Home Entertainment Kanna Hashimoto Dari Gyaru Jadi Dokter Hebat Bermental Baja di Drama Medis...

Kanna Hashimoto Dari Gyaru Jadi Dokter Hebat Bermental Baja di Drama Medis Terbaru Fuji TV

363
0
Kanna Hashimoto Dari Gyaru Jadi Dokter Hebat Bermental Baja di Drama Medis Terbaru Fuji TV
Kanna Hashimoto, foto: ig/kannahashimoto.mg
Urbanvibes

Hi Urbie’s! Tahun depan, Fuji TV siap membuka awal 2025 dengan salah satu drama medis paling menarik yang semakin banyak diperbincangkan: “Yandoku!”, serial terbaru yang menandai debut Kanna Hashimoto sebagai pemeran utama dalam slot strategis Senin pukul 21.00. Drama ini akan tayang mulai 12 Januari, dan menjadi titik balik besar bagi Hashimoto, yang akhirnya memimpin salah satu slot drama paling prestisius di televisi Jepang.

Kanna Hashimoto, kini berusia 26 tahun, mengaku masih tak percaya ketika pertama kali menerima tawaran ini. “Saya selalu menyukai drama. Ketika diminta menjadi pemeran utama di slot Senin pukul 9 malam, saya benar-benar terkejut sekaligus bahagia,” ujarnya. Dan wajar saja, Urbie’s—slot Senin malam Fuji TV adalah panggung besar bagi aktor papan atas Jepang.

Dalam “Yandoku!”, Hashimoto memerankan Kotoha, seorang mantan berandalan putus sekolah yang hidupnya berubah total setelah tragedi masa remaja. Di usia 16 tahun, ia mengalami kecelakaan sepeda motor bersama sahabatnya. Kotoha selamat, tapi sahabatnya harus meninggal akibat cedera otak yang parah. Luka itu tak pernah hilang, tetapi justru menjadi pembakar tekadnya: ia belajar keras, mengejar pendidikan medis, dan akhirnya berhasil menjadi seorang ahli bedah saraf muda yang berbakat.

Kisah Kotoha ini diadaptasi dari kehidupan nyata seorang dokter wanita, dan naskahnya ditulis oleh Nemoto Nonji, sosok yang sebelumnya bekerja bersama Hashimoto dalam drama NHK “Omusubi”. Perpaduan ini membuat banyak penggemar drama Jepang semakin yakin bahwa kedalaman cerita dan pengembangan karakter Kotoha akan menjadi daya tarik besar di layar kaca.

Baca Juga:

Walaupun Kotoha kini seorang dokter profesional, sisi “nakal” masa lalunya tetap muncul sesekali. Ketika emosinya memuncak di ruang operasi atau ketika menghadapi sistem medis yang kaku, ia tak segan melontarkan teriakan khas daerah asalnya, “Takeka!” yang berarti “bodoh!”. Elemen ini memberi warna unik pada karakter Kotoha—campuran antara kepolosan, keberanian, dan keberandalan yang membuatnya terasa hidup dan autentik.

Hashimoto menegaskan bahwa peran ini bukan sekadar tentang tampil keren sebagai dokter. “Sebagai drama medis, ada banyak isu sensitif dan kenyataan pahit dunia medis modern yang harus disampaikan dengan serius,” ujarnya. Ia juga mengaku sangat terinspirasi setelah bertemu dengan dokter asli yang menjadi dasar karakter Kotoha. “Saya merasa langsung tersentuh dengan kepribadiannya. Dia tipe dokter yang membuatmu ingin menjadi seseorang yang lebih baik.”

Jika di “Omusubi” Hashimoto tampil sebagai gadis gyaru—rambut pirang, kuku palsu, dan gaya yang cerah—di “Yandoku!” ia kembali menunjukkan transformasi yang sama besar, hanya saja kali ini menjadi seorang ahli bedah otak dengan karisma tegas dan aura pemberontak. Urbie’s, ini jelas menjadi peran yang memperlihatkan sisi baru yang lebih matang, kompleks, sekaligus penuh energi.

Mulai dari aksi ruang operasi hingga drama emosional masa lalu, “Yandoku!” menjanjikan kombinasi ketegangan, humor, dan sentuhan manusiawi yang memikat. Dan bagi penggemar Kanna Hashimoto, ini adalah kesempatan menyaksikan salah satu aktris muda paling bersinar di Jepang keluar dari zona nyamannya—dan bersinar lebih terang.

Novotel Gajah Mada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here