Hi Urbie’s!Ada sesuatu yang menarik ketika dunia musik, baseball, dan perfilman bertemu dalam satu frame di Los Angeles, terlebih ketika tiga nama dari Jepang dan Korea Selatan muncul dalam sebuah momen yang begitu santai. YOSHIKI, bintang baseball Rintaro Sasaki, dan aktor Korea Selatan Lee Byung-hun terlihat bersama dalam sebuah pesta yang berlangsung di The Biltmore Los Angeles.
Momen tersebut dibagikan akun Instagram@kyon_vitrinemelalui sebuah video yang memperlihatkan YOSHIKI dengan ekspresi antusias mengayunkan bat baseball yang disebut sebagai pemberian Rintaro Sasaki. Unggahan itu juga menceritakan pertemuan ketiganya dalam sebuah acara yang mempertemukan sejumlah figur dari Jepang dan Amerika Serikat.
Bat Baseball Jadi Momen Kecil yang Mencuri Perhatian
Dalam video tersebut, YOSHIKI tampak menikmati momen ketika memegang bat pemberian Rintaro Sasaki. Caption unggahan @kyon_vitrine menyebut bat tersebut diberikan oleh Rintaro, sementara YOSHIKI terlihat mengayunkannya dengan ekspresi gembira.
Bagi penggemar baseball, nama Rintaro Sasaki tentu bukan sosok sembarangan. Pemain yang pernah memperkuat Stanford Cardinal tersebut terpilih Miami Marlins pada putaran kedelapan MLB Draft 2026 dengan urutan ke-235, setelah mencatat 16 home run dan OPS .952 pada musim 2026 bersama Stanford.
Pertemuan itu juga terasa menarik karena Rintaro sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta baseball Jepang yang memilih menempuh jalur Amerika. Stanford mencatat Sasaki tampil dalam 54 pertandingan pada musim 2026 sebelum namanya kemudian dipilih dalam MLB Draft.
Dari Baseball ke Piano, Obrolan Mereka Bukan Sekadar Basa-Basi
Menurut cerita dalam caption @kyon_vitrine, Rintaro sempat berbicara mengenai keinginannya mengikuti jejak pemain Jepang seperti Shohei Ohtani dan pitcher Yusei Kikuchi hingga keputusan melanjutkan pendidikan ke Stanford. Percakapan tersebut kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai perjalanan Rintaro dan rencana yang ingin ia kejar di Amerika.

Di tengah suasana pesta, YOSHIKI juga disebut sempat memainkan drum dan piano. Pemilik akun bahkan menggambarkan permainan piano YOSHIKI sebagai momen emosional, sembari menceritakan bagaimana sang musisi berbicara mengenai pengalamannya belajar bahasa Inggris setelah datang ke Amerika Serikat.
Cerita tersebut menjadi salah satu bagian paling personal dari unggahan karena YOSHIKI disebut pernah menghabiskan waktu sekitar enam jam setiap hari untuk belajar bahasa Inggris selama tahun pertamanya di Amerika. Dalam caption yang sama, YOSHIKI juga diceritakan berbicara mengenai orang tuanya yang telah meninggal serta keinginannya melakukan yang terbaik untuk hubungan Jepang dan Amerika Serikat.
YOSHIKI dan Lee Byung-hun, Dua Nama Besar dalam Satu Frame
Tidak hanya Rintaro dan YOSHIKI, aktor Korea SelatanLee Byung-hunjuga hadir dalam momen tersebut. Pemilik akun menyebut Lee sebagai sahabat YOSHIKI dan mengabadikan foto bersama ketiga figur tersebut di acara yang sama.
Pertemuan lintas industri ini terasa semakin menarik karena masing-masing membawa dunia yang berbeda. YOSHIKI datang dari musik dan seni pertunjukan, Rintaro dari baseball yang kini semakin dekat dengan panggung profesional Amerika, sementara Lee Byung-hun membawa jejak panjang industri perfilman Korea Selatan ke Hollywood.
