Home Uncategorized Ubud Art Ground Hadirkan Pameran Seni Internasional “Parallels: Legacies in Flux”

Ubud Art Ground Hadirkan Pameran Seni Internasional “Parallels: Legacies in Flux”

492
0
Press Conference Ubud Art Ground untuk Pameran Perdana bertajuk
Press Conference Ubud Art Ground untuk Pameran Perdana bertajuk "Parallels: Legacies in Flux" di Gudang Kayu, Batu Kurung Estate.
Urbanvibes

Ubud Art Ground siap menyelenggarakan pameran perdana mereka yang bertajuk “Parallels: Legacies in Flux” di Gudang Kayu, Batu Kurung Estate mulai 11 Juli hingga 10 Agustus 2025.

Pameran ini akan menampilkan dialog visual yang unik antara seniman-seniman dari Bali dan Tiongkok sehingga pengunjung dapat menikmati persamaan dan perbedaan dalam tradisi seni rupa kedua budaya ini.

Urbie’s nantinya dapat melihat sendiri bagaimana akar seni tradisional Bali, seperti lukisan Batuan dan Kamasan, bertemu dengan sejarah lukisan tinta Tiongkok. Karya-karya tersebut tentunya akan disajikan dengan sentuhan modern dan segar. Ini merupakan kesempatan langka untuk menyaksikan bagaimana nilai-nilai tradisional bertransformasi menjadi karya seni kontemporer.

Yuanita Sawitri, Direktur Ubud Art Ground, menjelaskan bahwa Ubud Art Ground diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan seniman Indonesia dan internasional.

“Kami ingin membangun ruang budaya yang dinamis, yang tetap berakar kuat pada tradisi namun terbuka terhadap dunia,” ujarnya.

Baca juga:

Lebih Dalam Tentang Pameran Ubud Art Ground

Pameran ini akan menampilkan lebih dari 50 seniman terkemuka, termasuk nama-nama besar seperti I Made Djirna, Satya Cipta, Made Wianta, dan Kemal Ezedine, serta seniman-seniman muda berbakat dari Bali dan Tiongkok. Selain itu, selama satu bulan penuh, pengunjung bisa menikmati berbagai program pendukung seperti diskusi publik, tur pameran bersama kurator, pertunjukan musik, pasar artisan, dan lokakarya seni.

Ubud Art Ground berlokasi di lahan seluas 5.000 meter persegi di kawasan Batu Kurung Estate, dengan visi jangka panjang untuk mengembangkan ruang seni dan budaya seluas 2.000 meter persegi.

“Pada tahap awal ini, kami fokus di Gudang Kayu, sebuah ruang yang dirancang khusus untuk pameran dan program interaktif. Tempat ini akan jadi wadah bagi publik untuk lebih dekat dengan seni, menjelajahi akar budaya, dan merasakan ekspresi artistik kontemporer,” tambah Yuanita.

Secara keseluruhan, Ubud Art Ground bertujuan menjadi pusat pertukaran budaya dan edukasi seni antara Indonesia dan dunia internasional. Mereka ingin menyoroti bagaimana tradisi dan modernitas saling berkaitan dalam seni Asia.

Yulia Kurniawan, Direktur Yayasan Satya Djaya Raya, turut menyampaikan komitmen mereka dalam mendukung pameran perdana ini.

“Kami hadir untuk mendorong dialog antara tradisi dan ekspresi kontemporer. Melalui Ubud Art Ground, kami berharap bisa menciptakan ruang yang inklusif bagi semua pegiat, pemerhati, penikmat, serta komunitas seni dan budaya, sekaligus melestarikan ekosistem seni yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pameran “Parallels: Legacies in Flux” ini akan dibuka secara khusus untuk tamu undangan pada 11 Juli 2025, dan mulai 12 Juli 2025 akan terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WITA. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui Instagram @ubudartground.

Jangan lewatkan kesempatannya ya, Urbie’s!

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here