Home Highlight ASN Digital Pertama Indonesia? DPD RI Perkenalkan Sena, Vtuber yang Bikin Netizen...

ASN Digital Pertama Indonesia? DPD RI Perkenalkan Sena, Vtuber yang Bikin Netizen Heboh!

602
0
ASN Digital Sena DPD R - sumber foto Istimewa
ASN Digital Sena DPD R - sumber foto Istimewa
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Pernah bayangin kalau lembaga negara punya “pegawai” digital yang tampil di dunia maya, menyapa masyarakat dengan wajah imut bergaya anime? Kedengarannya seperti konsep dari masa depan, ya? Tapi hal itu baru aja terjadi di Indonesia! Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memperkenalkan sosok ASN Digital bernama Sena lewat berbagai akun media sosial resminya.

Dengan penampilan ala karakter virtual (Vtuber), Sena langsung mencuri perhatian netizen. Bukan cuma karena tampilannya yang berbeda dari citra lembaga negara yang biasanya formal, tapi juga karena konsepnya yang tergolong baru — apalagi untuk institusi pemerintahan.

Namun, belum sempat publik mengenalnya lebih jauh, video perkenalan Sena yang diunggah pada Minggu (26/10) dilaporkan sudah dihapus pada Rabu sore (29/10). Netizen pun langsung ramai berspekulasi — ada apa sebenarnya di balik sosok ASN digital ini?

Siapa Sebenarnya Sena?

Dalam video yang sempat tayang, Sena memperkenalkan dirinya sebagai ASN Digital DPD RI, yang bertugas untuk menyampaikan berbagai informasi seputar kinerja dan kegiatan lembaga tersebut. Dengan gaya bicara yang santai dan visual menarik, Sena dihadirkan sebagai wajah baru DPD RI di ranah digital — mungkin sebagai jembatan untuk mendekatkan lembaga tinggi negara ini dengan generasi muda.

Menariknya, Sena dengan tegas menyebut bahwa dirinya bukan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan, melainkan sosok virtual personality yang digerakkan oleh tim kreatif di balik layar. Artinya, setiap gerak-gerik, ekspresi, dan suara Sena dikendalikan secara manual, layaknya Vtuber profesional di Jepang.

Namun, pernyataan “bukan AI” ini justru menimbulkan kebingungan di kalangan publik. Banyak yang mengira Sena adalah representasi dari upaya digitalisasi ASN melalui teknologi kecerdasan buatan. Beberapa bahkan berpendapat, jika tujuannya adalah inovasi digital, mengapa justru menegaskan bahwa Sena bukan AI?

Antara Inovasi dan Kontroversi

Gagasan untuk menghadirkan Vtuber dalam lembaga negara sebenarnya bukan hal aneh di dunia internasional. Jepang, misalnya, telah lebih dulu menggunakan karakter virtual untuk kampanye pemerintah — mulai dari promosi pariwisata hingga penyuluhan publik.

Namun, bagi masyarakat Indonesia, konsep seperti ini masih terasa asing, apalagi ketika dibawa oleh lembaga tinggi seperti DPD RI. Tak heran, publik pun terbelah: ada yang mengapresiasi langkah kreatif DPD RI untuk menjangkau generasi digital, tapi ada juga yang mempertanyakan urgensi dan transparansi proyek ini.

Beberapa komentar di media sosial menyebut, “Kalau memang mau digitalisasi ASN, kenapa bukan fokus ke pelayanan publik yang berbasis AI?” Sementara yang lain melihat Sena sebagai langkah awal yang menarik — cara baru untuk membuat lembaga negara terasa lebih dekat dan relatable dengan generasi muda.

Baca Juga:

Netizen Reaksi Cepat: “Lucu, Tapi Kok Hilang?”

Salah satu hal yang membuat kasus ini viral adalah kecepatan video tersebut menghilang dari jagat maya. Dalam waktu kurang dari tiga hari, unggahan resmi DPD RI tentang Sena sudah dihapus dari akun mereka. Tidak ada penjelasan resmi kenapa video itu di-takedown, tapi tentu saja, netizen sudah keburu heboh.

Tagar seperti #ASNDigital dan #SenaDPD sempat ramai di platform X (Twitter), dengan berbagai reaksi mulai dari lucu, bingung, sampai satir. Ada yang bilang, “Sena lebih cepat hilang daripada proyek digitalisasi ASN-nya,” ada juga yang berharap sosok ini akan kembali dengan konsep yang lebih matang.

Meski sempat menuai pro dan kontra, banyak yang sepakat bahwa Sena membawa angin segar dalam komunikasi lembaga pemerintahan. Setidaknya, DPD RI berani mengambil langkah berbeda di tengah era digital yang semakin visual dan cepat berubah.

Sena Antara Strategi Digital atau Eksperimen yang Terlalu Cepat?

Jika dilihat dari sisi komunikasi publik, kemunculan Sena sebenarnya punya potensi besar. Dengan pendekatan visual yang kekinian, DPD RI bisa menarik perhatian generasi muda yang selama ini mungkin merasa jauh dari isu politik atau pemerintahan.

Namun, tanpa strategi komunikasi yang matang dan penjelasan yang jelas, langkah seperti ini bisa mudah disalahpahami. Di era media sosial yang serba cepat, satu video bisa memicu interpretasi beragam hanya dalam hitungan jam.

Apakah Sena akan kembali? Belum ada jawaban pasti. Tapi satu hal jelas, kemunculan singkatnya telah menandai sebuah fenomena baru: digitalisasi birokrasi tidak lagi soal aplikasi dan data, tapi juga soal cara berkomunikasi dengan masyarakat.

Dari ASN ke Avatar: Wajah Baru Birokrasi Digital Indonesia

Dunia terus berubah, dan lembaga negara pun tampaknya mulai ikut beradaptasi. Sena mungkin hanya muncul sebentar, tapi kemunculannya jadi simbol bahwa masa depan birokrasi bisa jadi lebih terbuka, kreatif, dan bahkan… sedikit anime.

Entah ini eksperimen yang terlalu cepat atau langkah visioner, satu hal pasti — publik sudah memperhatikannya. Dan mungkin, di balik layar, tim DPD RI kini sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar, lebih interaktif, dan lebih siap menyapa generasi digital Indonesia.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here