwar memperlihatkan bahwa cerita yang berakar pada pengalaman masyarakat Indonesia dapat memiliki daya tarik bagi penonton lintas negara.

Urbie’s!, masuknya Joko Anwar ke daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa versi IndieWire tentu menjadi kabar yang patut diperhatikan. Bukan hanya karena namanya disejajarkan dengan sejumlah sutradara horor dunia, tetapi juga karena pencapaian ini membawa karya horor Indonesia ke dalam percakapan perfilman internasional.

Jadi, dari Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, hingga Siksa Kubur, film Joko Anwar mana yang paling membekas dan sukses bikin Urbie’s susah tidur?