Hi Urbie's! Nama brand minuman Teazzi tengah menjadi sorotan di media sosial setelah ramai muncul seruan boikot di platform Threads. Perbincangan ini berkembang pesat usai video kampanye "Nagita For Teazzi" kembali beredar dan memicu berbagai reaksi dari warganet.

Meski kolaborasi tersebut sebenarnya telah berlangsung beberapa waktu lalu, video promosi yang kembali viral membuat nama Teazzi ikut terseret dalam polemik yang melibatkan figur publik Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Akibatnya, sejumlah pengguna media sosial menyerukan boikot terhadap brand yang dianggap masih bekerja sama dengan pasangan selebritas tersebut.

Urbanvibes article banner

Situasi ini pun mendorong Teazzi mengeluarkan pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Seruan Boikot Berawal dari Video Kolaborasi yang Kembali Viral

Dilansir dari Suara.com, gelombang seruan boikot bermula ketika video kampanye "Nagita For Teazzi" kembali ramai dibagikan di Threads.

Video tersebut merupakan bagian dari kerja sama promosi antara Teazzi dan Nagita Slavina yang sebelumnya pernah diluncurkan sebagai kampanye pemasaran produk.

Namun, di tengah ramainya perbincangan mengenai isu yang menyeret keluarga Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, video lama tersebut kembali menjadi bahan diskusi publik.

Sejumlah warganet mengaitkan kerja sama Teazzi dengan isu yang belakangan ramai diperbincangkan, yakni dugaan bahwa keluarga maupun sejumlah karyawan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mendapatkan jabatan di lembaga negara. Kekecewaan sebagian pengguna media sosial kemudian diwujudkan dalam bentuk ajakan memboikot berbagai brand yang dinilai masih memiliki hubungan kerja sama dengan keluarga tersebut.

Meski demikian, hingga kini seruan tersebut lebih banyak berkembang di media sosial dan belum mencerminkan sikap seluruh konsumen.

Teazzi Tegaskan White Peach Sudah Ada Sebelum Kolaborasi

Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, pihak Teazzi akhirnya memberikan klarifikasi melalui pernyataan resmi.

Dalam penjelasannya, perusahaan menegaskan bahwa salah satu produk yang ramai dikaitkan dengan kampanye bersama Nagita Slavina, yakni varian White Peach, sebenarnya bukanlah menu baru yang dibuat khusus untuk kolaborasi tersebut.

Sebaliknya, varian itu telah menjadi bagian dari daftar menu Teazzi jauh sebelum kerja sama dengan Nagita Slavina berlangsung.

"White Peach merupakan varian rasa yang telah menjadi bagian dari menu Teazzi sebelum adanya kolaborasi dengan pihak mana pun," tulis Teazzi dalam pernyataan resminya.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan anggapan sebagian warganet yang mengira produk tersebut lahir sebagai bagian dari kampanye bersama Nagita Slavina.

Baca Juga:

Kolaborasi Disebut Sudah Berakhir pada April 2026

Selain menjelaskan soal produk, Teazzi juga mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Nagita Slavina memiliki periode kerja sama yang terbatas.

Menurut perusahaan, kampanye tersebut berlangsung mulai November 2025 hingga April 2026.

Artinya, kerja sama promosi tersebut sebenarnya telah selesai sebelum munculnya polemik yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam pernyataannya, Teazzi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian masyarakat akibat viralnya kembali video kampanye tersebut.

Meski tidak menjelaskan secara rinci mengenai langkah lanjutan yang akan diambil, klarifikasi tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap kepada publik.

Media Sosial Kembali Jadi Penentu Persepsi Publik

Kasus yang menimpa Teazzi kembali memperlihatkan bagaimana media sosial memiliki pengaruh besar terhadap citra sebuah brand.

Konten lama yang kembali viral dapat memunculkan persepsi baru di tengah situasi yang berbeda. Dalam hitungan jam, sebuah kampanye pemasaran yang sebelumnya telah selesai bisa kembali menjadi bahan diskusi dan memengaruhi pandangan publik terhadap sebuah perusahaan.

Fenomena seperti ini bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah merek juga pernah menghadapi tekanan publik akibat figur publik yang menjadi brand ambassador atau rekan kolaborasi mereka.

Di era digital, keputusan sebuah perusahaan dalam memilih mitra promosi sering kali menjadi perhatian konsumen. Tak sedikit masyarakat yang kini mempertimbangkan faktor nilai, citra, hingga isu sosial sebelum memutuskan membeli suatu produk.

Meski begitu, tidak semua konsumen memiliki pandangan yang sama. Sebagian warganet mendukung seruan boikot sebagai bentuk ekspresi terhadap isu yang berkembang, sementara sebagian lainnya menilai bahwa perusahaan dan produk sebaiknya dipisahkan dari polemik yang melibatkan figur publik.

Perbedaan pandangan tersebut membuat diskusi mengenai Teazzi terus bergulir di berbagai platform media sosial.

Hingga artikel ini ditulis, Teazzi telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait produk White Peach dan periode kolaborasinya dengan Nagita Slavina. Sementara itu, respons publik masih terus berkembang seiring ramainya percakapan di Threads dan platform media sosial lainnya.

Bagaimana perkembangan isu ini ke depan tentu masih menarik untuk diikuti, terutama melihat bagaimana perusahaan menjaga komunikasi dengan konsumennya di tengah derasnya arus informasi digital.

[Block type not supported: rawTool]