Hi Urbie’s! Kapan terakhir kali kamu menonton film Studio Ghibli dan merasa seperti masuk ke dunia magis yang penuh warna, filosofi, dan kehangatan manusia? Entah itu Spirited Away yang memukau, My Neighbor Totoro yang ikonik, atau The Boy and the Heron yang baru-baru ini memenangkan Oscar — semua punya jejak tangan jenius Hayao Miyazaki di baliknya.
Dan kabar baiknya, sang legenda belum berhenti mencipta keajaiban.
Miyazaki Kembali dari “Pensiun” untuk Sebuah Proyek Rahasia
Ya, kamu nggak salah baca, Urbie’s. Hayao Miyazaki resmi kembali mengerjakan film baru di Studio Ghibli.
Meski berkali-kali menyatakan pensiun, sang maestro sepertinya tidak bisa menolak panggilan hatinya untuk terus berkarya.
Pihak Studio Ghibli sendiri baru-baru ini mengonfirmasi kabar tersebut. Dalam wawancara resmi, wakil presiden Ghibli mengatakan bahwa Miyazaki masih datang ke studio setiap hari, tenggelam dalam proses kreatif yang sudah menjadi bagian dari hidupnya selama lebih dari enam dekade.
“Beliau tetap datang setiap pagi, menggambar, berdiskusi, dan memantau setiap detail,” ungkapnya. “Miyazaki-sensei tidak pernah benar-benar pensiun dari imajinasinya.”
Hayao Miyazaki Dari The Boy and the Heron ke Lembar Kosong Berikutnya
Film terakhir Miyazaki, “The Boy and the Heron” (2023), menjadi tonggak sejarah tersendiri. Bukan hanya memenangkan Piala Oscar untuk Film Animasi Terbaik, tapi juga membuktikan bahwa di usia 80-an, ia masih bisa menciptakan karya yang menggugah dan relevan bagi generasi baru.
Film itu dianggap sebagai “surat cinta terakhir” Miyazaki kepada dunia — atau setidaknya, begitu kata banyak penggemarnya. Tapi siapa sangka, surat itu ternyata belum selesai.
Dengan konfirmasi proyek barunya, Ghibli seolah mengatakan: belum waktunya menutup buku dongeng ini.
Masa Depan Ghibli yang Kembali Cerah
Kabar kembalinya Miyazaki tentu membawa napas segar bagi Studio Ghibli, yang sempat diwarnai tanda tanya besar. Banyak yang khawatir tentang arah masa depan studio setelah para pendiri seperti Miyazaki dan Toshio Suzuki mulai menua.
Namun, keputusan Miyazaki untuk kembali ke kursi sutradara justru menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak mengenal usia. Selama masih ada mimpi, ada cerita yang bisa diceritakan.
Dan buat penggemar Ghibli di seluruh dunia, ini bukan sekadar kabar film baru — tapi simbol bahwa semangat Ghibli masih hidup.
Film Baru Ghibli: Misterius, tapi Penuh Harapan
Sampai saat ini, Studio Ghibli belum mengumumkan judul, tema, atau bahkan genre film terbaru Miyazaki. Semuanya masih disimpan rapat-rapat, seperti rahasia di balik lembaran sketsa sang maestro.
Namun, penggemar sudah mulai berspekulasi: apakah ini akan menjadi kisah fantasi epik seperti Princess Mononoke? Atau mungkin drama lembut penuh refleksi seperti The Wind Rises?
Apapun itu, satu hal pasti — setiap goresan Miyazaki selalu membawa makna mendalam. Ia tak sekadar bercerita tentang dunia imajinatif, tapi juga tentang manusia, waktu, dan keberanian untuk bermimpi.
Baca Juga:
- Setelah 44 Tahun, Unyil dan Pak Ogah Comeback dalam Versi Modern
- Kebiasaan Makan Ultra-Processed Food Picu Risiko Tumor Usus di Usia Muda
- Brokies Tiramisu Chef Juna, Tren Dessert Baru dengan Choco Chips
Hayao Miyazaki Sang Maestro yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi
Kalimat “Miyazaki pensiun” tampaknya sudah menjadi lelucon yang manis di kalangan fans. Karena, setiap kali ia mengumumkan pensiun, beberapa tahun kemudian selalu muncul kabar: “Miyazaki kembali ke studio.”
Tapi mungkin, justru di sanalah keindahan kisahnya.
Ia seperti tokoh-tokoh yang diciptakannya — terus mencari makna hidup, terus berjalan meski dunia berkata “sudah cukup.”
Dan sekarang, dengan tangan yang mungkin sudah tak sekuat dulu, namun hati yang tetap penuh imajinasi, Miyazaki kembali menorehkan kisah baru. Sebuah kisah yang mungkin akan jadi persembahan terakhir, atau justru awal baru bagi Ghibli.
Jika kamu tumbuh dengan film-film Ghibli, kabar ini mungkin terasa seperti nostalgia yang hidup kembali.
Miyazaki mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak mengenal kata “selesai.” Ia terus berdenyut, selama ada semesta kecil di kepala kita yang ingin diceritakan.
Jadi, bersiaplah — karena dunia Miyazaki belum berakhir. Ia hanya membuka bab berikutnya dari buku mimpi yang tak ada habisnya.






















































