
Hi Urbie’s! Geliat streetdance makin tak terbendung di kalangan generasi muda. Dari New York hingga Seoul, dari Sydney hingga Jakarta, budaya tari jalanan ini menjelma menjadi ruang ekspresi yang tak hanya energik, tetapi juga sarat kreativitas dan identitas. Streetdance sendiri mencakup berbagai gaya mulai dari hip-hop, popping, locking, breaking, waacking, hingga krump—masing-masing dengan keunikan ritme dan karakter yang menghipnotis para penontonnya.
Di Indonesia, tren ini tumbuh pesat berkat komunitas-komunitas lokal, konten kreator, hingga kompetisi yang meramaikan lini masa media sosial. Energinya begitu besar hingga akhirnya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah salah satu ajang streetdance terbesar dunia.
Dan kini, untuk pertama kalinya, International StreetDance Festival – Champions Tour resmi digelar di Jakarta pada 21–23 November 2025.
WSB Resmi Hadir di Indonesia, Torehkan Prestasi Sejak Tahun Pertama
Festival ini merupakan inisiatif dari World Supremacy Battlegrounds (WSB)—salah satu komunitas streetdancer terbesar di dunia yang berbasis di Australia—yang baru saja resmi hadir di Indonesia pada Mei 2025.

Prestasinya pun langsung terasa. Salah satu dancer Indonesia, JNE (Jay N Edope), berhasil meraih posisi runner-up Cell Division di WSB Street Final 2025 di Dubai, mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
“WSB Indonesia di tahun pertamanya diberi kepercayaan untuk mengadakan International Streetdance Festival sekaligus Champion Tour. Kami ingin menunjukkan kepada dunia keberagaman budaya, seni, dan pariwisata Indonesia, serta menginspirasi komunitas dance yang semakin berkembang,” ujar Daniel Ardi, Country Director WSB Indonesia.
Tiga Hari Penuh Battle, Showcase, hingga Juri Internasional
Festival ini digadang-gadang menjadi ajang berkumpulnya penari, kreator, hingga penggemar streetdance dari berbagai negara seperti Filipina, Australia, Jepang, dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah.
Selama tiga hari, lebih dari 600 dancer akan berkompetisi di berbagai divisi:
- Monster
- Pocket Rocket
- Open
- School
- Open Style
- Junior Battle
Kehadiran para juri internasional turut menambah prestise acara ini, di antaranya:
- Kaleece Harrops – Australia
- Mannex Manhattan – Filipina
- Jessica Janes – Indonesia
Semua peserta—baik pemula, profesional, hingga mereka yang selama ini hanya menyaksikan streetdance di platform digital—akan merasakan atmosfer kompetisi global yang sesungguhnya.

Jakarta Jadi Panggung Dunia: Seni Bertemu Peluang
International StreetDance Festival bukan semata-mata ajang kompetisi. Ia menjadi wadah untuk menggali inspirasi, membentuk koneksi, dan menghadirkan cerita-cerita baru dari para dancer Asia Tenggara. Tujuannya jelas: menjadikan Jakarta panggung global tempat gairah bertemu tujuan, tempat seni bertemu peluang, dan tempat budaya lintas negara melebur dalam ritme yang sama.
Baca Juga:
- Ariana Grande Positif COVID-19 di Tengah Tur Film Wicked: For Good, Begini Kondisi Terbarunya
- Kualitas Sperma Menurun, Dampak Polusi dan Mikroplastik pada Kesehatan Reproduksi
- Cuma 50 Orang Punya! Kenalan Sama Golden Blood, Golongan Darah Langka di Dunia
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Marco Selorio, Founder WSB International. Dalam visinya, WSB ingin menjembatani komunitas global melalui bahasa tari, membuka ruang bagi generasi kreatif, dan merayakan keberagaman yang membentuk identitas kita.
“Kami sedang membangun jalur baru di mana para penari bukan hanya tampil, tetapi juga belajar, mendengarkan, dan berkembang. Juara tidak dilahirkan, mereka dibentuk. Dan inilah saatnya menunjukkan kepada dunia apa yang kita ciptakan,” ujar Marco.
Digelar di TMII, Jakarta
Dengan energi besar komunitas, dukungan internasional, dan semangat persatuan dalam tarian, Jakarta bersiap menjadi pusat streetdance dunia pada akhir November mendatang.
International StreetDance Festival – Champions Tour digelar di TMII, Jakarta pada 21–23 November 2025.





















































