Home Entertainment Dari Kamijo hingga Gackt, Tren Konser Orkestra Musisi Rock Jepang Menular —...

Dari Kamijo hingga Gackt, Tren Konser Orkestra Musisi Rock Jepang Menular — HYDE Siap Menyusul!

516
0
HYDE press conferensi HYDE [INSIDE] LIVE 2025 Jakarta - sumber foto Adi/Urbanvibes
HYDE press conferensi HYDE [INSIDE] LIVE 2025 Jakarta - sumber foto Adi/Urbanvibes
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Coba bayangkan: dentingan biola berpadu dengan distorsi gitar elektrik, tabuhan timpani yang menggema di tengah raungan drum rock, dan di tengah panggung — seorang legenda, HYDE, memimpin semuanya dengan vokal khasnya yang dramatis. Sounds epic? Tunggu dulu, Urbie’s — bisa jadi itu bukan sekadar fantasi, tapi rencana nyata dari sang ikon rock Jepang!

Dalam sesi tanya jawab bersama tim urbanvibes.id, HYDE membuka sedikit bocoran tentang mimpinya membawa konsep konser orkestra ke panggung dunia.
Album pertama saya punya unsur orkestra. Dari dulu saya sudah ingin menggunakan konsep ini, tapi baru 25 tahun kemudian akhirnya terwujud lagi,” ujar HYDE dengan senyum reflektif.
Saya sudah merencanakan tur orkestra, tapi semua tergantung dari apresiasi terhadap album ini. Kalau diterima dengan baik, saya akan melakukannya ke depannya.

Gelombang Baru: Ketika Rock Bertemu Orkestra

Fenomena konser orkestra bukan hal baru di Jepang, tapi kini sedang naik daun lagi. Musisi seperti Gackt dan Kamijo telah lebih dulu menggabungkan dua dunia yang tampak berlawanan: energi rock dan keanggunan musik klasik.

Gackt, misalnya, menghadirkan “Last Song Symphony” dengan aransemen orkestra megah yang memperkuat sisi teatrikalnya. Sementara Kamijo, sang vokalis Versailles yang dikenal dengan gaya aristokratik, sudah lama menggabungkan string section dan choir dalam konsernya — menciptakan atmosfer bak opera gotik Eropa.

Tren ini menggambarkan perubahan besar dalam industri musik Jepang: kembali ke akar musikalitas dan storytelling yang megah.
Dan kini, HYDE — yang dikenal dengan eksplorasi visual dan musikal tanpa batas — tampaknya siap melanjutkan tongkat estafet tersebut.

HYDE dan Romantika 25 Tahun Menunggu

Pernyataan HYDE soal rencana tur orkestra bukan sekadar ide dadakan. Ia mengaku sudah lama memimpikan format ini sejak rilis album debut solonya yang punya unsur orkestra. Namun baru sekarang, setelah 25 tahun berkarier solo dan menembus berbagai genre, HYDE merasa waktunya tepat untuk kembali menggabungkan rock dan simfoni.

Kamu bisa bayangkan, Urbie’s — lagu-lagu seperti Hello, Mad Qualia, atau evergreen dalam format orkestra penuh, dengan harmoni string dan brass yang menambah lapisan emosi di balik vokal HYDE yang melengking.

Baca Juga:

Orkestra: Tren yang Semakin Global

Menariknya, tren rock meets orchestra ini tak cuma berkembang di Jepang. Dunia barat pun sedang mengalami gelombang serupa — dari Metallica dengan S&M Symphony, Evanescence yang melakukan Synthesis Tour, hingga Bring Me The Horizon yang tampil bareng orkestra di Royal Albert Hall.

Tapi ada yang unik dari versi Jepang: mereka menjadikannya bukan sekadar konser musik, tapi pertunjukan estetika.
Ada narasi, kostum teatrikal, hingga tata cahaya yang memvisualisasikan kisah di balik lagu.
Gackt tampil bagai vampir bangsawan, Kamijo bak raja Versailles, dan HYDE — dengan aura misteriusnya — tentu bisa membawa sentuhan gotik-romantis yang khas ke panggung orkestra.

HYDE dan Kemungkinan Tur Orkestra Dunia

Jika rencana HYDE benar-benar terwujud, tur orkestra-nya bisa menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah musik Jepang modern.
HYDE dikenal tak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah. Ia selalu menyatukan musik, seni visual, dan konsep naratif ke dalam satu pengalaman panggung.

Melihat bagaimana [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR sudah dirancang sedemikian sinematik, tak sulit membayangkan versi orkestra dari konser tersebut — mungkin dengan format teater, storytelling visual, dan aransemen yang membawa penonton menyelami “dunia dalam” seorang HYDE.

Dan jika Jakarta kembali dipercaya sebagai salah satu kota yang dikunjungi?
Urbie’s, bersiaplah — karena kita akan menyaksikan transformasi HYDE dari rocker flamboyan menjadi maestro simfoni.

Antisipasi Album Baru & Apresiasi Fans

HYDE menegaskan bahwa keputusan menggelar tur orkestra akan bergantung pada respon penggemar terhadap album terbarunya.
Kalau diterima dengan baik, saya akan lanjutkan ke tur orkestra,” ujarnya mantap.
Artinya, dukungan fans — termasuk dari Indonesia — punya peran besar dalam membuka jalan menuju proyek impian ini.

Jadi, Urbie’s, saat kamu menikmati konser HYDE [INSIDE] LIVE 2025 di Tennis Indoor Senayan, 1 November 2025 nanti, bayangkan kemungkinan berikutnya:
Suatu hari, mungkin di panggung yang sama, HYDE akan memimpin sebuah orkestra, diiringi 50 musisi klasik yang menghidupkan kembali perjalanan panjang kariernya — dari L’Arc-en-Ciel hingga The Last Rockstars.

Kalau Gackt dan Kamijo telah menunjukkan bahwa rock dan orkestra bisa berjalan seirama, kini giliran HYDE yang bersiap mengubah panggung menjadi simfoni. Dan kalau konser itu benar-benar terjadi, satu hal pasti — Jakarta harus jadi bagian dari sejarah itu.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here