Baca juga:
- YOSHIKI Main Rubik Bareng GACKT di BLACK TRICK, Cameo 26 Tahun Kemudian Bikin Fans Heboh
- YOSHIKI Gandeng Jonathan Davis Korn, Siap Guncang Walt Disney Concert Hall!
Pesta di The Biltmore Los Angeles
Acara tersebut berlangsung diThe Biltmore Los Angeles, hotel bersejarah yang menjadi lokasi berbagai acara besar di kota tersebut. YOSHIKI sendiri menghadiri Japan America Society of Southern California 117th Anniversary Dinner & Gala Celebration di tempat tersebut pada 17 September 2026 dan menerimaInternational Citizens Awardatas kontribusinya terhadap musik, kegiatan kemanusiaan, serta hubungan Jepang-Amerika.
Menariknya, Rintaro juga menjadi salah satu penerima penghargaan dalam acara tersebut. Ia mendapatkanNext Generation Rising Star Award, menempatkannya dalam satu rangkaian acara yang sama dengan YOSHIKI dan memperlihatkan bagaimana generasi berbeda dari Jepang mendapat sorotan dalam konteks hubungan Jepang-Amerika.
Bagi pemilik akun @kyon_vitrine, acara tersebut juga memiliki nilai sentimental karena The Biltmore disebut sebagai tempat yang dahulu menjadi lokasi impian untuk menikmati afternoon tea bagi para ekspatriat Jepang di Los Angeles. Kini, bertahun-tahun kemudian, ia justru kembali ke hotel tersebut dan bertemu tiga figur besar dalam satu kesempatan.
Momen Hangat Sebelum Kabar Kelelahan YOSHIKI
Ada satu konteks penting yang membuat unggahan ini terasa berbeda ketika dilihat sekarang. Beberapa hari setelah menghadiri gala tersebut, kantor PR YOSHIKI mengumumkan bahwa sang musisi mengalami kolaps di Amerika Serikat akibat kelelahan berat dan harus menjalani pemeriksaan serta perawatan, termasuk terapi infus di bawah pengawasan dokter.
Kantor PR menyebut dokter YOSHIKI di Cedars-Sinai Medical Center mengaitkan kondisi tersebut dengan jadwal yang terlalu padat dan kelelahan berlebihan. Pada 21 September, YOSHIKI kemudian mengabarkan bahwa dirinya mulai kembali beraktivitas dan menjalani persiapan dengan tetap memprioritaskan pemulihan.
Karena itu, cerita mengenai YOSHIKI yang masih sempat berlatih dan tampil dalam suasana pesta sebelum kabar kondisi kesehatannya menjadi potongan kecil yang memperlihatkan betapa padatnya aktivitas sang musisi. Namun, detail mengenai YOSHIKI yang berlatih tepat sebelum pesta berasal dari kesaksian pemilik akun Instagram tersebut, bukan pernyataan resmi YOSHIKI.
Ketika Satu Bat Menghubungkan Tiga Dunia
Urbie’s, mungkin yang paling menarik dari cerita ini justru bukan seberapa keras YOSHIKI mengayunkan bat tersebut. Sebuah bat dari pemain baseball muda, sebuah piano yang dimainkan di tengah pesta, dan foto bersama aktor Korea Selatan memperlihatkan bagaimana Los Angeles bisa mempertemukan berbagai dunia dalam satu malam.
Rintaro kini telah melangkah dari Stanford menuju babak baru dalam perjalanan baseball profesionalnya, sementara YOSHIKI terus bergerak di antara musik, Amerika, dan berbagai proyek internasional. Di tengah semua itu, sebuah video singkat dari @kyon_vitrine menangkap sisi yang lebih ringan: seorang legenda musik Jepang tersenyum sambil memegang bat pemberian generasi baru baseball Jepang.












