Home News Wisatawan Malaysia Jadi Pengguna Terbanyak Whoosh, Catat 225 Ribu Penumpang

Wisatawan Malaysia Jadi Pengguna Terbanyak Whoosh, Catat 225 Ribu Penumpang

418
0
Wisatawan Malaysia Jadi Pengguna Terbanyak Whoosh, Catat 225 Ribu Penumpang
Wisatawan Malaysia Jadi Pengguna Terbanyak Whoosh, Catat 225 Ribu Penumpang. Foto: istimewa
Urbanvibes

Hi Urbie’s!
Ada kabar menarik dari jalur transportasi kebanggaan Indonesia, yaitu Kereta Cepat Whoosh. Sejak pertama kali diluncurkan, Whoosh berhasil mencuri perhatian tak hanya masyarakat dalam negeri, tapi juga wisatawan mancanegara. Yang paling menonjol datang dari negara tetangga kita, Malaysia. Data terbaru mencatat, dari total 528 ribu penumpang internasional Whoosh, sebanyak 225 ribu di antaranya atau sekitar 43% berasal dari Malaysia.

Tren positif ini semakin terasa di awal September 2025. Bayangkan saja, jumlah wisatawan Malaysia yang menggunakan Whoosh mencapai lebih dari 750 penumpang per hari. Jumlah ini meningkat pesat berkat momentum libur panjang akhir pekan yang kebetulan dirayakan bersamaan di Indonesia dan Malaysia. Jadi tidak heran kalau suasana stasiun Whoosh terasa semakin ramai dengan rombongan turis yang membawa semangat liburan.

Menurut Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, peningkatan ini menjadi bukti bahwa Whoosh bukan sekadar transportasi cepat, tetapi juga telah diakui sebagai pengalaman wisata modern yang aman, nyaman, dan andal. “Wisatawan asing melihat Whoosh bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata mereka di Indonesia. Kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan membuat mereka memilih Whoosh untuk bepergian,” jelas Eva.

Tidak hanya itu, KCIC juga tidak berhenti di situ. Untuk memperluas pasar internasional, KCIC bersama Kementerian Pariwisata serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat gencar melakukan berbagai bentuk promosi. Mereka menghadirkan travel vlogger asal Malaysia untuk mengenalkan Whoosh lebih luas, menggelar pameran pariwisata, hingga mengadakan familiarization trip untuk pelaku industri wisata. Strategi ini terbukti efektif, karena semakin banyak wisatawan Malaysia datang berkelompok, baik langsung dari bandara maupun setelah menjelajahi Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan Whoosh.

Baca Juga:

Kehadiran Whoosh kini bukan hanya soal memangkas waktu perjalanan Jakarta–Bandung menjadi jauh lebih singkat, melainkan juga soal menghadirkan kebanggaan baru bagi Indonesia. Bagi wisatawan Malaysia, naik Whoosh sudah menjadi bagian dari itinerary wisata mereka. Bayangkan, menikmati suasana modern stasiun, masuk ke kereta cepat, dan dalam waktu singkat tiba di Bandung yang dikenal dengan kuliner lezat serta pemandangan indah. Semua itu menjadi pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Urbie’s, tren ini tentu membawa dampak positif yang lebih luas. Selain memperkuat hubungan pariwisata antara Indonesia dan Malaysia, kehadiran Whoosh juga berperan penting dalam meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Bukan hanya sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga simbol inovasi, modernitas, dan daya tarik wisata baru yang membuat Indonesia semakin kompetitif di kancah global.

Eva menutup pernyataannya dengan penuh optimisme. “Whoosh kini tidak hanya menjadi penghubung Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh singkat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata modern yang menjadi kebanggaan Indonesia. Kehadiran wisatawan asing, terutama dari Malaysia, memperkuat peran Whoosh dalam mendukung pariwisata dan memperkenalkan citra positif Indonesia di mata dunia.”

Jadi, kalau Urbie’s berencana liburan bareng teman-teman dari Malaysia, jangan kaget kalau stasiun Whoosh terasa semakin ramai oleh turis asing. Siapa tahu, perjalanan kalian bisa bertambah seru karena berbagi momen dengan wisatawan mancanegara yang sama-sama ingin merasakan sensasi naik kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here