Hi Urbie’s! Maelstrom, film aksi Netflix dikaitkan dengan nama Keanu Reeves. Aktor yang lekat dengan karakter John Wick tersebut dikabarkan mengambil alih peran utama setelah Alan Ritchson, bintang serial Reacher, setelah dia keluar dari proyek tersebut. Kabar casting Keanu Reeves pertama kali dilaporkan oleh Page Six Hollywood pada 26 Oktober 2026. Meski demikian, alasan di balik hengkangnya Ritchson belum diketahui secara pasti.

Pergantian aktor ini langsung menarik perhatian, terutama karena Maelstrom menawarkan premis aksi yang mengingatkan pada film-film laga klasik: ruang gerak terbatas, ancaman yang terus mendekat, dan karakter utama yang harus bertahan dalam situasi nyaris tanpa jalan keluar.

Keanu Reeves Hadapi Musuh di Tengah Badai

Dalam Maelstrom, cerita berpusat pada seorang marshal federal yang bertugas melindungi tunangan seorang bandar senjata. Perempuan tersebut tengah mencari perlindungan sebagai saksi dan bersiap memberikan kesaksian yang dapat memberatkan pasangannya.

Namun, tugas yang seharusnya menjadi operasi pengamanan berubah menjadi pertarungan hidup dan mati. Ketika badai menerjang, komunikasi dengan dunia luar terputus dan bantuan tambahan tidak bisa datang.

Di saat yang sama, sekelompok orang yang bekerja untuk sang bandar senjata berusaha memburu mereka. Sang marshal dan saksi yang dilindunginya pun harus bertahan menghadapi ancaman manusia sekaligus bencana alam.

Konsep tersebut memberi ruang bagi ketegangan yang terus meningkat sepanjang cerita. Badai bukan sekadar latar dramatis, melainkan faktor yang membuat karakter utama semakin terisolasi dan mempersempit pilihan untuk menyelamatkan diri.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Bagi Keanu Reeves, cerita seperti ini terasa sejalan dengan reputasinya sebagai bintang film aksi. Namun, detail mengenai karakter yang akan ia mainkan belum dijelaskan secara lengkap dalam laporan casting tersebut.

Disebut Mirip Die Hard, Proyek Ini Sudah Ada Sejak 1993

Menariknya, Maelstrom bukan proyek yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Naskahnya pertama kali menarik perhatian industri film pada 1993, ketika produser Jeff Robinov menjualnya sebagai spec script kepada Warner Bros.

Kala itu, Variety menggambarkan konsep film tersebut sebagai “Die Hard” in a hurricane atau Die Hard di tengah badai. Perbandingan ini merujuk pada premis aksi yang menempatkan karakter dalam situasi terisolasi, menghadapi musuh yang terus menyerang, dan harus bertahan dengan sumber daya terbatas.

Naskah tersebut dilaporkan terjual sekitar US$225.000 hingga US$625.000 pada masanya. Jika disesuaikan dengan inflasi selama 33 tahun, nilainya setara dengan sekitar US$500.000 hingga US$1,4 juta.

Kini, Netflix menghidupkan kembali proyek yang telah tersimpan selama lebih dari tiga dekade tersebut. Kebangkitan Maelstrom juga menjadi proyek pertama dalam kesepakatan baru Robinov dengan Netflix.

Robinov bukan nama asing di industri perfilman Hollywood. Mantan presiden Warner Bros. Pictures itu pernah terlibat dalam pengembangan sejumlah waralaba besar, termasuk trilogi The Dark Knight dan The Hangover.

Baca juga:

Jaume Collet-Serra Duduk di Kursi Sutradara

Film ini akan disutradarai Jaume Collet-Serra, sineas yang sebelumnya menggarap Carry-On. Pengalamannya mengerjakan film dengan ketegangan tinggi menjadi salah satu hal yang membuat proyek ini menarik untuk diikuti.

Sementara itu, Mark Bianculli, penulis How to Rob a Bank, tengah menyempurnakan naskah yang berasal dari draf awal karya mendiang Gregory Fitzpatrick.

Dengan cerita yang berlangsung dalam satu malam, badai yang mengisolasi karakter, serta ancaman yang datang bertubi-tubi, Maelstrom memiliki fondasi untuk menghadirkan aksi yang bergerak cepat. Tantangannya adalah menjaga agar ketegangan tidak hanya bergantung pada baku tembak, tetapi juga pada keputusan dan hubungan antara dua karakter yang sama-sama berada dalam bahaya.

Meski begitu, Netflix belum mengungkapkan jadwal produksi maupun tanggal penayangan film ini dalam informasi yang tersedia.

Keanu Reeves Makin Sibuk dengan Proyek Film dan Game

Nama Keanu Reeves memang sudah lama identik dengan genre aksi. Ia memperkuat reputasinya melalui waralaba The Matrix dan John Wick, yang menempatkannya sebagai salah satu aktor yang lekat dengan adegan laga intens.

Di luar film aksi, Reeves juga membuat debut Broadway tahun lalu melalui Waiting for Godot, tampil bersama Alex Winter, rekan mainnya dalam waralaba Bill & Ted.

Ia juga dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk membintangi film James Wan berikutnya, The Gangster, The Cop, The Devil, yang dikembangkan untuk Paramount. Selain itu, Reeves dijadwalkan kembali mengisi suara karakter Shadow dalam Sonic the Hedgehog 4 pada 2027.

Deretan proyek tersebut memperlihatkan bahwa Reeves masih aktif menjelajahi berbagai bentuk hiburan, dari film layar lebar hingga animasi.

Apakah Maelstrom Bakal Jadi Aksi Besar Berikutnya?

Keterlibatan Keanu Reeves membawa daya tarik tersendiri bagi Maelstrom, terlebih karena film ini mengusung konsep yang telah lama beredar di Hollywood. Perpaduan ancaman bersenjata, situasi terisolasi, dan badai besar memberi cerita ini fondasi yang kuat untuk sebuah thriller aksi.

Namun, masih ada sejumlah hal yang belum terjawab, mulai dari alasan Alan Ritchson meninggalkan proyek hingga detail karakter Reeves dan jadwal produksinya.

Untuk sekarang, Maelstrom menjadi salah satu proyek Netflix yang layak masuk radar penggemar film laga. Apalagi, ketika badai menjadi penghalang sekaligus ancaman, musuh terbesar karakter utama belum tentu hanya orang-orang yang mengejarnya.

Nah, Urbie’s, kalau premisnya benar-benar seperti Die Hard di tengah badai, menurut kamu Keanu Reeves cocok kembali ke aksi penuh adrenalin seperti John Wick, atau justru lebih menarik melihatnya dalam thriller dengan ketegangan yang lebih realistis?