
Hi Urbie’s! Suasana meriah langsung terasa begitu memasuki area Plaza Kalibata, Jakarta Selatan. Gelak tawa, aroma masakan, dan semangat anak-anak berpadu dalam satu panggung kecil bertajuk “Kreativitas Anak Indonesia dalam Rasa dan Cinta Tanah Air.”
Acara yang digelar oleh Yayasan Insan Satu Nusa bekerja sama dengan Dapur Anak pada 25-26 Oktober 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Tujuannya sederhana tapi bermakna: menanamkan nasionalisme dan kreativitas lewat dunia yang paling dekat dengan keseharian anak—dapur.

Anak-Anak Belajar Cinta Tanah Air Lewat Rasa
Sejak pagi, deretan meja memasak sudah dipenuhi anak-anak berseragam celemek warna-warni. Mereka berasal dari berbagai sekolah, salah satunya SDS Budi Wanita, serta peserta umum yang tak kalah antusias.
Dari ujung ke ujung, aroma sedap menyeruak—ada Garang Asem, Nasi Goreng Nusantara, hingga Soto Ayam modern yang dikreasikan dengan sentuhan kekinian. Semua dibuat dengan bahan lokal Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan anak-anak bahwa memasak bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang cinta terhadap budaya dan kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Fuji Astuti, Ketua Pelaksana sekaligus Pemilik Dapur Anak, dengan senyum bangga.
Menurut Fuji, anak-anak yang memasak dengan hati akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan menghargai akar budayanya. “Masakan itu cermin karakter. Dari dapur, mereka belajar banyak hal—kerja sama, ketelitian, dan tentu saja cinta tanah air,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah: Wirausaha Sejak Dini
Acara ini juga mendapat dukungan hangat dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Bahkan, pembukaan lomba dilakukan dengan simbolis oleh Niken Wulandari, Asisten Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM, yang memasak telur dadar bersama anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Menanamkan jiwa wirausaha dan kreativitas sejak dini adalah langkah penting dalam membangun Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Niken dalam sambutannya, Sabtu (25/10/2025).
Tak hanya anak-anak yang bersemangat, para orang tua juga tampak menikmati suasana kebersamaan di area lomba. Banyak keluarga datang membawa dukungan penuh untuk putra-putri mereka.

Harapan untuk Generasi Penerus
Di hari kedua, Minggu (26/10/2025), acara ditutup dengan suasana haru dan penuh kebanggaan. Rr. Endah Sri Rejeki, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), hadir untuk menyerahkan piala dan penghargaan bagi para pemenang, dimana juara pertama diraih oleh pasangan Divya Raifa Budiawan – Calista Alodia Wijaja dari SDS Budi Wanita, Jakarta.
Baca Juga:
- Ketika Batik Widayati Ajak Perempuan Mekar dengan Alam dan Jiwa yang Selaras
- Kampung Kecil Hadir di Paramount Petals: Kuliner Nusantara dalam Nuansa Alam yang Asri
- Ketika Material Menjadi Gaya: AICA Hadir di JFW 2026 dengan Sentuhan Desain dan Inovasi Jepang
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bentuk nyata dari pemenuhan hak anak untuk berekspresi, berkreasi, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. Kami sangat mengapresiasi Yayasan Insan Satu Nusa dan Dapur Anak atas inisiatif positif ini,” tutur Endah.

Sementara itu, Abi, Ketua Yayasan Insan Satu Nusa, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dalam kegiatan edukatif dan inspiratif seperti ini. Semoga semangat cinta kuliner tanah air yang ditunjukkan anak-anak hari ini menjadi bekal untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.
Tentang Penyelenggara
Yayasan Insan Satu Nusa dikenal sebagai lembaga sosial yang fokus pada pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat, dengan misi membangun karakter generasi muda yang kreatif dan nasionalis.
Sementara Dapur Anak merupakan wadah edukasi kuliner yang mengajak anak-anak belajar memasak sehat dan menyenangkan, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga.
Melihat antusiasme dan keceriaan peserta, kegiatan Lomba Masak Anak-Anak 2025 ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang bisa terus menumbuhkan semangat wirausaha sejak dini dan mempererat rasa cinta terhadap Indonesia—lewat setiap rasa yang tersaji di piring kecil mereka.





















































