Hi Urbie's! Di balik ketajamannya sebagai salah satu striker paling ditakuti di dunia, ternyata Erling Haaland menyimpan impian yang jauh dari gemerlap stadion dan sorotan kamera. Jika banyak pesepak bola memilih menikmati masa pensiun dengan menjadi pelatih, pundit, atau pebisnis, Haaland justru membayangkan kehidupan yang sangat sederhana: kembali ke kampung halamannya dan menjadi seorang petani.

Bintang asal Norwegia itu beberapa kali mengungkapkan bahwa setelah gantung sepatu nanti, ia ingin pulang ke Bryne, kota kecil tempat ia tumbuh besar. Di sana, ia bermimpi memiliki sebuah peternakan kecil, menjalani hari-hari yang tenang, jauh dari tekanan kompetisi sepak bola profesional.

Urbanvibes article banner

Impian tersebut mungkin terdengar mengejutkan mengingat Haaland saat ini dikenal sebagai salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia. Namun, justru kesederhanaan itulah yang membuat banyak penggemar semakin mengagumi sosoknya.

Ingin Menjalani Hidup Tenang di Peternakan

Dalam beberapa kesempatan wawancara, Haaland menceritakan gambaran masa pensiun yang menurutnya ideal. Ia membayangkan bangun pagi dengan udara segar khas pedesaan, mengendarai traktor menyusuri ladang, memberi makan sapi, hingga menikmati suasana alam tanpa hiruk pikuk kehidupan sebagai pesepak bola profesional.

Bagi sebagian orang, kehidupan tersebut mungkin terasa biasa saja. Namun bagi Haaland, justru itulah definisi kebahagiaan.

Setelah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan pertandingan, jadwal padat, sorotan media, dan ekspektasi jutaan penggemar, ia ingin kembali menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan dekat dengan alam.

Masa Kecil Haaland Sangat Dekat dengan Kehidupan Desa

Keinginan itu ternyata bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak kecil, Haaland memang sudah terbiasa dengan kehidupan pedesaan.

Saat liburan musim panas, ia kerap membantu pekerjaan di ladang kentang bersama keluarga. Tidak hanya itu, ia juga sering ikut memotong kayu bersama sang ayah serta melakukan berbagai aktivitas khas masyarakat pedesaan di Norwegia.

Pengalaman masa kecil tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya. Meski kini bermain di level tertinggi sepak bola Eropa dengan fasilitas serba mewah, Haaland mengaku tetap merasa dekat dengan kehidupan alam yang membesarkannya.

Hal inilah yang membuat impiannya memiliki peternakan terasa sangat masuk akal, bukan sekadar angan-angan sesaat.

Kalau Bukan Pesepak Bola, Haaland Ingin Jadi Petani atau Rapper

Menariknya, Haaland pernah mendapat pertanyaan mengenai profesi yang akan dijalaninya jika tidak menjadi pesepak bola.

Jawabannya cukup mengejutkan. Ia mengatakan kemungkinan besar akan menjadi petani atau bahkan rapper.

Pilihan menjadi petani tentu berkaitan erat dengan latar belakang kehidupannya di pedesaan. Sementara impian menjadi rapper ternyata juga bukan sekadar candaan.

Baca Juga:

Pada 2016, Haaland pernah membentuk grup rap bernama Flow Kingz bersama beberapa teman masa kecilnya. Grup tersebut sempat merilis lagu yang kemudian menarik perhatian para penggemarnya setelah Haaland mulai dikenal sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Meski proyek musik tersebut tidak berlanjut menjadi karier profesional, kisah itu menunjukkan bahwa Haaland memiliki sisi kreatif yang jarang diketahui publik.

Kesederhanaan yang Membuat Banyak Orang Kagum

Di era ketika banyak atlet identik dengan gaya hidup mewah, koleksi mobil super, hingga bisnis bernilai fantastis, impian Haaland justru terasa berbeda.

Ia tidak pernah menutupi rasa cintanya terhadap kehidupan yang sederhana. Baginya, kebahagiaan bukan hanya soal popularitas atau kekayaan, tetapi juga tentang menikmati waktu bersama keluarga dan kembali ke lingkungan yang membentuk karakternya sejak kecil.

Pandangan tersebut membuat banyak penggemar melihat Haaland bukan hanya sebagai mesin gol di lapangan, tetapi juga sosok yang tetap membumi meski telah meraih kesuksesan besar.

Dari Mesin Gol Menjadi Petani?

Saat ini, Haaland masih berada di puncak kariernya dan terus menjadi andalan klub maupun tim nasional Norwegia. Dengan usia yang masih relatif muda, perjalanan kariernya diprediksi masih akan berlangsung cukup panjang.

Namun menariknya, di tengah berbagai target mencetak gol dan meraih trofi, ia sudah memiliki gambaran jelas tentang kehidupan setelah pensiun.

Alih-alih sibuk mengejar popularitas, Haaland justru ingin menikmati suara alam, mengurus ternak, bekerja di ladang, dan menjalani kehidupan yang lebih damai di Bryne.

Jadi, Urbie's, kisah Erling Haaland menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki definisi kebahagiaannya masing-masing. Bagi sebagian orang, kesuksesan mungkin berarti hidup di tengah gemerlap kota besar. Namun bagi Haaland, impian terbesar setelah karier gemilang di sepak bola justru sesederhana mengendarai traktor, memberi makan sapi, dan menikmati ketenangan kampung halamannya.

[Block type not supported: rawTool]