Hi Urbie’s! Kabar duka datang dari dunia hiburan internasional. Aktor legendaris asal Inggris, Patrick Stewart, meninggal dunia pada usia 86 tahun di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Namanya dikenal luas berkat perannya sebagai Kapten Jean-Luc Picard dalam serial Star Trek: The Next Generation dan Profesor Charles Xavier dalam waralaba film X-Men.
Mengutip laporan Variety, kabar kepergian Stewart disampaikan melalui pernyataan di akun media sosialnya. Ia meninggal setelah menjalani masa sakit yang relatif singkat terkait penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body.
Kepergian Stewart menjadi kehilangan besar bagi industri perfilman dan teater. Sepanjang kariernya, ia tidak hanya dikenal sebagai bintang fiksi ilmiah dan film superhero, tetapi juga sebagai aktor panggung yang memiliki rekam jejak panjang dalam membawakan karya-karya klasik William Shakespeare.
Dikenang sebagai Kapten Picard di Star Trek
Bagi penggemar fiksi ilmiah, Patrick Stewart akan selalu lekat dengan sosok Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation, yang tayang pada 1987 hingga 1994.
Melalui karakter pemimpin kapal luar angkasa USS Enterprise tersebut, Stewart menghadirkan figur kapten yang tegas, bijaksana, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Perannya berlanjut dalam sejumlah film Star Trek, termasuk Star Trek: First Contact, Star Trek: Insurrection, dan Star Trek: Nemesis.
Ia juga kembali memerankan karakter ikonik tersebut melalui serial Star Trek: Picard, yang tayang pada 2020 hingga 2023. Kembalinya Stewart memperlihatkan bagaimana karakter Picard tetap memiliki tempat istimewa di hati penggemar lintas generasi.

Patrick Stewart sebagai Profesor X di X-Men
Selain Star Trek, Stewart juga dikenal sebagai Profesor Charles Xavier atau Profesor X dalam waralaba X-Men. Ia pertama kali memerankan karakter pemimpin para mutan tersebut melalui film X-Men pada 2000.
Dalam cerita, Profesor X merupakan sosok yang memperjuangkan perdamaian antara manusia dan mutan. Karakter ini memiliki hubungan persahabatan sekaligus konflik ideologis dengan Magneto, yang diperankan oleh Ian McKellen. Persahabatan Stewart dan McKellen di luar layar juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian penggemar.
Stewart kemudian kembali tampil dalam sejumlah film, termasuk X2, X-Men: The Last Stand, The Wolverine, dan X-Men: Days of Future Past.
Ia juga dijadwalkan kembali sebagai Profesor X dalam film Marvel Studios Avengers: Doomsday, yang direncanakan tayang pada Desember 2026. Kehadiran tersebut menjadi salah satu penampilan yang dinantikan penggemar dalam semesta superhero Marvel.
Baca juga:
- Cameron Diaz Comeback di Usia 53, Main Film Bareng Keanu Reeves?
- Zendaya Comeback ke Dunia Sci-Fi! Bakal Bintangi Film Baru Sutradara Alex Garland
Berkarier Puluhan Tahun di Dunia Teater
Sebelum dikenal luas oleh penonton internasional melalui Hollywood, Stewart lebih dahulu membangun reputasi sebagai aktor teater. Ia bergabung dengan Royal Shakespeare Company pada 1966 dan tampil dalam berbagai produksi karya klasik.
Sejumlah peran penting yang pernah dibawakannya antara lain Shylock dalam The Merchant of Venice, Macbeth dalam Macbeth, serta Claudius dalam Hamlet. Kemampuannya membawakan dialog dengan suara khas dan artikulasi kuat menjadi salah satu ciri yang melekat pada penampilannya.
Sepanjang kariernya, Stewart meraih tiga penghargaan Olivier atas kiprahnya di panggung teater dan memperoleh sejumlah nominasi Emmy. Pada 2010, ia juga dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II atas kontribusinya terhadap dunia drama.
Di luar dunia akting, Stewart dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sosial, termasuk advokasi hak asasi manusia, perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga, dukungan bagi pengungsi, kesehatan mental veteran, serta kesejahteraan hewan.
Warisan Patrick Stewart bagi Dunia Hiburan
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui akun media sosialnya, keluarga dan pihak yang mewakili Stewart mengenang sang aktor atas bakat, kemanusiaan, dan kontribusinya yang melampaui layar.
“Suaranya yang merdu dan bakatnya yang unik akan selamanya identik dengan penampilan yang tak terlupakan di setiap genre,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Bagi Urbie’s, sosok Patrick Stewart menjadi contoh aktor yang mampu membangun karier panjang dengan menjelajahi berbagai genre, mulai dari drama klasik, fiksi ilmiah, superhero, hingga komedi.
Kepergiannya meninggalkan warisan berupa karakter-karakter ikonik yang akan terus dikenang oleh penonton. Kapten Picard dengan kebijaksanaannya dan Profesor X dengan perjuangannya untuk perdamaian menjadi dua peran yang memperkuat posisi Stewart sebagai salah satu aktor berpengaruh dalam budaya populer.
Patrick Stewart meninggalkan istrinya, Sunny Ozell, serta dua anaknya, Sophie dan Daniel Stewart. Karya-karyanya di panggung dan layar akan terus menjadi bagian penting dari sejarah perfilman dan teater dunia.




