Home Entertainment Taylor Swift Umumkan Mimpinya Terwujud: Lagu-Lagu Awal Kini Resmi Jadi Miliknya Lagi

Taylor Swift Umumkan Mimpinya Terwujud: Lagu-Lagu Awal Kini Resmi Jadi Miliknya Lagi

375
0
Taylor Swift Umumkan Mimpinya Terwujud: Lagu-Lagu Awal Kini Resmi Jadi Miliknya Lagi
Taylor Swift, foto ig@taylorswift
Urbanvibes

Taylor Swift kembali membuat sejarah, Urbie’s! Pada tanggal 30 Mei 2025, sang superstar pop asal Amerika ini mengumumkan bahwa dirinya telah membeli kembali hak atas seluruh lagu dari enam album awal kariernya. Pengumuman ini disampaikan melalui situs resminya, dan menjadi momen emosional yang sudah lama dinanti oleh penggemar dan dirinya sendiri.

“Semua musik yang pernah saya buat sekarang menjadi milik saya,” tulis Taylor Swift dalam pernyataannya. “Mengatakan bahwa impian terliar saya tidak terpenuhi adalah suatu pernyataan yang meremehkan.”

Langkah ini menandai titik balik dalam perjuangan panjang Taylor Swift untuk mendapatkan kembali kendali penuh atas karya-karya musiknya. Seperti yang diketahui publik, rekaman master dari enam albumnya dulu dimiliki oleh Big Machine Label, label pertama yang menaunginya saat ia memulai karier di usia remaja. Namun pada tahun 2019, hak tersebut dijual tanpa persetujuannya kepada perusahaan milik produser musik ternama Scooter Braun.

Penjualan tersebut sempat menjadi kontroversi besar di industri musik. Swift mengungkapkan ketidaksenangannya karena tidak dilibatkan dalam proses penjualan dan menyebut langkah itu sebagai bentuk eksploitasi. Hak master tersebut kemudian dijual kembali ke perusahaan investasi asal Amerika, Shamrock Capital, dengan nilai mencapai sekitar $300 juta.

Yang menarik, pengumuman Taylor kali ini bukan hanya mencakup hak atas lagu-lagu studio, tapi juga termasuk video musik, rekaman konser, desain sampul album, hingga lagu-lagu unreleased (belum dirilis). Meski Swift tidak mengungkapkan secara pasti berapa besar biaya yang ia keluarkan untuk membeli kembali semua aset ini, banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk nyata dari keberanian dan kegigihannya dalam mengontrol penuh karier musiknya.

Baca Juga:

Setelah kehilangan hak master tersebut di tahun 2019, Taylor Swift memutuskan untuk merilis ulang lagu-lagu lamanya dalam versi baru bertajuk “Taylor’s Version”. Langkah ini tidak hanya menjadi respons cerdas terhadap masalah hak cipta, tapi juga menciptakan gelombang besar dalam industri musik global. Album seperti Fearless (Taylor’s Version), Red (Taylor’s Version), dan 1989 (Taylor’s Version) berhasil menduduki puncak tangga lagu dan mendapatkan pujian kritis serta komersial.

Kini, dengan pembelian kembali hak-hak master tersebut, Taylor tidak hanya mencetak kemenangan pribadi, tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak musisi di seluruh dunia. Ia membuktikan bahwa seorang artis punya kekuatan untuk mengambil kembali kendali atas karya-karyanya, meski harus melewati jalan panjang dan penuh tantangan.

Langkah ini juga menjadi refleksi atas pergeseran paradigma industri musik di era digital. Jika dulu hak cipta musik sering kali dikuasai label besar, kini semakin banyak musisi yang berjuang untuk independensi dan kepemilikan karya mereka sendiri. Dan Taylor Swift telah menjadi simbol perubahan itu.

Tak heran jika penggemarnya di seluruh dunia menyambut kabar ini dengan penuh suka cita. Banyak yang menyebutnya sebagai “era kebebasan sejati” bagi Taylor, yang telah memperjuangkan haknya selama bertahun-tahun.

Dengan langkah monumental ini, Swift tidak hanya menunjukkan keberaniannya sebagai seniman, tapi juga sebagai pengusaha musik visioner. Ia telah mengubah luka lama menjadi kekuatan baru, dan membuktikan bahwa dalam dunia yang sering kali tak adil, keadilan bisa dicapai dengan ketekunan, strategi, dan suara yang terus menyuarakan kebenaran.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here